7 Risiko Bekerja di Laboratorium Mikrobiologi

Risiko apa yang kita hadapi ketika bekerja di laboratorium mikrobiologi?

Laboratorium Mikrobiologi adalah salah satu laboratorium yang melakukan pengujian dengan menggunakan mikroorganisme(bakteri, kapang, khamir, parasit, virus) hidup. Tugas utama tenaga laboratorium di laboratorium mikrobiologi adalah menumbuhkan mikroorganisme dan mengembangkannya menjadi ribuan cell yang hidup lengkap dengan patogenitasnya masing masing.

Sesuai Sistem Manajemen Laboratorium SNI ISO/IEC 17025:2017 kita harus melakukan identifikasi risiko di laboratorium, termasuk di laboratorium mikrobiologi.

Lalu apa saja risiko yang ada pada laboratorium mikrobiologi?

Berikut adalah 7 risiko bekerja di laboratorium mikrobiologi.

1.Belum Memahami Konsep Biosafety Level

Seperti dijabarkan di atas, secara umum, konsep bekerja di laboratorium adalah menumbuhkan mikroorganisme (bakteri, kapang, khamir, parasit, virus) dari sampel untuk dianalisa secara kualitatif atau kuantitatif.

Sebagai contoh, misalnya laboratorium yang melakukan analisa Salmonella pada air atau makanan. Laboratorium ini berarti akan melakukan proses menumbuhkan bakteri salmonella dari satu sel menjadi lebih dari satu koloni yang terdiri dari ribuan sel.

Pertanyaannya, Bagaimana kita melindungi diri, melindungi laboratorium dan melindungi lingkungan dari kontaminasi bakteri salmonella?

Untuk itulah konsep Biosafety Level harus di pahami oleh teman teman yang melakukan aktifitas di laboratorium mikrobiologi.

Biosafety Level merupakan level atau tingkatan keselamatan yang diperlukan untuk penanganan agen biologi. Biosafety level terdiri dari 4 level, yaitu Bisafety level 1,2. 3 dan 4.

Pemahaman terhadap biosafety level bagi seorang analis mikrobiologi merupakan hal dasar yang wajib diketahui karena berisi petunjuk keselamatan dalam bekerja di laboratorium mikrobiologi. Didalamnya terdapat petunjuk mengenai

  • Identifikasi bahaya dan risiko mikroorganisme
  • Alat pelindung diri yang harus digunakan
  • Persyaratan yang harus dimiliki laboratorium

2. Belum Tersedia Alat Pelindung Diri yang Tepat

Dalam pengujian di dalam laboratorium mikrobiologi, penggunaan alat pelindung diri juga menjadi salah satu perhatian sebelum melakukan pengujian. Hal ini untuk mencegah adanya kontaminasi dari mikroorganisme yang dapat mengganggu pengujian.

Alat Pelindung Diri yang tepat adalah alat pelindung diri yang sesuai dengan kebutuhan.Berikut adalah beberapa Alat Pelindung Diri (APD) yang harus dimiliki oleh laboratorium mikrobiologi:

  • Jas Lab
  • Sarung tangan
  • Masker
  • Penutup Kepala
  • Penutup Sepatu
  • Eye Shower
  • Microbiological Spill Kit

3. Design Laboratorium Belum Sesuai Peruntukkan

Design laboratorium kimia dan mikrobiologi merupakan konsep yang berbeda. Design laboratorium mikrobiologi harus memperhatikan keamanan dan kenyamanan ketika bekerja di laboratorium mikrobiologi.

Pada laboratorium mikrobiologi, kita harus menyediakan ruangan dengan (minimal) dua kelas terkontrol, yaitu kelas bersih dan dan kelas steril. Ruangan dengan kelas steril dipergunakan untuk melakukan analisa pembuatan media mikrobiologi dan analisa menggunakan media mikrobiologi.

Laboratorium mikrobiologi harus menjamin bahwa mikroorganisme yang ditumbuhkan tidak mengkontaminasi pekerja di laboratorium dan lingkungan di luar laboratorium.

4. Staff Laboratorium Belum Memiliki Kompetensi yang Cukup

Kompetensi merupakan salah satu hal penting dalam pengujian. Hal ini dikarenakan kompetensi staf laboratorium dapat memengaruhi hasil pengujian.

Jika kita merujuk pada KN-TN-LP02, Tenaga laboratorium yang bekerja di laboratorium mikrobiologi harus memiliki pengalaman minimal 2 tahun dengan latar pendidikan jurusan science.

Laboratorium harus memastikan bahwa staff laboratorium memenuhi kompetensi dengan melakukan pengujian terhadap staff secara teratur.

5. Peralatan Belum Terkalibrasi Sesuai Program

Peralatan laboratorium mikrobiologi yang tidak terkalibrasi dengan baik akan menyebabkan risiko ketika melakukan analisa.

Berikut adalah beberapa peralatan di laboratorium mikrobiologi yang umum digunakan :

  • Autoclave
  • Laminar Air Flow
  • Oven
  • Inkubator
  • Neraca

Bayangkan, kemungkinan kontaminasi yang terjadi jika autoclave yang kita gunakan sudah tidak berfungsi dengan baik. Proses dekontaminasi yang tidak berjalan dengan baik, akan menyebabkan kontaminasi pada staff di laboratorium dan kemungkinan lingkungan sekitarnya.

Atau kemungkinan yang terjadi jika kita bekerja dengan laminar air flow yang tidak berfungsi dengan baik.

6. Media Mikrobiologi Belum Berfungsi dengan Baik

Dalam pengujian mikrobiologi tidak pernah lepas dari penggunaan media mikrobiologi. Media mikrobiologi digunakan untuk tempat menumbuhkan bakteri baik isolasi ataupun inokulasi bakteri.

Media mikrobiologi yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan hasil positif palsu atau negatif palsu. Hal ini bisa terjadi karena penyimpanan yang tidak sesuai, penggunaan yang tidak benar atau secara fungsi media mikrobiologi gagal memenuhi persayaratan.

7. Modifikasi Pada Proses dan Hasil Analisa

Modifikasi pada proses dan hasil analisa seringkali dilakukan oleh analis jika hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hal ini menjadi salah satu faktor kritis dalam pengujian, karena kebanyakan proses analisa di laboratorium mikrobiologi belum terekam dengan baik.

 

Demikian artikel kami tentang 7 Risiko Bekerja di Laboratorium Mikrobiologi. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Leave a reply