3 Langkah Agar Media Mikrobiologi Tidak Gagal Memadat

Pelajari 3 langkah mudah ini, dijamin media agar yang kamu buat tidak akan gagal lagi memadat

Bakteri, Kapang, dan Jamur merupakan jenis mikroorganisme yang sering kita jumpai ketika melakukan analisa mikroba. Kehadiran mikroba sudah tidak bisa kita hindari, karena banyak terdapat di lingkungan sekitar kita.

Munculnya mikroorganisme sangat dipengaruhi oleh adanya nutrisi dan lingkungan yang mendukung untuk  pertumbuhan mikroorganisme. Seperti halnya makhluk lain, mikroorganisme juga membutuhkan suplai makanan yang akan menjadi sumber energi dan menyediakan unsur-unsur kimia dasar untuk pertumbuhan sel. Unsur-unsur dasar tersebut adalah karbon, nitrogen, oksigen, sulfur, fosfor,magnesium, zat besi, dan sejumlah kecil logam lainnya.

Komponen nutrisi ini bisa didapatkan salah satunya dari media yang kita gunakan dalam melakukan penanaman atau perbanyakan mikroorganisme.

Media terbagi menjadi 2 bentuk yaitu media agar dan media cair. Perbedaannya hanya terletak pada bentuknya ketika media sudah dibuat. Tidak seperti media cair, media agar sangat sensitif terhadap  proses pembuatannya. Karena keberhasilan memadatnya media agar ditentukan oleh cara pembuatan media yang  baik dan benar.

Kejadian media agar yang tidak memadat sering kali terjadi di beberapa laboratorium. Hal ini terbukti banyak pertanyaan dari sahabat LabMania yang menceritakan permasalahannya terkait media agar yang tidak memadat. Permasalahan ini terjadi terutama pada media yang tidak diautoclave. Media yang tidak diautoclave artinya media tersebut tidak mengalami sterilisasi. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana langkah yang tepat agar media agar tidak gagal memadat.

Langkah 1 : Pengecekan Dosis Media

Sahabat LabMania harus mengecek apakah dosis antara media yang digunakan sudah tepat. Selain itu, cek juga perbandingan air untuk melarutkan media. Jangan sampai air yang digunakan melebihi dari yang seharusnya.  Dosis berapa gram media yang ditambahkan tergantung dari berapa volume media yang akan dibuat. Dosis dapat dilihat di label yang ada pada botol media.

Langkah 2 : Penggunaan Suhu

Suhu yang digunakan untuk memanaskan media tidak boleh rendah, namun juga tidak boleh terlalu lama didihkan. Kisaran suhu yang dapat digunakan 95-100oC. Jika terlalu lama didihkan, dapat mengakibatkan media menjadi over heating. Media over heating berdampak pada kerusakan nutrisi atau komponen yang ada pada media tersebut.  Jadi sebaiknya ketika media sudah mencapai titik didih, media agar tersebut langsung diangkat.

Langkah 3 : Pengadukan

Frekuensi pengadukan menjadi hal yang penting dalam menentukan memadatnya media. Semakin sering media diaduk, maka semakin homogen media tersebut. Penggunaan hotplate stirrer dalam pembuatan media, sangat memudahkan proses homogenasi media.

Jika sahabat LabMania melakukan pengadukan secara manual, frekuensi pengadukan harus sangat diperhatikan. Selama pemanasan, pengadukan secara manual harus sesering mungkin, indikatornya adalah sampai warna media terlihat jernih. Media yang jernih menandakan media dapat memadat sempurna dan tidak granul-granul agar yang terbentuk.

Seperti itulah langkah-langkah yang bisa sahabat LabMania gunakan dalam pembuatan media yang tidak diautoclave.

Semoga bermanfaat.

Jika masih ada pertanyaan, silahkan komentar di bawah ini.

Leave a reply