Ruko Ruby Commercial No.TC 25 Summarecon Bekasi

Apakah anda ingin mengimplementasikan sistem manajemen di laboratorium anda?

Banyak Sahabat LabMania dari Laboratorium pendidikan, laboratorium makanan dan minuman serta laboratorium riset yang sedang berusaha untuk meningkatkan kompetensi laboratoriumnya dengan mengimplementasikan sistem manajemen

Untuk membantu Sahabat LabMania mengimplementasikan Sistem Manajemen di Laboratorium, Berikut adalah 4 Langkah untuk implementasi sistem manajemen di laboratorium

1. Menetapkan sistem manajemen di laboratorium

Langkah pertama adalah menetapkan sistem manajemen apa yang akan di gunakan di laboratorium.

Untuk membantu menepatkan pilihan, ada beberapa sistem manajemen yang di bisa digunakan di laboratorium, yaitu :

a. SNI ISO 9001:2015

ISO 9001 adalah sistem manajemen mutu yang bisa diterapkan diseluruh organisasi termasuk di laboratorium.

b. Good Laboratory Practices (GLP)

GLP adalah Sistem Manajemen Laboratorium pertama yang digunakan di dunia. Standar GLP yang bisa digunakan dapat merujuk ke GLP WHO atau GLP OECD

c. SNI ISO/IEC 17025:2017

SNI ISO/IEC 17025:2017, Persyaratan Umum Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi adalah sistem manajemen laboratorium yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Daftar Training SNI ISO/IEC 17025:2017 Dari LabMania

d. SNI ISO 15189:2020

SNI ISO15189:2020, Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Medik, bisa digunakan oleh laboratorium medik

Daftar Training Laboratorium Kesehatan Masyarakat 2024

e. SNI ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan

Sistem Manajemen ini bisa digunakan di laboratorium pendidikan.

2. Mendokumentasikan sistem manajemen

Langkah kedua setelah menetapkan sistem manajemen adalah menyusun sistem dokumentasi.Standar yang bisa digunakan adalah SNI 10013:2012, Quality Manajemen Systems, Guidance for documented information.

Sesuai SNI 10013:2012 , terdapat 8 Struktur Informasi terdokumentasi yang perlu disiapkan

a. Kebijakan mutu

b. Sasaran mutu

c. Panduan mutu

d. Prosedur

e. Automated workflow

f. Instruksi kerja

g. Formulir

h. Rekaman

3. Implementasi sistem manajemen

Setelah menyusun dokumentasi, langkah berikutnya adalah menerapkan sistem manajemen dengan benar mengikuti prosedur dan instruksi kerja yang telah disusun.

4. Memelihara sistem manajemen

Langkah terakhir adalah memastikan bahwa sistem manajemen dilaksanakan terus menerus sehingga didapatkan perbaikan berkesinambungan.

Untuk memelihara sistem manajemen, laboratorium bisa melakukan audit internal dan kaji ulang manajemen secara berkala.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait 4 langkah implementasi sistem manajemen di laboratorium.

Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, atau hubungi kami melaluiHP/WA 0821-2429-3839.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *