Berkenalan dengan GHS, Globally Harmonized System, Sistem Klasifikasi dan Pelabelan Bahan Kimia

Apakah anda sudah memahami konsep Globally harmonized System(GHS) ?

Apakah anda sudah memahami penggunaan piktogram dibawah ini?

GHS

Bagi Sahabat LabMania yang setiap hari menggunakan bahan kimia, Seharusnya sudah memahami konsep ini dengan baik. Karena pemahaman ini akan membantu kita mengenal bahan kimia dengan baik sebelum menggunakannya untuk analisa di laboratorium.

Untuk anda yang belum pernah mendengan konsep GHS, Mari kita mulai dengan latar belakangnya.

Saat ini interaksi  perdagangan di dunia semakin mudah. Kita bisa menggunakan bahan kimia dari negara manapun. Untuk memperbaiki interaksi pada industri kimia, sebuah konsensus antar negara yang di pimpin oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengembangkan Sistem Klasifikasi dan Pelabelan Bahan kimia yang sama sehingga tidak ada perbedaan lagi di negara masing masing.

Karena sebelumnya, masing masing negara mengembangkan label yang berbeda beda. Jadi misalnya, Ethanol dari Amerika dan Eropa dahulu akan memiliki label identifikasi dalam bentik piktogram yang berbeda.

Project konsensus tersebut diberi nama Globally Harmonized System For Classification anda Lebelling for Chemical (GHS) yang di Indonesia disebut sebagai Sistem Harmonisasi Global, Klasifikasi Dan Pelabelan Bahan Kimia.

Pada tahun 1992, United Nation Conference on Environment and Development in Rio de Janeiro menerima mandat untuk mengembangkan GHS dan pada tahun 2000 sistem awal tersebut mulai terbentuk dan terus dikembangkan. Edisi pertama GHS diterbitkan pada tahun 2003 dikenal sebagai “The Purple Book”, kemudian direvisi secara bertahap mulai tahun 2005, 2007 dan 2009.

GHS adalah sistem Internasional yang menggabungkan dokumen Material Safety Data Sheets (SDSs) , Standar sistem pelabelan bahan kimia, dan protokol untuk menentukan tingkatan bahaya.

Banyak bagian dari sistem klasifikasi ini yang sama dengan sistem di amerika, dengan beberapa perbedaan yang disetujui oleh kelompok besar negara. Keikutsertaan terhadap GHS bersifat voluntary.

Untuk negara yang sudah mengadopsi GHS, Perusahaan di dalamnya bisa membeli dan menjual bahan kimia dengan identifikasi bahaya dan sisitem pelabelan yang sama, sehingga proses pengemasan dan transportasi bahan kimia lebih aman.

Label bahan kimia sesuai GHS memberikan informasi potensi bahaya yang terdapat pada bahan kimia menggunakan pictogram, signal words, dan pernyataan bahaya untuk memberitahukan bagian logistik, petugas K3 dan pengguna, risiko yang terdapat pada bahan kimia tersebut.

Ketika anda bekerja di laboratorium, anda dapat menggunakan GHS untuk melakukan assessment pada penanganan bahan kimia.

GHS telah menstandarisasi  format pada Lembar Data Keselamatan Kerja (Safety Data Sheets, SDSs). Berikut adalah spesifikasi informasi yang terdapat pada lembar data keselamatan kerja

1. Identifikasi bahan dan perusahaan

2. Identifikasi bahaya

3. Komposisi bahan

4. Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan

5. Tindakan penanggulangan kebakaran

6. Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran

7. Penyimpanan dan penanganan bahan

8. Pengendalian bahaya dan perlindungan diri

9. Sifat fisika dan kimia

10. Reaktifitas dan Stabilitas

11. Informasi toksikologi

12. Informasi ekologi

13. Pembuangan limbah

14. Informasi pengangkutan

15. Peraturan perundang undangan

16. Informasi lain

Bagaimana dengan piktogram?

Berikut adalah label piktogram yang digunakan pada GHS

1. Eksplosif, Swareaktif dan

Bahan kimia eksplosif

2. Toksisitas Akut (beracun)

Bahan kimia toksik

3. Karsinogen, sensitisasi pernapasan, toksik terhadap reproduksi, Toksisitas sistemik pada organ sasaran, mutagenitas

Bahan kimia karsinogen

4. Oksidator, Peroksida Organik

bahan kimia oksidator

5. Toksik terhadap lingkungan

bahan kimia berbahaya bagi lingkungan

6. Mudah menyala, firoporik, swaganas melepaskan gas

bahn kimia mudah menyala

7. Menyebabkan iritasi

Bahan kimia iritasi

8. Gas Bertekanan

Gas bertekanan

9. Korosif

Bahan kimia korosif

Sebagai tambahan, format pelabelan bahan kimia juga akan distandarisasi. Setiap label akan berisi :

1. Identifikasi produk

2. Piktogram

3. Signal Word

4. Hazard statement

5. Supplier Information

Pabrikan atau supplier dapat menambahkan informasi pada label tersebut. informasi tambahan bisa dilihat pada OHSA

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait Globally Harmonized System (GHS) Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Leave a reply