17 Tanya Jawab Mengenai Analisa Mikrobiologi Yang Benar

Analisa mikrobiologi merupakan salah satu analisa yang banyak dilakukan di Indonesia. Karena terkait analisa mikrorganisme yang juga bagian dari makhluk hidup, analisa mikrobiologi menyisakan banyak pertanyaan agar analisa bisa berjalan dengan baik dan benar.

Untuk itu, tanggal 16 – 20 Juli 2018 kami mengadakan #MikrobiologyWeek yang memberikan  kesempatan kepada Sahabat LabMania untuk mengajukan pertanyaan terkait analisa di laboratorium Mikrobiologi.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang masuk dari Sahabat Labmania mengenai analisa mikrobiologi.

1.Apakah media pertumbuhan bakteri lebih baik menggunakan media padat atau cair?

Jawab :

Baik tidaknya media untuk pertumbuhan bakteri bukan dilihat dari bentuk cair atau padat.  Tapi kualitas saat pembuatan media termasuk air, suhu, lama pemanasan dan medianya itu sendiri. Oleh karena itu kita perlu cek airnya maupun medianya. Untuk media kita bisa lakukan GPT.  Media cair dan padat digunakan tergantung dari metode yg kita pakai.

Jika metode yg kita pakai menggunakan media cair, maka kita harus gunakan itu.
Misalnya metode MPN untuk e.coli/coliform, itu pakai media cair.  Contoh media cair E.coli Broth.

2.Berapa lama penyimpanan media mikrobiologi ? Apakah media masih baik digunakan apabila penyimpanannya berbulan bulan?

Jawab :

Lama penyimpanan media dapat dilhat pada ISO 11133, disebutkan bahwa 1-2 minggu untuk media yang di cawan. Sedangkan yang dibotol bisa sampai 1 bulan. Namun, sebaiknya lakukan validasi trial penyimpanan media sendiri agar bisa tahu berapa sebenarnya media itu bisa bertahan dan kualitasnya masih sama.

3.Mengapa media Chromocult agar susah memadat ?

 Jawab :

Untuk Media Chromogenic agar : Silahkan di cek, kadar air atau di cek ulang timbangannya / gelas ukurnya. Sedangkan untuk CCA saat pembuatan media  dipanaskan sampai mendidih, sambil di goyang / gerakan memutar.  Tapi jangan over heating / terlalu lama, jadi setelah tampak akan mendidih, segera angkat.

TIDAK DIAUTOCLAVE.

Dinginkan sampai suhu 45-50°C lalu tuang ke cawan petri / wadah lain.

CCA tidak boleh diautoclave karena akan merusak komposisinya bisa rusak.

4.Jelaskan informasi terkait Manajemen Laboratorium Mikrobiologi, baik itu terkait tata letak, penanganan limbah dan preparasi bahan !

Jawab :

Diperlakukan sebagai limbah medis, disterilkan dengan cara autoclave untuk limbah padat. Setelah itu tetap dibuang sebagai sampah medis infeksius ( karena resiko toksiknya). Secara umum, bisa lihat referensi di Permenkes no. 56 / 2015 tentang pengelolaan limbah medis. Selain itu, dapat dilihat pada NUS laboratory Biorisk.

5.Acuan spesifik untuk teknis ataupun design mikro ada atau tidak di Indonesia?

Jawab :

Secara spesifik aturan analisa mikro masuk ke dalam Good Laboratory Practice, salah satunya adalah adanya peraturan mengenai analisa mikrobiologi klinis di dalam GLP tapi tidak detail. Acuan detail mengenai analisa mikrobiologi dapat dilihat pada NSU Standard.

6.Adakah acuan Good Microbiology Practices dalam bentuk bahasa indonesia?

Jawab :

Untuk sementara belum ada, karena acuannya sama seperti Good Laboratory Practices yakni pada Good Laboratory Practices tetapi tidak sedetail Good Microbiology Practices yang ada di luar negeri.

7.Apakah penggunaan sarung tangan disarankan pada saat pembuatan media , isolasi/inokulasi?

