3 Teknik Pengendalian Mutu Pada Pembuatan Media Mikrobiologi

Bagaimana melakukan pengendalian mutu pada pembuatan media mikrobiologi?

Penyiapan media merupakan langkah dasar untuk menjamin integritas pengujian mikrobiologi, sehingga harus benar benar diperhatikan. Persyaratan pembuatan dan penggunaan media mikrobiologi mungkin spesifik baik untuk sampel maupun organisme yang dideteksi.

Media mikrobiologi yang memenuhi kriteria kinerja yang ditetapkan merupakan pre-requisite untuk melakukan pengujian mikrobiologi. Pengujian yang cukup terhadap media mikrobiologi sebaiknya dilakukan untuk menunjukkan :

  • Keberterimaan dari setiap batch media.
  • Bahwa media sesuai dengan peruntukkannya.
  • Bahwa media dapat memberikan hasil yang konsisten

Berikut adalah 3 Pengendalian mutu untuk pembuatan dan penggunaan media mikrobiologi.

I. Penyiapan Media Mikrobiologi di Laboratorium

1. Air

Laboratorium mikrobiologi sebaiknya mengunakan hanya air yang dimurnikan, misalnya air dari proses destilasi, demineralisasi, deionisasi atau air yang dihasilkan dari proses reverse osmosis, atau air yang mutunya setara dan bebas dari bahan bahan penghambat pertumbuhan bakteri.

Air harus disimpan dalam wadah tertutup rapat (gelas, polyethylene, dsb) yang harus bebas dari bahan-bahan penghambat. Disarankan untuk menggunakan air segera setelah dibuat.

Kontaminasi mikroba tidak boleh melebihi 10³ koloni/ml dan lebih disarankan 10² koloni/ml. Lakukan pemantauan kontaminasi mikroba secara berkala sesuai ISO 6222 dengan menginkubasi cawan pada 22°C 1 selama 68 ± 4 jam atau menggunakan metode yang setara.

Konduktifitas air harus tidak lebih dari 25 µScm‾¹ (setara dengan resistivitas > 0.04 MΩcm) dan lebih disarankan dibawah 5 µSm-¹ pada 25° C.,kecuali sebaliknya diperlukan dengan rancangan.

Konduktifitas air harus dicheck sebelum digunakan.

Free Template :

Silahkan klik untuk mendownload

Formulir monitoring air

2. Pengukuran dan pengaturan pH

Ukur pH media mikrobiologi menggunakan pH meter dan lakukan pengukuran sebelum sterilisasi jika diperlukan, sehingga setelah sterilisasi dan didinginkan pada 25°C media mikrobiologi berada pada unit ±0.2 yang diperlukan, kecuali jika disebutkan sebaliknya.

Pengaturan pH biasanya dilakukan dengan menggunakan larutan NaOH kira kira 40g/l [c(NaOH) = 1 mol/l] atau diencerkan dengan asam klorida kira-kira 36.5 g/l [c(HCl) sekitar 1 mol/l].

Jika pengaturan dilakukan setelah sterilisasi, gunakan larutan yang sudah steril.

Webinar Verifikasi pH Meter

3. Sterilisasi

Lakukan sterilisasi menggunakan uap panas atau filtrasi. Media mikrobiologi tertentu seperti media mikrobiologi chromogenik tidak membutuhkan sterilisasi dengan autoclave tetapi dapat dilakukan hanya dengan pendidihan.

Sebagai contoh, media untuk Enterobacteriaceae mengandung Brilliant Green yang sensitif terhadap panas dan cahaya sehingga setelah mendidih sebaiknya didinginkan segera dan lindungi dari cahaya terang. Beberapa pereaksi dapat digunakan tanpa sterilisasi,  tetapi penggunaannya disesuaikan dengan Standar International tertentu atau petunjuk pabrikan.

Terdapat 2 metode yang dapat digunakan untuk melakukan sterilisasi, yaitu :

a. Sterilisasi dengan uap panas

Lakukan sterilisasi uap panas dengan Autoklaf atau alat penyiapan media. Secara umum pengoperasian autoklaf dilakukan pada 121°C 3 C selama 15 menit.

Untuk volume yang lebih besar dari 1000 ml, sesuaikan siklus sterilisasi untuk menjamin kecukupan panas.

Pemanasan berlebih dapat terjadi pada volume media mikrobiologi besar (> 1000 ml). Dalam semua kasus, ikuti petunjuk sesuai dengan Standar Internasioanl atau petunjuk pabrikan.

b. Sterilisasi dengan filtrasi

Sterilisasi filtasi dapat dilakukan dalam kondisi vakum atau bertekanan. Gunakan peralatan steril dan membrane dengan pori berdiameter 0.2 µm. Beberapa membrane filter mungkin dapat menyisakan protein atau substansi lain (seperti antibiotik).

