4 Perubahan Utama Pada SNI ISO/IEC 17025:2017

Apa yang berubah pada SNI ISO/IEC 17025:2017?

SNI ISO/IEC 17025:2017 , Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian Dan Laboratorium Kalbrasi  adalah revisi baru SNI ISO/IEC 17025:2008 yang diterbitkan pada tahun 2005.

Sejak 1999, ISO/IEC 17025 telah menjadi acuan Internasional bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi yang ingin menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan data yang valid.

Seiring dengan perubahan dunia menuju era globalisasi yang didasarkan pada kemajuan teknologi, maka kelompok kerja dalam organisasi ISO memutuskan untuk melakukan perbaikan pada standar ISO/IEC 17025:2005.

Edisi ketiga ISO/IEC17025 diterbitkan tahun 2017 setelah pembahasan panjang oleh kelompok kerja anggota ISO/IEC diberbagai negara.

Revisi diperlukan agar dapat mecakup semua pertimbangan teknis dan teknologi informasi dengan tetap mempertimbangkan Sistem Manajemen Mutu terbaru, ISO 9001:2015.

Kajian dimulai pada Februari 2015 sebagai hasil dari proposal bersama ILAC dan South African Bureau Of Standrards (SABS), yang merupakan anggota ISO dan menjadi tuan rumah Komite Nasional untuk International Electritechnical Commision(IEC).

Pertanyaan utama adalah “Perubahan Utama Apa Yang terdapat pada SNI ISO/IEC 17025:2017?

Berikut adalah 4 Perubahan Utama Pada SNI ISO/IEC 17025:2017:

1.Ruang Lingkup

Ruang lingkup telah direvisi, mencakup semua kegiatan laboratorium termasuk pengujian, kalibrasi dan pengambilan sampel yang terkait dengan kalibrasi dan pengujian selanjutnya.

Proses pengambilan sampel sekarang sudah termasuk aktifitas laboratorium sehingga aspek aspek dari standar termasuk kedalamnya. Untuk perhitungan ketidaksesuain, kontribusi dari proses pengamblan sampel harus dihitung.

Sebagai contoh, mari kita lihat ke klausul 7.8.5 tentang Pelaporan pengambilan contoh, persyaratan khusus, yang berbunyi :

Jika laboratorium bertanggung jawab untuk aktifitas pengambilan sampel, sebagai tambahan pada persyaratan yang ada di klausul 7.8.2, laporan harus mencakup hal hal sebagai berikut, jika diperlukan untuk interpretasi hasil :

a. Tanggal pengambilan sampel

b. Identifikasi unik dari barang atau bahan sampel ( termasuk nama pabrikan, model/type dan nomer seri)

c. Lokasi pengambilan sampel, termasuk diagram, gambar atau foto.

d. Referensi rencana pengambilan sampel dan metoda pengambilan sampel

e. Detail tentang kondisi lingkungan selama pengambilan sampel yang mungkin mempengaruhi interpretasi hasil

f. Informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi pengukuran ketidakpastian untuk pengujian atau kalibrasi selanjutnya.

2.Pendekatan Proses

Pendekatan proses disesuaikan dengan standar terbaru Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan ISO 15189:2012 (Persyaratan Mutu danKompetensi Laboratorium Medis) serta ISO/IEC 17021-1:2015 (penilaian kesesuaian-persyaratan badan audit dan sertifikasi sistem Manajemen-bagian 1 : persyaratan)

Standar terbaru SNI ISO/IEC 17025:2017 menekankan pada hasil sebuah proses, bukan deskripsi terperinci tentang tugas dan langkahnya.

3.Teknologi Informasi

Fokus yang lebih kuat pada teknologi informasi sehingga standar ini memperkenalkan dan menggabungkan penggunaan sistem komputer, rekaman dan laporan hasil secara elektronik.

Hal ini mempertimbangkan bahwa laboratorium modern terus berkembang dengan teknologi informasi serta komunikasi.

Persyaratan untuk Sistem Manajemen Informasi tidak terbatas hanya kepada sistem terkomputerisasi, tapi untuk semua sistem penanganan informasi.

4.Pemikiran Berbasis Risiko

Edisi ketiga standar ISO/IEC 17025:2017 mencakup pemikiran berbasis risiko yang menggambarkan kesamaan dengan versi baru ISO 9001:2015 .

Berdasarkan standar baru ini, laboratorium diminta untuk merencanakan dan mengimplementasikan langkah langkah untuk mempertimbangkan resiko dan peluang yang terjadi pada setiap aktifitas di laboratorium.

Seperti tertulis pada klausul 8.5, tujuan pemikiran berbasis resiko adalah :

a. Memberikan jaminan bahwa sistem manajemen akan mencapai hasil yang diinginkan.

b. Meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan dan sasaran laboratorium.

c. Mencegah atau mengurangi dampak yang tidak diinginkan dan potensi kegagaglan dalam kegiatan laboratorium.

d. Mencapai perbaikan.

Jika laboratorium sudah bisa mengidentifikasi risiko yang akan terjadi pada setiap kegiatan, laboratorium dapat membuat prioritas dan mengetahui akibat yang akan terjadi.

Pengetahuan akan kesalahan atau ketidaksesuain yang mungkin terjadi dari awal, meningkatkan peluang laboratorium untuk bertindak lebih cepat, mengurangi dampak kesalahan atau dampak fiansial yang mungkin terjadi.

Demikian lah informasi tentang 4 Perubahan Utama pada ISO/IEC 17025:2017. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan tulis di kolom komment atau e-mail ke [email protected]

Rekomendasi artikel untuk dibaca :

7 Langkah Mudah Untuk Mendapatkan Akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017

Workshop pemahaman ISO 17025

 

 

Leave a reply