Daftar SNI Standar Dan Metoda Analisa di Laboratorium Yang Bisa Anda Gunakan

Apakah Sahabat LabMania sedang mencari SNI Standar dan SNI metoda analisa di laboratorium?

Berikut adalah daftar SNI Standar dan SNI Metoda analisa yang sahabat bisa gunakan di laboratorium. Untuk memudahkan, kami membaginya pada empat group besar,yaitu : Standard Sistem Manajemen Laboratorium, Pengujian Kimia, Pengujian Mikrobiologi dan Teknik Pengambilan Sampel.

Sebelum digunakan di laboratorium, kita perlu melakukan verifiksi metoda untuk menjamin bahwa metoda SNI ini mencapai kinerja yang baik ketika digunakan di laboratorium kita.

Kami akan berusaha secara berkala memberikan update terhadap daftar ini. Untuk saran dan informasi tambahan bisa menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Standard Sistem Manajemen Laboratorium

1. SNI ISO/IEC 17025:2017, Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (General Requirements for The Competence of Testing and Calibration Laboratories)

Dokumen ini memuat persyaratan umum kompetensi, ketidakberpihakan dan pengoperasian laboratorium yang konsisten. Dokumen ini berlaku bagi semua organisasi yang melakukan kegiatan laboratorium, berapapun jumlah personelnya.

Pelanggan laboratorium, otoritas pemerintahan, organisasi dan skema yang menggunakan asesmen setara (peer-assessement), badan akreditasi, dan pihak lain menggunakan dokumen ini untuk mengonfirmasi dan mengakui kompetensi laboratorium.

 

Pengujian Kimia

1. SNI 06-6989.23-2005, Air dan limbah – Bagian 23: Cara uji suhu dengan termometer

Cara uji ini digunakan untuk menetapkan suhu air dan air limbah dengan termometer air raksa

2. SNI 06-6989.11-2004, Air dan air limbah – Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter

Metode ini meliputi, cara uji derajat keasaman (pH) air dan air limbah dengan menggunakan alat pH meter

3. SNI 06-6989.27-2005, Air dan air limbah – Bagian 27: Cara uji kadar padatan terlarut total secara gravimetri

Cara uji untuk menentukan kadar padatan terlarut total, padatan terlarut total yang menguap dan padatan terlarut total yang terikat dalam air dan air limbah secara gravimetri. Dalam pengujiannya, penimbangan padatan terlarut total tidak boleh lebih dari 200 mg.

4. SNI 6989.2:2009, Air dan air limbah – Bagian 2: Cara uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri

Metode ini digunakan untuk pengujian kebutuhan oksigen kimiawi (COD) dalam air dan air limbah dengan reduksi Cr2O72- Secara sprektrofotometri pada kisaran nilai COD 100 mg/L sampai dengan 900 mg/L pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 600 nm dan nilai COD lebih kecil atau sama dengan 90 mg/L pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 420 nm.

Metode ini digunakan untuk contoh uji dengan kadar klorida kurang dari 2000 mg/L.

5. SNI 06-6989.14-2004, Air dan air limbah – Bagian 14: Cara uji oksigen terlarut secara yodometri (modifikasi azida)

Metode ini meliputi cara uji kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO) dari contoh air dan air limbah: terutama untuk contoh yang mengandung lebih besar dari 50 µg NO2 –N/L dan kadar besi (II) lebih kecil dari 1 mg/L dengan menggunakan metode yodometri (modifikasi azida) untuk kadar oksigen terlarut sama atau di bawah kejenuhannya

6. SNI 6989.72:2009, Air dan air limbah – Bagian 72: Cara Uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/BOD)

Cara uji ini digunakan untuk menentukan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroba aerobik untuk mengoksidasi bahan organik karbon dalam contoh uji air limbah, efluen atau air yang tercemar yang tidak mengandung atau yang telah dihilangkan zat-zat toksik dan zat-zat pengganggu lainnya. Pengujian dilakukan pada suhu 20oC ± 1oC selama 5 hari  ± 6 jam

7. SNI 06-6989.25-2005, Air dan air limbah – Bagian 25 : Cara uji kekeruhan dengan nefelometer

Cara uji ini digunakan untuk menetapkan kekeruhan air dan air limbah dengan nefelometer. Kekeruhan maksimum yang dapat diukur dalam pengujian ini adalah 40 Nefelometrik Turbidity Unit (NTU), apabila contoh uji mempunyai kekeruhan lebih dari 40 NTU maka contoh harus diencerkan

8. SNI 6989.4:2009, Air dan air limbah – Bagian 4: Cara uji Besi (Fe) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala

Metode ini digunakan untuk penentuan logam besi (Fe) total dan terlarut dalam air dan air limbah secara spektrofotometri serapan atom-nyala (SSA) pada kisaran kadar Fe 0,3 mg/L sampai dengan 10 mg/L dengan panjang gelombang 248,3 nm.

