7 Kompetensi Penting Sebagai Mikrobiologist

Apakah anda ingin mendapatkan sertifikasi kompetensi sebagai Mikrobiologist?

Berikut adalah 7 Unit Kompetensi yang harus anda kuasai sebagai mikrobiologist sesuai berdasarkan  Standar Kompetensi Kerja Nasioanal (SKKNI) sesuai Keputusan Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 347 tahu 2015 tentang Penetepan SKKNI Bidang Jasa Pengujian Laboratorium.

1. Berpartisipasi dalam keselamatan kerja di laboratorium atau lingkungan kerja

A. Mengidentifikasi, mengendalikan dan melaporkan ancaman bahaya terhadap K3 dan Lingkungan

  • Memeriksa ancaman bahaya di area kerja secara rutin sebelum memulai dan selama bekerja
  • Menangani ancaman bahaya dalam lingkup tanggung jawab
  • Melaporkan ancaman bahaya dan insiden kepada personil yang ditunjuk sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan

B. Melaksanakan pekerjaan dengan aman

  • Memilih, menyesuaikan dan menggunakan pakaian dan alat pelindung diri yang tepat
  • Mentaati prosedur perusahaan selama menjalankan tugas kerja
  • Menjaga semua lingkungan kerja tetap bersih dan bebas dari hambatan
  • Memelihara standar perusahaan mengenai kebersihan pribadi
  • Menyimpan, mengangkut dan memusnahkan bahan dan barang berbahaya dengan aman

C. Mengikuti prosedur tanggap darurat dan insiden

  • Mengidentifikasi insiden dan situasi darurat
  • Melaporkan dan merekam insiden dan situasi darurat sesuai dengan prosedur perusahaan
  • Mentaati prosedur insiden dan situasi darurat berdasarkan jenis situasinya, dengan menggunakan peralatan darurat sesuai dengan prosedur perusahaan.

D. Berkontribusi terhadap K3 di tempat kerja

  • Mengemukakan isu isu K3 dan lingkungan dengan personil yang ditunjuk sesuai dengan prosedur perusahaan dan hak yang diatur dalam undang undang serta kewajiban pegawai
  • Melaksanakan partisipasi dalam kegiatan K3 dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab.

2. Menyiapkan media kultur

A. Menyiapkan media kultur

  • Menyiapkan campuran media dan pelarut untuk memastikan larutan dan juga bahan yang larut dalam keadaan panas tidak mngendap
  • Memberi media label untuk ketertelusurannya dalam proses selanjutnya
  • Menggunakan wadah yang cukup besar untuk mencampur dan memanaskan media
  • Pada saat sterilisasi, memindahkan media kedalam wadah dengan menyisakan ruang untuk pemuaian selama pemanasan dan pendinginan

B. Melakukan sterilisasi media

  • Mengisi alat sterilisasi dengan memperhatikan beban maksimum yang diizinkan dan posisi yang tepat dari bahan
  • Memastikan indikator sterilisasi ditempatkan secara benar untuk memantau proses sterilisasi
  • Mengoperasikan siklus sterilisasi mengikuti persyaratan pada manual alat untuk mencapai sterilisasi sesuai pengaturan yang ditetapkan
  • Mendinginkan media hingga mencapai suhu yang ditentukan dalam prosedur pembuatan media

C. Menuang, memberi label dan menyimpan media

  • Jika diperlukan, menambahkan komponen yang labil pada kondisi yang tidak akan menyebabkan denaturasi atau kontaminasi media
  • Memastikan bahan tambahan dan media tercampur sebelum dituang
  • Menuang media secara aseptik untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi
  • Memberi media label untuk penandaan pada area wadah kultur yang tidak menghalangi pemeriksaan pertumbuhan koloni
  • Menyimpan medai untuk memaksimalkan umur simpan dan meminimalkan kontaminasi
  • Memberi tanggal batch media untuk memastikan perputaran batch yang benar
  • Mengiknubasi cawan kontrol sebagai pemeriksaan sterilitas

D. Melakukan pemeriksaan pengendalian mutu

  • Memeriksa media untuk melihat ada atau tidaknya kontaminasi , masalah struktur atau sterilisasi
  • Memeriksa kegunaan media selektif dengan tumbuhnya organisme yang diharapkan
  • Memeriksa penyimpanan stok secara berkala agar sesuai dengan standar yang dipersyaratkan

E. Memelihara area kerja dan peralatan untuk mencegah infeksi silang dan kontaminasi

  • Menggunakan alat pelindung diri dan praktek kerja yang aman untuk menjamin keselamatan diri dan orang lain
  • Menempatkan kembali barang sekali pakai dan barang yang dapat digunakan kembali kedalam wadah yang sesuai
  • Membersihkan dan mendesinfeksi area kerja dan peralatan setelah digunakan

