7 Langkah Meminimalisasi Limbah Laboratorium

Apakah Sahabat LabMania ingin meminimalisasi limbah laboratorium?

Merujuk pada Pedoman Teknis Pengelolaan Limbah KAN G 15 , Berikut adalah 7 Langkah yang bisa kita lakukan untuk meminimalisasi limbah laboratorium.

1. Pengelolaan bahan kimia.

Pengelolaan bahan kimia dapat dilakukan

a. Mulai dari pemilihan pemasok yang tepat.

b. Pembelian yang tidak berlebihan sehingga tidak menyimpan bahan kadaluwarsa, atau pembelian yang terpusat.

c. Penyimpanan yang tepat sesuai dengan karakteristiknya.

d. Pelabelan yang benar , jelas tahan air dan permanen,

e. Penyimpanan di tempat yang aman dan temperatur yang sesuai

f. Pengecekan secara periodik di ruang penyimpanan terhadap kerusakan atau tumpahan bahan kimia;

g.  Pengambilan bahan kimia dari ruang penyimpanan dengan sistem FIFO (first in first out):

h. Pembuatan reagent sesuai kebutuhan dan pelabelannya.

 

2.Memiliki perencanaan dalam program pengambilan contoh uji (sampling), sehingga contoh uji yang diambil tidak berlebihan, tapi cukup mewakili sesuai dengan tujuannya.

Laboratorium sebaiknya membatasi dengan tepat jumlah sample sesuai persyaratan analisa. Karena pada akhirnya, sisa sample yang telah melewati asa retensi akan menjadi limbah laboratorium.

3. Pemilihan metode menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Laboratorium bisa memilih metoda analisa yang ramah lingkungan, misalnya :

a. Analisa Chemical Oxygen Demand (COD) menggunakan PeCOD Laboratory or field COD Analysis L-50 yang bisa memberikan hasil pengujian tanpa menggunakan mercury.

b. Menggunakan alat multiparameter pada analisa in situ (pH, TDS, Turbidity, Conductivity, DO) sehingga penggunaan bahan kimia bisa diminimalisasi.

c. Mengganti bahan kimia untuk analisa air metode Karl Fischer dengan yang lebih aman.

4. Pemilihan peralatan yang tepat dalam preparasi dan analisis, yang bisa menggunakan bahan kimia yang sedikit dan meminimisasi jumlah limbah.

Saat ini tersedia banyak standar Internasional dan Standar Nasional untuk satu parameter analisa. Prosedur analisa pada masing-masing standar akan berbeda sesuai jenis peralatan dan limit deteksi. Laboratorium bisa memilih metode analisa yang menggunakan bahan kimia yang paling sedikit.

Misalkan analisa logam pada sample air dan air limbah, kita bisa memilih metode mulai dari volumetri, spektrophotometer UV-VIS, analisa menggunakan AAS atau analisa menggunakan ICP.

Contoh lain pada analisa Chemical Oxygen Demand (COD) , kita bisa menggunakan metode :

a. Refluks terbuka secara titrimetri

b. Refluks tertutup secara titrimetri

c. Refluks tertutup secara spektrophotometer

Pemilihan peralatan akan mempengaruhi jumlah limbah laboratorium yang dihasilkan.

5. Recovery (daur ulang) atau reuse (penggunaan kembali) bahan kimia,

Misalnya:

a. Mencari perusahaan atau laboratorium yang bisa memanfaatkan bahan kimia,

b. Recovery solven.

c. Recovery logam.

d. penggunaan kembali air pendingin destilasi.

6. Pelatihan personil

Personil di laboratorium, sebaiknya mengikuti pelatihan :

a. Good Laboratory Practice

b. Globally Harmonized System

c. Teknik Penyimpanana Bahan Kimia Yang Tepat.

d. Teknik Pengelolaan Limbah

7.  Tata kelola yang apik (good housekeeping)

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait  7 Langkah Untuk Meminimalisasi Limbah Laboratorium. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, Silahkan komment dibawah ini atau hubungi kami via e-mail di [email protected]

 

Leave a reply