9 Pertanyaan Tentang Validasi Metoda Analisa Mikrobiologi

Apakah anda bekerja di laboratorium mikrobiologi?

Pada tanggal 14 dan 16 Mei 2019, Kami mengadakan Kuliah Online via whatsapp dengan tema Validasi Metoda Analisa Mikrobiologi.

Kuliah online ini diikuti oleh sekitar 340 peserta yang terbagi atas 2 group, yaitu group untuk yang sudah bekerja dan group untuk yang masih sekolah atau kuliah.

Pada kuliah online via whatapps tersebut kami membuka sesi tanya jawab. Berikut adalah 9 Pertanyaan yang diajukan oleh peserta :

1. Berapa kali pengulangan validasi suatu metode agar dinyatakan bahwa metode tersebut valid?

Jawaban :

Validasi metode merupakan konfirmasi bukti objektif dari suatu hasil pengujian, bahwa metode tersebut telah memenuhi maksud dan tujuan serta persyaratan yang ditentukan.

Dalam melakukan validasi, aspek yang tidak boleh diabaikan adalah aspek perencanaan. Ketika melakukan perencanaan, kita harus mempertimbangkan biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan  validasi metode analisa. Besarnya biaya ini tentunya akan tergatung dari kebutuhan penggunaan peralatan dan bahan habis pakai yang diperlukan.

Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah banyaknya ulangan yang dilakukan dalam melakukan validasi metode.

Hal ini akan tergantung dari metode rujukan yang digunakan untuk validasi metoda. Karena setiap metode validasi memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, untuk metode validasi dari SacSinglas, dibutuhkan setidaknya 15 ulangan.

Berikut adalah beberapa metoda rujukan yang bisa digunakan untuk validasi metoda analisa mikrobiologi :

  • AOAC, 2012, International Methods Committee Guidelines for Validation of Microbiological Methods for  Food and Environmental surfaces
  • ISO 16140:2003 (Amd2011), Microbiology of Food and  Animal Feeding Stuffs —Protocol for the Validation of  Alternative Methods
  • NordVal International Protocol for the validation of microbiological alternative (proprietary) methods,  against a reference method. 2 June 2016
  • US-FDA 2015, Guidelines for the Validation of Analytical  Methods for the Detection of Microbial Pathogens in Foods  in Feeds. 2nd edition

Kesimpulannya , banyaknya jumlah ulangan tergantung dari metode apa yang dipilih dalam melakukan validasi metode.

2. Sebutkan contoh perbedaan serta tahapan validasi dan verifikasi metode analisa mikrobiologi?

Jawab :

Secara tahapan perbedaan validasi dan verifikasi metode dapat dilihat dari banyaknya tahapan yang harus dilakukan. Tahapan validasi sebenarnya cukup kompleks, sehingga dibutuhkan ketersediaan sumber daya dan waktu yang cukup untuk pelaksanaan ini.

Persiapan terkait biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit, karena laboratorium harus menyediakan peralatan, media, reagen, dan kultur yang memadai.

Tahapan validasi metode uji mikrobiologi bergantung pada pemilihan metode validasi. Jika menggunakan standar Sacsinglas, sahabat LabMania harus melakukan parameter validasi, yaitu:

  • presisi,
  • akurasi,
  • sensitifitas dan spesifisitas,
  • selektifitas,
  • counting range,
  • relative recovery,
  • robustness,
  • dan analisa pathogen.

Tetapi jika sahabat LabMania menggunakan metode baku dan tidak mengubah sama sekali, maka verifikasi cukup dilakukan pada parameter akurasi dan presisi saja.

3. Apakah ada aturan yg mengatur persyaratan validasi? Misalnya mengenai waktu, periode validasi, persyaratan  laboratorium  yang dapat dijadikan sebagai acuan validasi, dan batas range maksimal yang diperbolehkan dari hasil laboratorium acuan dengan hasil internal 

Jawab :

Pengaturan dan persyaratan waktu periode validasi, persyaratan laboratorium, dan batas maksimal bisa dilihat dari referensi metoda yang sahabat LabMania gunakan. Silahkan lihat daftar rujukan metoda pada jawaban pertanyaan no 2.

Perlu dipahami bahwa setiap referensi mempunyai pengaturan dan persyaratan yang berbeda. Kita juga harus melihat  kesesuaian dengan laboratorium, apakah kita mampu untuk menjalankan validasi metode sesuai pengaturan metoda rujukan tersebut.

4. Saat ini kami sedang melakukan validasi dengan menggunakan bakteri dengan grade CRM, ada yang sudah ada nilai jumlah bakterinya, ada juga yang tidak ada nilainya. Untuk uji akurasi kami menggunakan standard turbidity Mc Farland agar bisa mengetahui bakteri yang tumbuh dipangkat berapa, apakah prosedurnya sudah tepat?

Jawab :

Standar McFarland digunakan untuk menstandarisasi perkiraan jumlah bakteri dalam suspensi cair dengan membandingkan kekeruhan suspensi pengujian dengan standar McFarland.

