Apakah Setiap Validasi Metode Pengujian Kimia Membutuhkan CRM atau SRM?

Apakah setiap validasi metode pengujian kimia membutuhkan CRM dan SRM?

Berikut adalah salah satu dari 33 pertanyaan yang diajukan pada Kelas Mentoring Online Validasi dan verifikasi Metode Pengujian Kimia

Silahkan klik disini untuk melihat 33 pertanyaan yang diajukan.

Silahkan klik disini untuk informasi jadwal Kelas Mentoring Online selanjutnya.

Mari kita mulai terlebih dahulu dengan membahas apa yang dimaksud dengan Bahan Acuan

Bahan acuan (reference material) yaitu suatu bahan atau zat yang salah satu atau lebih sifat-sifatnya telah diukur dan diperoleh datanya dengan akurat.

Bahan acuan terdiri dari 4 jenis yakni :

  1. Bahan Acuan Primer (Bahan dengan Kemurnian Tinggi)
  2. Bahan Acuan Primer Bersertifikat
  3. Bahan Acuan Sekunder Bersertifikat
  4. Bahan Acuan Tersier

Bahan Acuan Primer Bersertifikat merupakan suatu bahan acuan primer yang nilai dari salah satu atau lebih sifat-sifatnya ditetapkan dengan prosedur teknis yang valid serta tiap-tiap nilai tersebut akurasinya memiliki keterlelusuran dan ketidakpastian dengan tingkat kepercayaan tertentu dan disertifikasi oleh badan sertifikasi, misal: NIST, IRRM, BAM, NPL, LGC dan lain-lain.

Bahan acuan bersertifkat yang diproduksi oleh NIST, secara komersial disebut standar acuan bersertifkat (Standard Reference Materials, SRMs)

Bahan Acuan Sekunder Bersertifikat merupakan suatu bahan acuan sekunder yang nilai dari salah satu atau lebih sifat-sifatnya ditetapkan dengan prosedur teknis yang valid serta tiap-tiap nilai tersebut akurasinya memiliki keterlelusuran dan ketidakpastian dengan tingkat kepercayaan tertentu dan disertifikasi oleh pemasok yang kompeten, contoh: Mecrk, Wako, RTC, ERA dan lain sebagianya.

Bahan acuan sekunder merupakan bahan acuan dengan nilai yang ditetapkan (asigned value) berdasarkan bahan acuan primer bersertifikat atau melalui nilai konsensus dalam program Interlaboratory Certification.

Bahan Acuan Tersier merupakan bahan acuan yang diturunkan dari bahan acuan bersertifikat dan biasanya digunakan sebagai larutan kerja dalam pembuatan kurva kalibrasi.

Dalam konteks validasi dan verifikasi metode analisa kimia, bahan acuan yang digunakan adalah bahan acuan bersertifikat, dimana bahan acuan bersertifikat yang digunakan adalah bahan acuan bersertifikat dalam bentuk matriks sampel (CRM matriks).

Misalnya dalam verifikasi metode analisa Fe pada sampel air dan air limbah, maka CRM yang digunakan adalah CRM yang berbentuk sampel air (air permukaan atau air limbah ) dimana didalamnya sudah tercantum kadar Fe yang sudah memiliki ketertelusuran dan ketidakpastiannya, bukan CRM Fe murni 1000 mg/L.

Namun, tidak semua CRM tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengujian kimia di laboratorium, baik dari segi parameter, kadar maupun matriksnya. Oleh karena itu, laboratorium  harus berhati-hati dalam memilih dan menggunakan CRM yang tersedia.

Selain itu, karena harga CRM relatif mahal, maka laboratorium lingkungan juga perlu mengetahui cara penanganan CRM agar dapat digunakan secara tepat dan optimal.

Parameter validasi dan verifikasi metode analisa kimia yang berkaitan dengan penggunaan CRM adalah parameter akurasi. Akurasi didefinisikan sebagai kesesuaian antara hasil analisis dengan nilai benar analit (atau nilai acuan analit yang dapat diterima), dimana akurasi menunjukkan kedekatan antara hasil percobaan dengan nilai sebenarnya.

Dalam mengerjakan parameter akurasi terdiri dari beberapa cara yakni :

  1. Pengukuran CRM
  2. Perbandingan dengan metode lain
  3. Teknik Spiking

Oleh karena itu, dikarenakan tidak semua laboratorium mempunya CRM khususnya adalah CRM matriks, maka bisa menggunakan alternatif lain dalam perhitungan akurasi pada validasi dan verifikasi metode analisa kimia.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang penggunaan CRM atau SRM pada validasi metode pengujian kimia, Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected] atau tulis komentar dibawah ini.

Statistika Dasar Pengujian di Laboratorium

 

 

 

Leave a reply