3. Melakukan pemeriksaan mikroskopis

A. Menginterpretasi persyaratan pengujian

  • Mengkaji ulang permintaan pengujian untuk mengidentifikasi contoh yang diuji, metode pengujian dan peralatan yang digunakan
  • Mengidentifikasi bahaya yang terkait dengan contoh, metode preparasi dan peralatan dan mengimplementasi langkah langkah pengendalian perusahaan

B. Mengatur area kerja untuk persiapan dan pemeriksaan contoh

  • Mengumpulkan peralatan dan mengatur ruang kerja sehingga peralatan dapat digunakan secara aman dan efisien
  • Memeriksa keamanan peralatan sebelum digunakan untuk memastikan peralatan sesuai dengan tujuan penggunaan dan melaporkan peralatan yang rusak atau tidak aman kepada personil yang tepat

C. Menyiapkan contoh untuk pemeriksaan

  • Mendaftar contoh dan memberi label sesuai dengan prosedur perusahaan untuk memastikan ketertelusuran
  • Memeriksa kesesuaian contoh asli dan contoh yang telah di preparasi dan melaporkan contoh yang tidak sesuai kepada personil yang tepat
  • Menyiapkan contoh dan menyimpan untuk pemeriksaan dengen mengikuti metode perusahaan

D. Mengatur dan menggunakan mikroskop cahaya

  • Mengatur jalur cahaya untuk mengoptimalkan resolusi
  • Memilih lensa objektif dan filter yang tepat untuk contoh yang diperiksa
  • Memastikan lensa lensa bersih
  • Menyesuaikan pengaturan dan penyelarasan jalur cahaya untuk mengoptimalkan kineja
  • Meletakkan contoh dengan benar pada tempatnya

E. Mengamati, mengidentifikasi dan melaporkan karakteristik contoh

  • Mengenali dan mengidentifikasi karakteristik contoh secara signifikan
  • Melakukan perhitingan secara akurat
  • Menyiapkan dan mengamati contoh kontrol dan konsistensi hasil terhadap nilai yang diharapkan diperiksa
  • Mengidentifikasi hasil yang keluar dari spesifikasi atau tidak lazim dan melaporkan dengan segera pada personil yang tepat
  • Merekam data dan melaporkan sesuai dengan prosedur perusahaan

F. Memelihara lingkungan kerja yang aman

  • Menjamin keamanan dan meminimalkan kontaminasi silang melalui pakaian pelindung diri dan peralatan keamanan
  • Menangani semua contoh dan peralatan sesuai dengan protokol keamanan perusahaan
  • Membersihkan tumpahan menggunakan teknik yang tepat untuk melindungi personil, area kerja dan lingkungan
  • Meminimalkan limbah dn dampak yang dhasilkan
  • Mengumpulkan dan memusnahkan semua limbah dengan aman
  • Melaporkan bahaya dan insiden kepada prsonil yang ditunjuk dengan menggunakan prosedur perusahaan

4. Melakukan teknik aseptik

A. Menyiapkan pengambilan contoh dan pemindahan secara aseptik

  • Memastikan prosedur pengambilan contoh sesuai dengan persyaratan dari rencana pengambilan contoh
  • Menggunakan pakaian dan peralatan pelindung diri sesuai yang telah ditentukan
  • Menyiapkan area kerja untuk pemindahan contoh yang aman dan efektif
  • Memilih peralatan dan bahan bahan sesuai prosedur yang telah ditentukan
  • Mengatur peralatan untuk meminimalkan kontaminasi selama tahapan
  • Memberi wadah label untuk identifikasi yang jelas
  • Merekan rincian pada daftar atau database yang relevan

B. Memindahkan bahan secara aseptik

  • Melindungin integritas dari sumber contoh dengan mensterilkan tempat pengambilan contoh mulut wadah kultur
  • Mensterililisasi oose untuk inokulasi dan atau pipet yang digunakan untuk sterilisasi
  • Melakukan pemindahan untuk meminimalkan peluang terjadinya kontaminasi dan infeksi silang
  • Membakar mulut wadah, setelah pemindahan dan sebelum menutup alat pengangkut untuk menjaga sterilitas
  • menseterilisasi ulang oose inokulasi dan meminimalkan aerosol yang dihasilkan
  • Melakukan pemeriksaan pengendalian mutu jika diperlukan
  • Memberi label wadah kultur dan alat pengangkut untuk identifikasi yang jelas

C. Memelihara area kerja dan peralatan untuk mencegah infeksi silang dan kontaminasi

  • Menempatkan barang sekali pakai dan yang dapatdigunakan kembali kedalam wadah yang relevan
  • Membersihkan dan melakukan desinfeksi area kerja dan peralatan setelah digunakan
  • Membawa bahan sekali pakai maupun yang dapat digunakan kembali yang terkontaminasi ke area yang sesuai untuk desinfeksi, sterilisasi dan pencucian ayau pemusnahan.