Secara prinsip, metoda tersebut bisa digunakan sebagai alternatif menentukan berapa banyaknya jumlah bakteri dan pengenceran yang harus dilakukan. Karena biasanya untuk kultur yang belum diketahui nilainya, banyaknya pengenceran yang dilakukan sampai 9 kali pengenceran

Karena laboratorium anda sudah memiliki bakteri kontrol yang sudah diketahui jumlah bakterinya dalam CFU, pemeriksaan parameter akurasi bisa dilaksanakan dengan lebih baik, karena tertelusur.

5. Kalau misalkan laboratorium ingin mendapat akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 , bolehkah menggunakan metoda tidak baku yang sudah di validasi?

Jika laboratorium akan mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017, laboratorium yang menggunakan metoda standar tidak baku, harus melakukan validasi.

Dalam persyaratan ISO/IEC 17025:2017 , klausul 7.2.2.1 Teknik validasi harus dilakukan terhadap :

  • metode yang tidak baku ( bukan metoda standar)
  • Metode yang tidak sesuai ruang lingkup
  • Metoda yang dikembangkan laboratorium.

Validasi harus seluas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi atau bidang aplikasi yang bersangkutan.

kesimpulannya, silahkan menggunakan metoda tidak baku yang telah divalidasi untuk persyaratan akreditas ISO/IEC 17025:2017.

workshop estimasi ketidakpastian mikrobiologi

6. Bagaimana cara kita melakukan validasi metode ? Apa hanya membandingkan cara pengujian atau sampai membandingkan hasil pengujian kita dengan hasil pengujian metode yang baku? 

Jawab :

Ketika melakukan validasi metode pengujian anlisa mikrobiologi, sahabat LabMania harus melakukan pengujian terhadap metode yang diuji dengan metode acuan.

Cara melakukan validasi metoda analisa mikrobiologi akan tergantung dari metoda rujukan yang kita gunakan (lihat jawaban no.2 )

Validasi metoda tidak bisa dilaksanakan hanya dengan membandingkan cara pengujian atau sampai membandingkan hasil pengujian kita dengan hasil pengujian metoda yang baku.

Teknik validasi metoda analisa mikrobiologi secara detail agak panjang untuk dituliskan disini. Kami biasanya melaksanakan Training selama 2 hari untuk membahasnya. Silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected] untuk informasi lebih lanjut.

7. Jika metode baku yang digunakan ditambah atau dikurangi tahapannya sesuai kebutuhan laboratorium,  maka metoda tersebut harus divalidasi. Apakah metode yang sudah dirubah (setelah validasi ) ini juga harus diverifikasi?

Jawab :

Metode yang sudah divalidasi, tidak perlu diverifikasi. Verifikasi hanya dilakukan ketika laboratorium menggunakan metode standar atau metode baku.

8. Apakah parameter yang dilakukan sama dengan parameter yang digunakan pada validasi metoda analisis kimia? 

Jawab :

Parameter validasi metode analisa kimia hampir sama dengan validasi metode analisa mikrobiologi. Contohnya seperti akurasi, presisi, robustness dll, dengan cara perhitungan yang “sedikit” berbeda.

Meskipun memang ada juga parameter yang berbeda, misalnya analisa pathogen, sedangkan kalau di analisa kimia ini tidak dilakukan.

Perbedaan yang lebih dominan terletak pada tahapan pelaksanaan. Dalam melakukan validasi metode analisa mikrobiologi, kita harus memperhatikan teknik pelaksanaan secara aseptis.

Lingkungan laboratorium mikrobiologi harus terkontrol  dengan baik, agar tidak terjadi kontaminasi silang (cross contamination) dan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil analisa mikrobiologi.

9. Apa saja persyaratan parameter validasi metoda analisis mikrobiologi kualitatif dan kuantitatif beserta persyaratannya dan mengacu pada pustaka resmi apa?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya terkait dengan parameter validasi metode analisa mikrobiologi. Parameter validasi metode setiap referensi berbeda-berbeda.

Misalnya jika sahabat LabMania menggunakan acuan ISO 16140 maka akan berbeda ketika kita  menggunakan Sacsinglas.  Perbedaannya mungkin tidak begitu signifikan, karena ada beberapa parameter yang masih sama.

Sebagai contoh jika menggunakan ISO 16140, parameter yang harus dilakukan untuk pengujian  kualitatif adalah laboratorium harus melakukan uji inclusivity dan exclusivity. Namun, pada acuan di sacsinglas untuk pengujian kuantitatif parameter ini tidak dilakukan.

Kesimpulannya,  persyaratan parameter validasi sebetulnya mempunyai beberapa pilihanmetoda acuan, dan setiap metoda acuan memiliki parameter validasi metode yang tidak semuanya sama. Untuk itu perlu dilakukan pemilihan terlebih dahulu terhadap parameter yang tepat digunakan di laboratorium masing masing.

Demkianlah artikel terbaru kami tentang validasi metoda analisa mikrobiologi, anda mungkin ingin mengunjungi artikel kami terkait materi yang sama, yaitu :

1. 7 Risiko Bekerja di Laboratorium Mikrobiologi

2. 17 Tanya Jawab Pada Kuliah Online Validasi Metoda Analisa Mikrobiologi

Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

 

 

Leave a reply