Daftar Kompetensi Penting Di Laboratorium Pengujian, Berapa Yang Sudah Anda Kuasai?

Kompetensi personil apa yang dibutuhkan ketika kita bekerja di laboratorium pengujian?

Tulisan ini sebenarnya dimulai dengan diskusi sederhana atas pertanyaan :

Adakah indikator yang harus kita penuhi agar kita bisa mengaku sebagai analis laboratorium yang baik?

Apakah harus

  • lulusan kampus ternama ?
  • Nilai praktikum diatas rata -rata?
  • Berpengalaman menggunakan peralatan laboratorium yang canggih?

Bagaimana kalau kita “mungkin” tidak mempunyai ketiga parameter diatas?

Ternyata, Pemerintah yang diwakili oleh  Kementrian Tenaga Kerja sudah mengantisipasi hal ini dengan menerbitkan beberapa regulasi terkait kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh masih masing profesi, termasuk dibidang Jasa Pengujian Laboratorium.

Kompetensi ini bisa kita lihat pada unit kompetensi yang termasuk dalam Standar Kompetenti Kerja Nasional (SKKNI). Tiap profesi memiliki SKKNI masing-masing yang diatur oleh Peraturan kementrian atau Peraturan Pemerintah.

Apa manfaat yang dibisa diperoleh dari penggunaan SKKNI?

Kompetensi ini bisa dijadikan sebagai acuan bersama atau seperti yang ditulis di pertanyaan awal, bisa menjadi indikator bagi persayaratan kemampuan seseorang di bidang laboratorium pengujian.

Manfaat penggunaan acuan bersama ini tidak hanya di peroleh oleh kita sebagai praktisi, tapi juga oleh organisasi lain.

Berikut adalah 3 Organisasi atau Institusi yang bisa mendapatkan manfaat dengan menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI).

A. Institusi Pendidikan dan Pelatihan 

  • SKKNI akan memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum
  • SKKNI digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian dan sertifikasi

Sebagai informasi, LabMania Indonesia, sebagai Lembaga Training Laboratorium sudah menggunakan SKKNI sebagai dasar pembuatan dan pengembangan program trainingnya.

B. Dunia usaha/instansi dan pengguna tenaga kerja

  • membantu dalam rekrutmen
  • membantu dalam penilaian unjuk kerja
  • membantu dalam menyusun uraian jabatan
  • mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasarkan kebutuhan dunia usaha/industri

C. Institusi lembaga Jasa Sertifikasi Profesi

  • sebagai acuan dalam merumuskan paket paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan levelnya
  • sebagai acuan dalam penyelenggaran pelatihan, penilaian dan sertifikasi.

Setelah kita menggunakan SKKNI sebagai acuan, lantas apa bukti kalau seorang praktisi laboratorium sudah mempunyai kompetensi yang dimaksud.

Sudah pasti praktisi laboratorium tersebut harus mengikuti sertifikasi di bidang kompetensi terkait, yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Personil yang sudah dikareditasi Badan Nasional Sertifikasi Personil (BNSP). Jika terbukti kompeten maka peserta sertifikasi akan mendapatkan certificate khusus.

Praktisi Laboratorium Tersertifikasi BNSP Website

 

Apa saja kompetensi penting di laboratorium pengujian?

Untuk Jasa Pengujian Labratorium, kita bisa menggunakan Keputusan Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2015 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Di Bidang Jasa Pengujian Laboratorium terjemahan dari Australian Laboratory Operation Training Package (MSL09)

Daftar Unit Kompetensinya antara lain :