5. Melakukan pengujian mikrobiologi

A. Menerima contoh dan proses pengisian formulir permohonan

  • Memeriksa contoh dan rincian formulir permohonan sebelum diterima
  • Mengembalikan contoh dan formulir permohonan yang tidak memenuhi persyaratan kepada pelanggan disertai alasan tidak memenuhi keberterimaan
  • Mencatat contoh, rincian rekaman yang memungkinkan ketertelusuran yang akurat dan chain of custody
  • Mendistribusikan contoh untuk pengujian lokal atau mengirimkan contoh untuk fasilitas pengujian lainnya
  • Menyimpan contoh dengan teapat jika pengujian atau transportasi tertunda

B. Menyiapkan pekerjaan mikrobiologi yang aman dan penerapan yang aseptik

  • Memilih area kerja dan peralatan yang diperlukan untuk penanganan keamanan bahan yang mungkin menganung mikroorganisme dari golongan berisiko yang khusus
  • Memakai pakaian pelindung diri dan mengganti ketika terjadi kontaminasi
  • Menerapkan prosedur desinfeksi yang benar pada area kerja sebelum dan sesuadah digunakan
  • Menyimpan peralatan darurat terkait untuk merespon tepat waktu saat terjadi kecelakaan mikrobiologi
  • Menerapkan standar tindakan pencegahan saat menangani bahan biologis
  • Menggunakan biological safety cabinet jika diperlukan untuk meminimalkan produksi dan pelepasan aerosol
  • Membersihkan tumpahan dan semua tumpuhan serta melaporkan dugaan insiden kepada penyelia
  • Membersihkan tangan sebelum dan sesudah bekerja  di laboratorium dan ketika terjadi kontaminasi
  • Memastikan pembuangan yang aman dari bahan berbahaya biologi dan limbah laboratorium lainnya sesuai dengan prosedur perusahaan

C. Memproses contoh untuk pengujian langsung

  • Menyiapkan contoh lapisan tipis (smear) untuk selanjutnya diwarnai guna memungkinkan identifikasi sela secara mikroskopis
  • Menyiapkan spesimen liquid films untuk observasi langsung motilitas atau struktur sel
  • menyiapkan contoh menjadi bahan pekat untuk selanjutnya diwarnai atau diperiksa dengan mikroskop

D. Menyiapkan kultur murni untuk pekerjaan mikrobiologi dan penerapan aseptik

  • Memilih media kultur untuk memaksimalkan pertumbuhan mikroorganisme dan sel
  • Menginokulasi media secara aseptik, dan menerapkan teknik yang sesuai dengan peruntukan kultur
  • Menginkubasi media yang telah diinokulasi pada kondisi optimum pertumbuhan organisme dan sel
  • Melakukan subkultur untuk produksi kultur murni yang optimal pada media yang sesuai

E. Melakukan prosedur yang dapat membantu dalam identifikasi mikroorganisme

  • Memerlukan teknik pewarnaan untuk menunjukkan karakteristik seluler yang diperlukan
  • Menyiapkan lapisan tipis (films) yang telah diwarnai untuk menunjukkan karakteristik yang berguna secara diagnostik
  • menginokulasi media dengan kultur murni dan menginkubasi untuk membantu identifikasi mikroorganisme secara biokimia dan imunologi
  • Melakukan uji kultur murni untuk membantu identifikasi mikroorganisme secara biokimia dan imunologi

F. Estimasi jumlah dan atau ukuran mikroorganisme dalam contoh

  • Menghitung sel dalam contoh murni untuk menunjukkan pengenceran yang diperlukan guna menghitung jumlah organisme sebenarnya dalam kultur
  • Menyiapkan serial pengenceran contoh secara aseptik untuk menghitung kultur dan koloni
  • Menghitung koloni untuk mengetahui jumlah irganisme yang hidup per satuan volume
  • menghitung mikroorganisme dalam contoh dan kultur menggunakan spektrometri dan elektronik , jika relevan
  • Jika relevan, mengestimasi ketidakpastian pengukuran dan mendokumentasi sesuai dengan prosedur perusahaan.