Untuk mendapatkan konsentrasi yang benar, sebaiknya pengguna memilih membrane yang sesuai, misalnya low protein-binding membrane dan membasahi filter terlebih dahulu (pre-wet filter).

II. Penyimpanan Media

Media mikrobiologi mempunyai umur simpan yang berbeda. Simpan media pada kondisi yang dapat merubah komposisi dengan craa menjauhkan dari cahaya dan desikasi.

Gunakan media padat secepatnya atau simpan terbalik dibawah kondisi yang dapat mencegah perubahan komposisi, contohnya dalam gelap dan atau dalam refrigerator pada suhu 5 °C± 3 C dalam kantong yang tertutup rapat.

Jika media disimpan dalam refrigerator, disarankan untuk tidak menyimpan lebih dari 2 sampai 4 minggu untuk cawan dan 3 sampai 6 minggu untuk botol dan tabung yang ditutup, kecuali sebaliknya dinyatakan dalam standar atau hasil evaluasi umur simpan dari laboratorium menunjukkan umur simpan yang lebih panjang.

Tandai cawan pada bagian bawah atau pada bagian sisi dengan tanggal penyiapan, dan atau tanggal kadaluarsa dan identitas. Sistem penandaan alternatif yang memenuhi persyaratan ini dapat digunakan.

Umur simpan cawan yang dituang akan lebih lama jika disimpan dalam kantong plastik tertutup rapat. Untuk mencegah terjadinya kondensasi, cawan harus didinginkan sebelum ditempatkan dalam kantong.

Jangan keringkan permukaan cawan agar sebelum penyimpanan dingin. Sebelum digunakan atau dilakukan pemanasan ulang, disarankan agar media ditaruh di luar untuk menyesuaikan dengan suhu ruang.

Tuang media mikrobiologi agar cair kedalam cawan petri dengan ketebalan sedikitnya 3 mm (untuk cawan petri diameter 90 mm, secara normal diperlukan 18-20 ml agar) atau sesuai dengan standar yang terkait. Jika cawan diinkubasi lebih dari 72 jam, atau diatas suhu 40C media mikrobiologi yang diperlukan mungkin lebih banyak. Biarkan agar menjadi dingin dan beku dengan menempatkan cawan diatas permukaan horizontal yang dingin.

Selama inkubasi terjadi kehilangan cairan pada media biakan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba dalam beberapa kondisi. Faktor faktor yang mempengaruhi kehilangan air pada komposisi media antara lain :

  • Jumlah media mikrobiologi dalam cawan petri
  • Jenis inkubator yang digunakan, misal bantuan angin atau sebaliknya
  • Kelembaban atmosfir dalam inkubator
  • Posisi dan jumlah cawan petri dalam inkubator
  • Suhu inkubasi

Kehilangan air dapat dikurangi dengan cara menumpuk sampai 6 cawan dalam wadah plastik terbuka ( untuk mencegah kondensasii berlebihan). Cara lain, kelembaban udara inkubator dapat dinaikkan dengan cara menaruh wadah terbuka berisi air di bagian bawah. Air sebaiknya diganti dan alat didesinfeksi secara berkala untuk mencegah kontaminasi jamur.

III. Uji Kinerja Media Biakan

Pada Standar Persyaratan Tambahan Laboratorium Pengujian Biologi KAN K-01.04  ini menetapkan istilah umum yang berhubungan dengan jaminan mutu dan mengkhususkan pada  persyaratan minimum untuk penyiapan media biakan yang digunakan untuk analisis mikrobiologi produk pangan atau pakan.Standar ini juga dapat digunakan untuk media biakan pengujian mikrobiologi semua jenis air.

Persyaratan ini dapat diterapkan pada 4 katagori media mikrobiologi  yang digunakan di laboratorium yang disiapkan dan atau dengan menggunakan media mikrobiologi untuk melakukan pengujian mikrobiologi

a. Media siap pakai dibuat secara komersial (pabrikasi.

b. Media dapat dicairkan ulang, disuplemenkan dan didistribusikan.

c. Media disiapkan dari formulasi kering ( dehydrated formulation) yang tersedia secara komersial.

d. Media disiapkan dari komponen tersendiri.

Demikian informasi yang bisa kami sampikan terkait 3 Teknik pengendalian mutu pada pembuatan dan penggunaan media mikrobiologi. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

 

Leave a reply