Jawab :

Tergantung pada alat apa saja yang kita gunakan..  Jika menggunakan ose dan bunsen maka tidak perlu memakai sarung tangan karena membahayakan tangan dari api yang dihasilkan bunsen.

8Apakah pewarnaan gram dapat menggunakan petrifilm?

Jawab :

Tidak karena secara fase, baik dalam kebutuhan pewarnaan gram ataupun petrifil mempunyai fase yang berbeda. Penggunaan petrifilm harus dilakukan sesuai SOP yang berlaku.

9.Apakah penempatan petrifilm yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kualitas petrifilm?

Jawab :

Ya, karena petrifilm memiliki deskripsi bagaimana mengeceknya, melihat apakah petrifil tersebut masih dipakai atau penyimpanannya. Jika penyimpanan tidak sesuai maka akan berpengaruh pada kualitas petrifilm bahkan hasil uji yang digunakan.

10.Apakah ada Quality Control untuk setiap BSC atau BSL ?

Jawab :

Tergantung pada tingkat bahaya yang ada pada laboratorium. Untuk BSL level 1 seperti penggunaan alat seperti Hepa Filter itu dikalibrasi 1 tahun sekali.

11.Acuan detail untuk pemeriksaan mikrobiologi?

Jawab :

GLP yang sekarang sudah diadopsi PERMENKES dijelaskan mengenai detail ukurannnya ataupun bagaimana design fasilitas laboratorium.

12.Terkait pengujian mikro untuk sampel susu, harus kah menggunakan pengenceran pada setiap pengujian? Mengapa ? Kalo tanpa pengenceran itu bagaimana hasil pengujian nya?

Jawab :

Pengenceran dilakukan agar hasil pertumbuhan setelah ditanamkan dimedia dapat dihitung. Jadi pengenceran sangat diperlukan,jika tidak ketika hasilnya tidak bisa dihitung, kita tidak bisa menentukan berapa sebetulnya sampel tersebut.

13.Apakah pH netral mempengeruhi dalam pembuatan media?

Jawab :

Sangat mempengaruhi. pH adalah salah satu faktor yg dapat berpengaruh terhadap media. Jadi disarankan agar membaca label di botol media. Biasanya ada petunjuk toleransi pH berapa. Kemudian cek juga pH air yang digunakan untuk melarutkan media.

14.Mengapa hanya e.coli yg menggunakan MPN? Namun di peraturan baru saat ini sudah cfu/ml?

Jawab :

Satuan parameter dipengaruhi oleh metode. Untuk E.coli metode enumerasi yang sudah distandardkan adalah metode MPN, maka satuannya MPN / 100 ml atau MPN / ml. Untuk bakteri lain, menggunakan metode enumerasi biasa ( kuantitatif / semikuantitatif dengan media selektif / differensial), maka satuannya CFU / ml ( ini juga bisa berlaku utk E.coli).

15.Apakah dalam pembuatan media yg tdk diautoclave perlakuannya harus steril semua? mulai dari peralatan gelas, pengaduk, air, dan penimbangannya pun di laminar?

Jawab :

Ya harus steril. Penimbangan tidak harus di laminar. Pemanasan bisa dikeduanya Hotplate atau penangas air dengan kompor. Untuk sampai mendidih dperkirakan titik didih 100°C ( seperti air), yang penting di homogenkan dengan cara di agitasi / di kocok brkali kali sampai warna media menjadi bening.

16.Media apa sih yg biasanya di gunakan utk uji lactobacillus?

Jawab :

Media yang bisa digunakan yaitu media MRS Agar. Metodenya bisadilihat di ISO 15214:1998 metode enumerasi untuk bakteri asam laktat dengan menggunakan perhitungan jumlah koloni.

17.Media untuk uji pseudomonas aureuginosa apa ya kak?

Jawab :

Media yang bisa digunakan yaitu media Pseudomonas aeroginosa agar base with supplement. Metodenya jika samplenya air bisa dilihat di iso 16266:2006 deteksi dan enumerasi Pseudomonas aeroginosa dengan metode membran filter

Demikian pertanyaan dan jawaban terkait analisa di laboratorium mikrobiologi,jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi saya di e-mail [email protected]

Semoga bermanfaat

Leave a reply