3 Cara Mendapatkan Akurasi dan Presisi Yang Baik

Apakah hasil pengujian yang kita dapatkan benar ? 

Apakah data yang didapatkan sesuai dengan jumlah minimum pengambilan data ? 

Apakah data yang kita dapatkan dari instrumen merupakan data yang valid dan dapat diterima sesuai dengan syarat keberterimaan metode yang digunakan ? 

BERSAHABAT DENGAN DATA

Merupakan salah satu cara yang paling penting. Dalam pengujian siapa bilang kita tidak bisa bersahabat dengan data. Penting sekali kita memastikan bahwa data yang kita dapatkan merupakan hasil yang valid.

Faktanya seringkali kita lupa bahwa pengambilan data pada saat pengujian memerlukan adanya akurasi dan presisi yang baik. Apalagi kita menggunakan metode SNI (Standar Nasional Indonesia). Dalam metode SNI seringkali kita menemukan syarat keberterimaan presisi dan akurasi yang sudah tercantum dalam metode. Misalnya %RSD pada uji kadar Fe dalam sampel air limbah maksimal 7,65%. Maka data yang kita hasilkan tidak boleh memiliki niai presisi lebih dari 7.65%.

Untuk mendapatkan data dengan presisi dan akurasi yang baik, maka sebelum dilakukan perhitungan lebih lanjut maka kita harus melakukan beberapa tips :

Gunakan alat gelas dengan grade yang paling bagus (Grade A)

Alat gelas seringkali digunakan dalam pembuatan deret standar ataupun preparasi sampel.

Penggunaan alat gelas kuantitatif yang digunakan sangat berpengaruh pada hasil baca instrumen yang digunakan ataupun nilai ketidakpastian yang dihasilkan.

Peralatan gelas dengan grade A memiliki toleransi minimum dari pada grade B. Sehingga tidak menghasilkan nilai ketidakpastian yang besar, bahkan bisa dipastikan jika pengerjaan benar dan kompetensi analis yang berkompeten maka penggunaan alat gelas grade A dapat memberikan hasil akurasi dan presisi yang bagus.

Dilakukan uji pencilan data

Pencilan data perlu dilakukan untuk memastikan bahwa data yang didapatkan dapat diterima dan dapat dilaporkan.Faktanya seringkali terdapat satu atau dua data yang menyimpang dari data yang lainnyaHal ini dapat mempengaruhi nilai presisi dan akurasi yang didapatkan. Uji pencilan data dapat dilakukan dengan menggunakan uji Grubb tipe 1, 2 dan 3.

Menggunakan metode yang sudah divalidasi di Laboratorium

Validasi metode sangat diperlukan dan menjadi faktor utama penentu hasil pengujian yang dilakukan.Penggunaan metode yang belum tervalidasi dapat menyebabkan akurasi dan presisi dianggap tidak valid.

Faktanya memang keinginan setiap laboratorium menginginkan hasil yang valid dan terpercaya. Tapi dalam menghasilkan hasil yang baik perlu dilakukan pengerjaan yang baik pula, salah satunya adalah menghasilkan presisi dan akurasi yang bagus. Sehingga hasil yang didapatkan dapat terpercaya dan valid.

Semoga bermanfaat.

Leave a reply