14 Tanya Jawab Tentang Penetapan Estimasi Ketidakpastian

#MariMemastikanKetidakpastian

Berikut adalah 14 tanya jawab tentang penetapan Estimasi Ketidakpastian yang pertanyaannya kami dapat dari sahabat labmania via akun instagram kami di @labmania

1.Apakah di setiap pengujian kita harus melakukan estimasi ketidakpastian ?

Jawab :

Iya, karena setiap pengujian yang dilakukan memiliki nilai true value nya masing-masing. Nilai true value yang dihasilkan dari setiap pengujian memiliki sumber ketidakpastian yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu dilakukn estimasi ketidakpastian untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi, bahkan mengetahui kesalahan error apa yang terjadi, baik dari alat yang belum dikalibrasi ataupun personel yang tidak kompeten.

2. Kapan kita harus menggunakan selang kepercayaan 95% dan 99% ?

Jawab :

Tergantung pada panduan mutu laboratorium temoat kita bekerja, karena penggunaan selang kepercayaan biasanya terdapat pada panduan mutu sebuah laboratorium uji. Hal ini sangat mempengaruhi hasil, tetapi untuk penggunaannya sama saja. Perbedaannya adalah jika selang kepercayaan 95% maka toleransi kesalahan adalah 5%, yang artinya jika melakukan sekali maka tidak akan dihentikan, jika 99% maka tolenransi kesalahan hanya 1 % sehingga jika terjadi satu kali kesalahan maka harus diperbaiki seterusnya.

3. Berapa syarat keberterimaan estimasi ketidakapastian ?

Jawab :

Syarat keberterimaan untuk estimasi ketidakpastian bergantung pada metode pengujian yang kita gunakan, karena setiap metode memiliki syarat keberterimaan yang berbeda dan biasanya tertera di dalam metode. Misalnya SNI pengujian Fe dalam air limbah memiliki syarat keberterimaan yakni r > 0,995 maka jika didapatkan nilai r < 0,995 maka data tersebut tidak daat diterima atau perlu dilakukan pengulangan dari awal pada pengujian tersebut. tetapi untuk syarat keberterimaan hasil estimasi ketidakastian harus dibawah 50% dari hasil uji yang didapatkan.

4. Kapan kita harus menggunakan distribusi normal dan distribusi rectangular ?

Jawab :

Perlu kita ketahui bahwa distribusi normal digunakan untuk alat-alat yang memiliki sertifikat kalibrasi dimana didalam sertifikat dijelaskan bahwa terdapat keterangan selang kepercayaan 95% maka digunakan distribusi normal yakni penggunaan faktor koreksi (k) sama dengan 2 (k = 2). Sedangkan distribusi rectangular digunakan jika terdapat ketidakpastian asala kalibrasi alat tetapi tidak ada keterangan selang kepercayaan 95%, maka faktor koreksi yang digunakan adalah √3.

5.Mengapa rata-rata hasil estimasi ketidakpastian menggunakan selang kepercayaan 95% dan selalu menggunakan faktor koreksi 2 untuk ketidakpastian diperluas ?

Jawab :

Karena menggunakan selang kepercayaan 95% merupakan cara yang paling aman dalam melaporkan pengujian. Mengapa ? karena selang kepercayaan 95% masih memiliki toleransi kesalahan 5%, dimana jika terjadi sutau kesalahan maka engujian tidak langsung dihentikan tetapi memang harus diperbaiki sesegera mungkin. Sedangkan jika kita menggunakan selang kepercayaan 99% maka pengujian tersebut tidak boleh ada lagi kesalahan sedikitpun karena toleransi kesalahannya hanya 1% sehingga jika melakukan kesalahan maka pengujian harus dihentikan.

Penggunaan faktor koreksi 2 pada ketidakpastia diperluas karena penggunaan selang kepercayaan 95% maka harus dikalikan 2, karena dalam ilmu statistika selang kepercayaan 95% memiliki 2 x standar deviasi, sedangkan jika kita menggunakan selang kepercayaan 99% makan akan dikalikan 3, karena dalam selang kepercayaan 99% memiliki 3 x standar deviasi.

6.Apakah dalam perhitungan estimasi harus menghitung akurasi dan presisi ?

Jawab :

Ya, akurasi merupakan kedekatan hasil pengujian dengan hasil benar. Dalam perhitungannya kita seringkali menggunakan CRM ataupun % recovery test. Presisi juga penting untuk dihitung karena berkaitan dengan ulangan sampel yang digunakan.  Selain itu perhitungan presisi dapat mengetahui konsistensi analis, kestabilan peralatan, serta tingkat kesulitan metode pengujian yang digunakan

7.Jika ketidakpastian kalibrasi pada sertifikat kalibrasi buret hanya melampirkan nilai standar deviasi (Sd) yg dilakukan pada 10 kali pengulangan dan tidak melampirkan nilai uncertainty, apakah nilai Sd tersebut dapat langsung saya gunakan sbagai ketidakpastian baku kalibrasi tanpa harus dibagi degan faktor koreksi, distribusi probabilitas, ataupun akar jumlah pengulangan?

Jawab :

Pada dasarnya nilai estimasi ketidakpastian merupakan nilai standar deviasi. Oleh karena itu jika pada sertifikat kalibrasi terdapat nilai standar deviasi maka nilai SD tersebut dapat dijadikan ketidakpastian asal alat hanya saja tetap dibagi dengan faktor koreksi. Karena apapun yang berasal dari sertifikat kalibrasi dan pada sertifikat terdapat selang kepercyaan 95% maka harus dikalikan dengan faktor koreksi yaitu 2.

 

8.Apakah dilaboratorium yg menerapkan iso 17025:2017, yg telah menentukan nilai ketidakpastian pengukuran satu parameter harus selalu melakukan perhitungan estimasi ketidakpastian pengukuran setiap kali akan melakukan pengukuran parameter tersebut?

Jawab :

Iya kak, karena dalam ISO 17025 : 2017 sudah diwajibkan untuk menggunakan estimasi ketidakpastian. Hal ini ditunjukkan pada klausul 7.6 yakni mengenai evaluasi estimasi ketidakpastian.

9.Langkah langkah apa saja dalam validasi metode ? Apakah harus terdapat estimasi ketidakpastian?

Jawab :

Dalam validasi metode yang umum dilakukan adalah selektifitas, LOD (limit of detection), LOQ (Limit of quantification), Working range, sensitifitas,, akurasi, presisi, ketidakpastian pengukuran dan robustness. Ya harus terdapat estimasi ketidakpastian karena dari ketidakpastian tersbeut dapat diketahui interval yang terkait dengan hasil pengukuran yang mengunngkapkan kisaran nilai yang cukup dapat dikaitkan dengan kuantitas yang diukur.

10.Apa notasi ketidakpastian, apakah sama SD dengan CV ?

Jawab :

Notasi ketidakpastian bisanya disimbolkan dengan U (uncertainty). Standar devasi berbeda dengan CV. SD adalah nilai ketidakpastian kita hasil pengujian kita, Sedangkan CV biasanya digunakan dan dihitung apakah syarat keberterimaan presisi dapat diterma atau tidak.

11.Bagaimana cara mengetahui bahwa presisi baik dan bagus ?

Jawab :

Kita lihat syarat keberterimaan pada metode yang digunakan misalnya SNI aka dilihat terlebih dahulu %RSD yang diterima dalam rentang berapa. Dalam ilmu statistika semakin kecil nilai standar deviasi maka semakin bagus karena data yang dihasilkan tepat.

12.Dalam perhitungan estimasi ketidakpastian titrimetri ada faktor apa saja ?

Jawab :

Dalam titrimetri sumber ketidakpastian yang biasanya adalah ketidakpastian asal standarisasi, ketidakpastian asal faktor pengenceran, ketidakpastian asal buret, ketidakpastian asal pipet dan ketidakpasian asal kemurnian bahan. Kurang lebih samaseperti itu tapi jika memang ada tambahan sumber ketidakpastian lain pada saat titrasi maka ditambahkan pada sumber ketidakpastian. Hakikatnya sumber ketidakpastan itu didapatkan dari rumus perhitungan yang kita guankan.

13.Bagaimana memastikan bahwa estimasi ketidakpastian yang telah ditentukan oleh lab sudah benar atau valid selain dengan cara memvalidasi metode?

Jawab :

Kita cek kembali dengan cara mengidentifikasi sumber ketidakpastiannya masing-masing denga teliti, tetapi dalam memastikannya memang harus dilakukan validasi metode. Karena di dalam validasi metode terdapat perhitungan estimasi. Jadi, jika sudah melakukan validasi metode maka estimasi ketidakpastianpun sudah benar.

14.Bagaimana menentukan nilai estimasi ketidakpastian dengan benar?. serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan?

Jawab :

Cara menentukan nilai estimasi ketidakpastian dengan benar adalah dengan melakukan langkah-langkahnya dengan benar. Pertama kita lihat dulu rumus perhitungan dari pengujian yang kita lakukan. Kemudian kita identifikasi sumber ketidakpastian dari pengujian yang terjadi setelah itu hitung masing-masing sumber ketidakpastian yang kemudian digabungkan menjadi sumber ketidakpastian gabungan. Biasanya kesalahan dalam perhitungan estimasi ketidakpastian adalah salah emmasukkan rumus perhitungan dan identifikasi menggunakan distribusi normal dan rectangular. Oleh karena itu perlu kecermatan dan ketelitian dalam mengidentifikasi sumber ketidakpastiannya.

Demikian tanya jawab tentang estimasi ketidakpastian, Silahkan menuliskan pertanyaan dan komentar di kolom dibawah ini.

Leave a reply