3 Langkah Penting Dalam Penggunaan Autoclave Di Laboratorium

Bagaimana teknik penggunaan autoclave yang benar?

Autoclave adalah salah satu peralatan laboratorium yang harus tersedia di laboratorium mikrobiologi. Autoclave menggunakan panas dan tekanan dengan air untuk membuat uap super panas.

Autoclave  memungkinkan suhu uap air jenuh berada dalam suatu ruang (chamber), dan digunakan untuk membunuh mikroba.

Menurut SNI ISO 7218:2012, Mikrobiologi bahan pangan dan pakan-Persyaratan umum dan pedoman untuk pengujian mikrobiologi, Autoclave (sebaiknya) dilengkapi dengan :

  • setidaknya satu katup pengaman,
  • saluran pengeluaran (drain cock),
  • alat pengatur yang memungkinkan suhu di dalam ruang dapat dipertahankan pada kisaran + 3 °C dari suhu target (untuk memperhitungkan ketidakpastian pengukuran yang berhubungan dengan termokopel pengukur)
  • probe suhu atau termokopel perekam.
  • harus dilengkapi dengan pengatur waktu dan perekam suhu.

Autoclave biasanya diperlukan untuk dua tujuan dasar, yaitu :

1. Untuk mensterilkan media, instrumen, atau peralatan lab seperti peralatan gelas dan peralatan khusus 

Sterilisasi yang efektif membutuhkan suhu uap lebih dari 250 ° F (121 ° C). Tekanan autoclave khas adalah setidaknya 20 pound per inci persegi (1 psi)

2. Untuk menonaktifkan bahan limbah biologis.

 

Karena fungsinya tersebut, autoclave bisa menimbulkan bahaya yang cukup signifikan bagi personil laboratorium, diantaranya :

1. Bahaya fisik yang disebabkan oleh suhu tinggi, uap, tekanan dan benda tajam

2. Bahaya biologis tambahan seperti infeksi dari bahan yang di autoclave

 

Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA) United States Department of Labor, berikut adalah praktek yang benar untuk mencegah bahaya dari penggunaan autoclave :

  • Yakinkan bahwa tutup autoclave sudah terkunci dengan benar sebelum digunakan
  • Jangan memindahkan barang dari autoclave sebelum suhu lebih dingin, Untuk alasan keamanan, jangan mengeluarkan isi Autoclave sebelum suhu turun di bawah kira-kira 80 °C.
  • Gunakan forceps atau alat lain (jangan gunakan tangan) untuk mengambil alat tajam yang diautoclave

Selama siklus sterilisasi yang sama, jangan gunakan autoclave  untuk mensterilkan peralatan bersih (dan atau media biakan) bersamaan dengan dekontaminasi peralatan yang sudah digunakan (dan atau media biakan yang telah digunakan). Lebih baik menggunakan autoclave terpisah untuk kedua proses tersebut.

Untuk pemeliharaan, Bersihkan ruang, tiriskan filter dan segel tutup/pintu secara teratur. Periksa integritas segel / tutup pintu. Lakukan pengurasan dan penghilangan kerak, jika perlu, secara berkala. Ikuti rekomendasi pabrik.

Berikut adalah 3 Langkah Penting dalam Penggunaan Autoclave

Langkah Pertama, Training

Meskipun memuat dan menjalankan autoclave mungkin tampak sesederhana menggunakan mesin pencuci piring anda di rumah, diperlukan cara untuk mengoperasikan autoclave dengan aman dan efisien.

Untuk mengetahui teknik pengoperasian yang benar kita harus berpatokan pada manual book dari autoclave yang kita gunakan. Setiap autoclave akan memiliki teknik penggunaan yang (mungkin) berbeda . Buku manual sebaiknya tersedia di laboratorium.

Standard Operational Procedure (SOP) penggunaan autoclave dibuat berdasarkan buku manual ini.

