5 Langkah Untuk Mempersiapkan Pembuatan Job Safety Analysis (JSA) Di Laboratorium

Bagaimana membuat Job Safety Analysis (JSA) di laboratorium dengan benar?

Sesuai RAMP Methode, terdapat 4 langkah yang bisa di lakukan untuk mengimplemetasikan K3 di Laboratorium, yaitu :

(R) Recognize

(A) Assessment the risk

(M) Minimaze hazard

(P) Prepare for emergencies

Setelah melakukan identifikasi risiko, langkah selanjutnya adalah melakukan assessment (penilaian) terhadap potensi bahaya yang sudah diidentifikasi sebelumnya.

Penilaian tersebut bisa dilakukan dengan menyusun sebuah dokumen yang biasa disebut dokumen Job Safety Analysis (JSA).

Bagaimana menyusun Job Safety Analysis dengan tepat?

Berikut adalah 5 Langkah yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan pembuatan Job Safety Analysis di Laboratorium:

1.Libatkan semua pihak terkait.

Adalah sangat penting untuk melibatkan semua pihak yang terkait pada proses pembuatan Job Safety Analysis. Mereka memiliki pengetahuan yang unik terkait pekerjaan karena sering melakukannya. Pengetahuan ini sangat berharga untuk menemukan potensi bahaya.

Misalnya kita ingin membuat Job Safety Analysis (JSA)  pada prosedur Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (chemical oxygen demand/COD) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri, maka kita harus melibatkan beberapa pihak seperti :

  • Analis yang melaksanakan analisa
  • Penyelia laboratorium
  • Penanggung jawab teknis
  • Laboran yang mencuci dan membersihkan peralatan
  • Staff pembelian dan penyimpanan bahan kimia

Melibatkan semua pihak terkait akan meminimalisasi kekeliruan, menjamin kualitas job safety analysis, dan membuat semua pihak “merasa” terlibat dalam penanganan kebijakan K3 di laboratorium, sehingga implementasi bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat.

2. Kaji ulang rekaman kecelakaan

Lakukan kaji ulang terhadap daftar rekaman insiden atau kecelakaan akibat kerja di laboratorium yang membutuhkan perawatan. Juga kerusakan yang membutuhkan perbaikan dan pergantian, termasuk kejadian”near misses”.

Near miss adalah suatu insiden dimana tidak ada  cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja terjadi, namun memiliki potensi untuk terjadi.

Yang sering menjadi masalah adalah banyak laboratorium di Indonesia yang menganggap bahwa pencatatan insiden yang terjadi di laboratorium merupakan “aib”. Jadi banyak laboratorium yang lebih senang menyembunyikan data insiden dari pada menuliskannya di formulir insiden bahaya.

Artikel Terkait 

18 Dokumen Penting Untuk Implementasi K3 Laboratorium

3. Lakukan pemeriksaan awal potensi bahaya

Diskusi dengan semua pihak terkait potensi bahaya yang ada ketika melakukan analisa atau kegiatan di laboratorium. Perdalam diskusi dengan pengajuan usulan untuk menghilangkan dan melakukan kontrol pada potensi bahaya tersebut.

Jika pada pemeriksaan awal terdapat potensi bahaya yang bisa membahayakan jiwa staff di laboratorium, maka kita harus langsung segera melakukan tindakan koreksi untuk melindungi semua staff laboratorium.

Setiap potensi bahaya yang bisa dikoreksi dengan cepat, harus dilakukan segera. Jangan menunggu sampai dokumen Job Safety Analysis selesai di kerjakan.

Hal ini akan memperlihatkan komitmen laboratorium kepada kesehatan dan keselamatan kerja dan memungkinkan laboratorium untuk fokus pada potensi bahaya dan langkah analisa yang membutuhkan studi karena kompleksitas yang terjadi.

4.Buat skala prioritas

Buat daftar potensi bahaya yang memberikan risiko yang tidak dapat diterima, yang merupakan kombinasi dari potensi bahaya yang paling sering terjadi dan potensi bahaya yang dampaknya paling besar. Langkah analisa dengan potensi bahaya tersebut harus menjadi prioritas utama.

Skala prioritas akan membantu kita untuk memilih langkah yang pertama dilakukan, supaya kita bisa mengatur penggunaan sumber daya dengan lebih baik.

Misalnya, setalah membuat skala prioritas kita akan fokus pada meminimalisasi 5 potensi bahaya pada bulan pertama, 5 potensi bahaya berikutnya pada bulan kedua, dan seterusnya.

5.Uraikan setiap langkah pekerjaan

Setiap analisa bisa dibagi menjadi langkah langkah yang lebih sederhana sehingga kita bisa melihat potensi bahaya dengan baik.

Ketika memulai pembuatan Job Safety Analysis (JSA), perhatikan bagaimana staff laboratorium melakukan analisa atau kegiatan dan tulis setiap langkahnya. Catat seluruh informasi terkait langkah langkah analisa yang dilakukan, tapi jangan terlalu detail sampai mengaburkan langkah dasar yang di lakukan.

Kita juga bisa meminta staff laboratorium lain yang juga melakukan analisa yang sama untuk memberikan masukkan terhadap dokumen yang kita susun.

Terakhir, kaji ulang langkah langkah pekerjaan yang sudah kita susun untuk memastikan tidak ada yang terlewat

Kadang kadang, pada pembuatan Job Safety Analysis mungkin diperlukan foto atau video ketika analisa di lakukan untuk melihat langkah langkah lebih detail.

 

Demikian 5 Langkah yang perlu diperlukan untuk mempersiapkan pembuatan Job Safety Analysis (JSA), jika ada informsi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami di e-mail : [email protected]

 

Leave a reply