G. Kontribusi terhadap pengujian sensitivitas antibiotik jika diperlukan

  • Menyiapkan inokulum yang cocok untuk pengujian sensitivitas antibiotik
  • Membagi cakram antibiotik (antibiotik disc) dan memposisikan sesuai yang ditunjukkan oleh protokol perusahaan
  • menginokulasi media yang telah diinokulasi pada kondisi untuk memaksimalkan pertumbuhan kultur organisme
  • Membaca dan merekam reaksi sensitivitas dan mencatat fenomena yang dapat membantu dalam interpretasi yang benar dari hasil

H. Memelihara rekaman aplikasi kerja laboratorium

  • Menggunakan format laporan atau sistem komputer untuk memasukkan entries, menghitung secara akurat, merekam atau menyalin data seperti yang dipersyaratakan
  • Memelihara catatan instrument seperti yang dipersyaratkan oleh daftar periksa akreditasi
  • Menjaga keamanan dan kerahasiaan semua informasi klinis, data dan rekaman laboratorium,

6. Memelihara dan mengendalikan persediaan

A. Memelihara dan mengendalikan persediaan bahan dan peralatan

  • Memberi label persediaan, mendokumentasikan dan menyimpan sesuai dengan standar yang relevan dan persyaratan keamanan khusus
  • Mengikuti prosedur perputaran persediaan untuk memaksimalkan penggunaan persediaan sesuai dengan lamanya waktu yang diizinkan
  • Mengidentifikasi ketidakcocokan dalam persediaan dan mengganti persediaan yang sudah tidak dibutuhkan atau usang untuk memelihara agar persediaan sesuai dengan level yang ditentukan
  • Mengidentifikasi dan mengganti peralatan yang rusak/usang serta mengatur perbaikan dan pemusnahannya dengan benar
  • Memulai pengambilan contoh untuk pengendalian mutu dan prosedur pengujian jika diperlukan
  • Melaporkan permasalahan persediaan yang berada di luar pengetahuan dan batas wewenang kepada personil yang terkait

B. Memesan dan menerima bahan dan peralatan

  • Menentukan permintaan pelanggan dan supplier dengan menggunakan komunikasi dan pendekatan yang baik
  • Menentukan permintaan persediaan dengan mempertimbangkan variasi puncak dan musiman pada penggunaan persediaan dan kondisi produksi
  • Melakukan dan atau menindaklanjuti pemesanan yang telah disetujui sesuai dengan sistem dan prosedur perusahaan
  • Memeriksa kondisi barang yang diterima dan mengambil tindakan yang tepat

C. Memelihararekaman persediaan

  • Merekam semua rincian yang relevan secara akurat dengan menggunakan sistem format atau komputer yang ditentukan
  • Memastikan informasi yang ditulis dapat dibaca dengan jelas dan tidak dapat dihapus
  • Mengarsipkan semua rekaman pada tempat yang ditentukan

D. Memelihara lingkungan kerja yang aman

  • Menggunakan cara kerja yang aman dan alat pelindung diri yang telah ditentukan untuk memastikan keamanan diri sendiri dan personil laboratorium lainnya
  • Meminimalisasi limbah yang dihasilkan dan dampaknya terhadap lingkungan
  • Memastikan pengumpulan yang aman terhadap persediaan yang sudah tidak digunakan/usang untuk selanjutnya dimusnahkan

7. Mengolah dan menginterpretasi data

A. Mengambil dan memeriksa data

  • Menyimpan dan mengambil data dengan menggunakan file dan atau perangkat lunak yang tepat.
  • Memverifikasi kualitas data menggunakan prosedur perusahaan
  • Memperbaiki kesalahan data dengan menggunakan prosedur perusahaan

B. Menghitung kuantitas ilmiah

  • Menghitung nilai secara statistik untuk data yang diberikan
  • Menghitung kuantitas ilmiah menggunakan rumus dan data yang diberikan dan mengestimasi ketidakpastiannya.
  • Memastikan kuantitas yang dihitung sesuai dengan estimasi dan ekspektasi
  • Melaporkan semua kuantitas data yang dihitung dengan satuan yang sesuai dan jumlah angka penting yang benar.

C. Menyajikan data dalam bentuk tabel, chart dan grafik

  • Menyajikan data pada tabel dan chart dengan label yang jelas
  • Membuat data dalam bentuk grafik menggunakan skala yang tepat untuk menjangkau rentang data atau menampilkan kecenderungan.
  • Melaporkan semua data dengan satuan dan jumlah angka penting yang sesuai

D. Menginterpretasikan data dalam tabel, chart atau grafik

  • Menginterpretasikan ciri penting pada grafik seperti gradien, intersep, nilai maksimum dan minimum dan garis batas.
  • Mengenali dan melaporkan kecenderungan data

E. Mencatat rekaman yang akurat dan menjaga kerahasiannya

  • Mencatat kembali informasi secara akurat
  • Memverifikasi akurasi rekaman mengikuti prosedur perusahaan
  • Mengarsip dan menyimpan rekaman ditempat kerja sesuai dengan peraturan perusahaan
  • Mengarsip semua dokumen acuan secara logis dan menjaga kemutakhirannya dan keamanannya
  • Mengamati standar kerahasiaan perusahaan.
Leave a reply