7 Risiko Ketika Melakukan Pengambilan Contoh/Sampling Untuk Laboratorium

“70% Kesalahan Analisa Terdapat Pada Fase Pra Analitik”

Berdasarkan penelitian, 70% kesalahan pada proses analisa dihasilkan atau terdapat pada fase pra analitik. Salah satu langkah dalam fase analitik adalah pengambilan sampel atau bahan contoh. Jika kita ingin melakukan analisa dengan benar, maka kita harus memastikan bahwa proses pengambilan sampel juga dilaksanakan dengan benar.

Selain berperan penting, pengambilan contoh juga mengandung beberapa risiko. Pada Sistem Manajemen ISO/IEC 17025:2017 kita diminta untuk membuat dokumen identifikasi risiko, serta tindakan perbaikan dan tindakan penvegahan yang harus diambil.

Catatan : Silahkan baca artikel kami terdahulu

4 Perubahan Utama Pada SNI ISO/IEC 17025:2017

Sumber sumber bahaya dan risiko pada pengambilan sampel harus diidentifikasi dan didokumentasikan. Berikut adalah 7 risiko pada pengambilan contoh/sampel untuk laboratorium berikut tindakan pencegahan :

1. Mobilisasi dan demobilisasi peralatan pengambilan sampel air limbah

A. Identifikasi potensi bahaya

  • Kecelakaan pada kendaraan
  • Kendaraan tidak beroperasi dengan baik

B. Tindakan Pencegahan

  • Periksa kondisi kendaran
  • Sopir sehat dan cukup istirahat
  • Mengikuti peraturan lalu lintas
  • Melaksanakan program Preventive Maintenance untuk kendaraan

C. Persyaratan Peralatan

  • Kendaraan yang digunakan dalam keadaan laik pakai
  • Gunakan sabuk pengaman saat berkendaraan

2. Mengangkat dan menurunkan kotak peralatan pengambilan sampel air limbah

A.Identifikasi potensi bahaya

Kotak peralatan terlalu berat bisa terjatuh saat diangkat atau diturunkan sehingga mengakibatkan peralatan rusak dan mencederai kaki atau tangan petugas

B. Tindakan Pencegahan

  • Mengangkat dan menurunkan kotak peralatan minimal 2 orang
  • Posisi badan saat mengangkat dan menurunkan harus benar
  • Mengganti peralatan sampling dengan yang lebih mudah dibawa

C. Persyaratan Peralatan

  • Usahakan kotak peralatan memiliki pegangan atau tali pengikat
  • Gunakan sarung tangan dan safety boot

3. Membuka dan menutup kotak peralatan pengambilan sampel

A.Identifikasi potensi bahaya

Terjepit saat membuka atau menutup kotak peralatan

B. Tindakan Pencegahan

Membuka dan menutup kotak peralatan secara hati hati

C. Persyaratan Peralatan

Gunakan saruung tangan

4. Melakukan pengambilan sampel air limbah

A.Identifikasi potensi bahaya

  • Petugas terjatuh ke IPAL atau terpapar limbah
  • Air limbah tumpah
  • Glassware pecah

B. Tindakan Pencegahan

Lakukan tahapan kerja pengambilan sampel dengan hati hati

C. Persyaratan Peralatan

Gunakan coverall, helmet, safety gloves, safety boot , masker, eye protection

5. Melakukan pengukuran parameter lapangan

A. Identifikasi potensi bahaya

  • Peralatan pengukuran lapangan jatuh sehingga rusak dan mencederai kaki atau tangan petugas
  • Peralatan rusak sehingga pengukuran tidak bisa dilakukan

B. Tindakan Pencegahan

Lakukan tahapan kerja pengukuran parameter lapangan dengan hati hati

C. Persyaratan Peralatan

Gunakan safety boot dan sarung tangan

6. Melakukan pengawetan sampel air limbah

A. Identifikasi potensi bahaya

  • Terluka atau iritasi akibat tumpahan bahan kimia
  • Terpapar bahan kimia

B. Tindakan Pencegahan

Lakukan pengawetan sampel dengan hati hati

C. Persyaratan Peralatan

Gunakan sarung tangan pengaman dan masker tahan asam

7. Mengemas sample kedalam kotak pendingin

A. Identifikasi potensi bahaya

Sampel jatuh dan botol pecah dapat melukai kaki atau tangan

B. Tindakan Pencegahan

Kemas sampel dengan hati hati

C. Persyaratan Peralatan

Gunakan safety boot dan sarung tangan

 

Demikian 7 risiko pada pengambilan sampel/contoh untuk laboratorium. Untuk pendapat dan saran silahkan posting pada kolom komentar dibawah ini.

Anda juga bisa membaca seri pemikiran berbasis risiko lainnya seperti :

1. 7 Risiko Pada Penggunaan HPLC di Laboratorium

2. 7 Risiko Bekerja di Laboratorium Mikrobiologi

Statistika Dasar Pengujian di Laboratorium

 

Leave a reply