Berdasarkan Sistem Manajemen Laboratorium SNI ISO/IEC 17025:2017, SOP penggunaan autoclave sebaiknya berisi:

  • SOP Penanganan autoclave
  • SOP Penggunaan autoclave
  • SOP Kalibrasi dan pengujian antara autoclave
  • SOP Perawatan autoclave

Sebagai langkah pertama dalam penggunaan autoclave yang benar, kita harus melakukan pelatihan pada seluruh personil atau staff yang akan menggunakn autoclave.

Penyelia atau manager akan menjadi penanggung jawab proses pelatihan ini. Dokumentasikan proses pelatihan dan simpan salinan dokumentasi itu di laboratorium.

Paling tidak, pelatihan harus mencakup:

  • Lokasi, fungsi, dan penggunaan biological indikator
  • Penggunaan yang benar , termasuk prosedur penutupan
  • Alat pelindung diri yang diperlukan (sarung tangan tahan panas, jas lab, pelindung mata, dan sepatu tertutup)
  • Pelaporan insiden dan pemeliharaan; pencatatan
  • Prosedur darurat

Langkah Kedua – memantau dan menguji efektivitas autoclave

Untuk memastikan autoclave kita berfungsi dengan baik dan sterilisasi atau inaktivasi berjalan dengan efektif, kita perlu memantau kinerja autoclave dan secara rutin menguji siklus sterilisasi.

Sebagai contoh, Pada salah satu Undang Undang di Florida terkait penanganan limbah biomedis, autoclave harus diuji sebelum digunakan dan diuji secara berkala sesudahnya.Untuk autoclave yang digunakan untuk menonaktifkan patogen manusia, darah, jaringan, sampel klinis, dll, pengujian diperlukan setiap 40 jam penggunaan. Autoclave yang digunakan untuk mensterilkan bahan lain harus diuji setiap enam bulan. Ini adalah jadwal pengujian yang wajar untuk sebagian besar laboratorium penelitian. Lembaga lain merekomendasikan pengujian setidaknya sebulan sekali dengan indikator biologis.

Menguji efektivitas sterilisasi autoclave memerlukan penggunaan indikator biologis (Biological Indicator/BI) . Biological indicator tersedia dalam kit uji yang disiapkan secara komersial yang mengandung spora bakteri — biasanya Bacillus stearothermophilus.

Kebanyakan spora test kit memerlukan inkubasi dari vial test biological indocator  yang diautoclave  bersama dengan vial kontrol biological indocator yang tidak diautoclave. Inkubasi akan memungkinkan spora yang masih hidup tumbuh.

Pengunaan Biological Indikator berbeda di tiap laboratorium bergantung pada persyaratan yang diikuti. Beberapa perusahaan menggunakan Biological Indikator setiap kali autoclave di gunakan, beberapa menggunakan Biological Indokator secara berkala setahun sekali atau setahun dua kali.

Free Training Good Microbiological Practices

 Langkah ketiga dan terakhir – pencatatan

Program keamanan autoclave yang baik harus menyertakan dokumentasi. Quality Asurance (penanggung jawab mutu)  dan penyelia laboratorium bertanggung jawab untuk memastikan catatan atau rekaman yang tepat selalu diperbaharui.

Pengguna autoclave harus bertanggung jawab untuk merekam semua informasi terkait penggunaan autoclave. Sesuai SOP, sebaiknya laboratorium menyimpan rekaman atas :

  • pelatihan penggunaan autoclave
  • penggunaan autoclave
  • monitoring autoclave
  • kalibrasi autoclave

Silahkan klik disini untuk mendapatkan template formulir penggunaan autoclave

Kesimpulan

Kunci untuk bekerja dengan autoclave  adalah pertama-tama mengenali bahaya, diikuti dengan pelatihan, pengujian, dan penyimpanan catatan. Di lokasi laboratorium di mana autoclave digunakan, yang paling penting adalah memastikan pasokan fasilitas dan ventilasi gas buang yang memadai serta penggunaan peralatan pelindung diri yang tepat.

 

Leave a reply