1. Melakukan kalibrasi dengan metoda standar

2. Melakukan kalibrasi dengan motoda non-standar

3. Membuat atau memodifikasi prosedur kalibrasi

4. Membuat atau memodifikasi prosedur untuk kalibrasi otomatis

5. Bekerja dalam suatu laboratorium/lingkungan kerja (pengenalan)

6. Berkomunikasi dengan orang lain

7. Merencanakan dan melaksanakan pekerjaan laboratorium/ lapangan

8. Mempersiapkan kelas dan peragaan praktek ilmiah

9. Memberikan Informasi kepada Pelanggan

10. Membuat Jadwal Kerja Laboratorium Untuk Tim Kecil

11. Mengembangkan dan memelihara dokumen laboratorium

12. Mengelola dan Mengembangkan Tim

13. Mengawasi operasional laboratorium dalam area kerja/fungsional

14. Menjaga registrasi dan undang-undang atau hukum kepatuhan di area kerja fungsional

15. Merekam dan Menyajikan Data

16. Mengolah dan menginterpretasikan data

17. Menggunakan software aplikasi laboratorium

18. Menganalisis data dan melaporkan hasil

19. Menganalisis pengukuran dan mengestimasi ketidakpastian

20. Memelihara Kelayakan Laboratorium/tempat kerja

21. Berkontribusi pada pencapaian sasaran mutu

22. Menerapkan persyaratan critical control point

23. Melakukan Verifikasi dan Pemeliharaan Peralatan

24. Memberikan Kontribusi pada pengembangan yang sedang berjalan dari rencana HACCP

25. Menerapkan sistem mutu dan proses peningkatan yang berkelanjutan

26. Memelihara dan mengendalikan persediaan

27. Memantau mutu hasil dan data pengujian

28. Melakukan pemeliharaan bahan acuan

29. Mengesahkan penerbitan hasil uji

30. Memelihara instrumen dan peralatan

31. Memelihara sistem mutu dan proses peningkatan secara berkelanjutan di dalam lingkungan kerja

32. Melaksanakan audit internal terhadap sistem mutu

33. Berpartisipasi dalam keselamatan kerja di laboratorium/lingkungan kerja

34. Memelihara keselamatan kerja di laboratorium/lingkungan kerja

35. Melaksanakan dan memantau sistem manajemen K3 dan lingkungan

36. Mengambil contoh di lokasi secara rutin

37. Menangani dan mengangkut contoh atau peralatan

38. Mendapatkan contoh representatif yang sesuai dengan rencana pengambilan contoh

39. Mempersiapkan contoh mineral untuk dianalisis.

40. Melakukan pengukuran rutin di lokasi

41. Menyiapkan larutan kerja

42. Menyiapkan media kultur

43. Melakukan teknik aseptik

44. Melakukan pemeriksaan mikroskopis

45. Melakukan prosedur histologis

46. Menyiapkan, menstandardisasi, dan menggunakan larutan

47. Melakukan pengujian dan prosedur kimia

48. Melakukan pengujian makanan

49. Melakukan Pengujian Fisik

50. Melakukan prosedur biologi

51. Melakukan Pengujian Mekanik

52. Menyiapkan kultur jaringan dan sel

53. Melakukan pengujian untuk menentukan sifat-sifat bahan konstruksi

54. Melakukan pengujian mikrobiologi

55. Melakukan pengujian hematologis

56. Melakukan pengujian histologis

57. Melakukan pengujian patologi kimia

58. Melakukan analisis sensori

59. Melakukan pengujian imunohematologis

60. Menerapkan Teknik Elektroforesis

61. Menerapkan teknik analisis kromatografi rutin

62. Melakukan pengujian dan prosedur biologi molekuler

63. Menerapkan teknik analisis instrumen

64. Menerapkan Teknik Spektrometri Rutin

65. Menerapkan Teknik Elektrometri Rutin

66. Melakukan analisa pangan

67. Mengevaluasi dan memilih metode dan/atau prosedur pengujian yang sesuai

68. Berkontribusi dalam Validasi Metode Pengujian

69. Mengembangkan atau mengadaptasi analisis dan prosedur

70. Integrasi Akuisisi Data dan Sistem Antarmuka

71. Menerapkan pengetahuan khusus tentang teknik analisis kromatografi gas

72. Menerapkan pengetahuan khusus tentang teknik analisis kromatografi cair

73. Menerapkan pengetahuan khusus tentang teknik analisis inductively couple plasma (ICP)

74. Menerapkan teknik spektroskopi ultraviolet, sinar tampak, dan inframerah dekat tingkat lanjut pada analisis

75. Menerapan teknik spektroskopi infra merah canggih untuk analisis

76. Berkontribusi terhadap pemilihan, pemesanan, dan pemeliharaan instrumen analisis

77. Berpartisipasi dalam praktek kerja ramah lingkungan

78. Menerapkan dan memantau praktek kerja ramah lingkungan

 

Dari sekian banyak kompetensi yang harus dikuasai di bidang laboratorium pengujian, sudah berapa unit kompetensi yang sudah anda kuasai?

Demikian tulisan awal kami tentang kompetensi penting di bidang laboratorium pengujian. Tulisan ini sengaja kami posting untuk menjadi referensi bagi semua kegiatan pelatihan yang kami laksanakan.

Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Statistika Dasar Pengujian di Laboratorium

 

 

Leave a reply