9.SNI 6989.5:2009, Air dan air limbah – Bagian 5: Cara uji mangan (Mn) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala

Metode ini digunakan untuk menentukan logam mangan (Mn) total dan terlarut dalam air dan air limbah secara spektrofotometri serapan atom-nyala (SSA) pada kisaran kadar Mn 0,1 mg/L sampai dengan  10 mg/L dengan panjang gelombang 279,5 nm

10. SNI 6989.16:2009, Air dan air limbah – Bagian 16: Cara uji kadmium (Cd) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala

Metode ini digunakan untuk penentuan logam kadmium (Cd) total dan terlarut dalam air dan air limbah secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-nyala pada kisaran kadar Cd 0,05 mg/L sampai dengan 2 mg/L dengan panjang gelombang 228,8 nm

11. SNI 6989.7:2009, Air dan air limbah – Bagian 7: Cara uji seng (Zn) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala

Metode ini digunakan untuk penentuan logam seng (Zn) total dan terlarut dalam air dan air limbah secara spektrofotometri serapan atom-nyala (SSA)-nyala pada kisaran kadar Zn 0,05 mg/L sampai dengan 2,0 mg/L dengan panjang gelombang 213,9 nm

12. SNI 6989.17:2009, Air dan limbah – Bagian 17: Cara uji krom total (Cr-T) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-nyala

Metode inin digunakan untuk penentuan logam krom total (Cr-T) dalam air dan air limbah secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala pada kisaran kadar Cr 0,2 mg/L sampai dengan 10 mg/L dengan panjang gelombang 357,9 nm

13. SNI 6989.6:2009, Air dan limbah – Bagian 6: Cara uji tembaga (Cr-T) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-nyala

Metode ini digunakan untuk penentuan logam tembaga (Cu) total dan terlarut dalam air dan air limbah secara spektrofotometri serapan atom-nyala (SSA) pada kisaran kadar Cu 0,2 mg/L sampai dengan 10 mg/L dengan panjang gelombang 324,7 nm.

14. SNI 6989.8:2009, Air dan air limbah – Bagian 8: Cara uji timbal (Pb) secara spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala

Metode ini digunakan untuk penentuan logam timbal, Pb total dan terlarut dalam air dan air limbah secara spektrofotometri serapan atom (SSA)-nyala pada kisaran kadar Pb 1,0 mg/L sampai dengan 20 mg/L dan panjang gelombang 283,3 nm atau 217,0 nm yang dilengkapi dengan background correction

15. SNI 06-6989.3-2004, Air dan air limbah – Bagian 3: Cara uji padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid, TSS) secara gravimetri

Metode ini digunakan untuk menentukan residu tersuspensi yang terdapat dalam contoh uji air dan air limbah secara gravimetri. Metode ini tidak termasuk penentuan bahan yang mengapung, padatan yang mudah menguap dan dekomposisi garam mineral

16. SNI 2973:2011, Biskuit

Standar ini menetapkan istilah dan definisi, syarat mutu, pengambilan contoh, dan cara uji biskuit.

Standar ini berlaku juga untuk produk krekers, kukis, wafer dan pai.

Jadwal Free Training Laboratorium 2021

 

Mikrobiologi 

1.SNI ISO 11133:2016, Mikrobiologi bahan pangan, pakan ternak dan air – Persiapan, produksi, penyimpanan dan kinerja pengujian media kultur

This National Standard defines terms related to quality assurance of culture media and specifies the requirements for the preparation of culture media intended for the microbiological analysis of food, animal feed, and samples from the food or feed production environment as well as all kinds of water intended for consumption or used in food production.

These requirements are applicable to all catagories of culture media prepared for use in laboratories performing microbiological analyses.

This National Standard also sets criteria and describes methods for the performance testing of culture media. This International Standard applies to producer such as:

  • Commercial bodies producing and/or distributing ready-to-use or semi-finished reconstituted or dehydrated media;
  • Non-commercial bodies supplying media to third parties;
  • Microbiological laboratories preparing culture media for their own use

2. SNI 06-4158-1996, Metode pengujian jumlah total bakteri golongan koli dalam air dengan tabung fermentasi

Metode pengujian ini :

  • Membahas ketentuan-ketentuan, cara uji dan laporan uji;
  • Dapat digunakan untuk semua jenis air termasuk air dengan kadar sespensi tinggi;
  • Dihitung menggunakan tabel jumlah perkiraan terdekat (JPT) atau rumus.

3. SNI ISO 9308-1:2010, Kualitas Air – Deteksi dan Perhitungan Bakteri Coliform dan Escherichia coli. Bagian I, Metoda Filtrasi dengan membran.

SNI ISO 9308 bagian ini meliputi metoda acuan (Pengujian Standar) untuk mendeteksi  dan menghitung bakteri coliform dan Escherichia coli pada air untuk konsumsi manusia. Pengujian standar ini meiliki selektivitas yang rendah, dapat mendeteksi bakteri yang sel selnya sudah rusak.

Karena selektivitasnya yang rendah, pertumbuhan bakteri lain yang tidak diinginkan dapat menggangu keakuratan perhitungan bakteri coliform dan Escherichia coli.Misalnya pada beberapa air minum, seperti air sumur dangkal atau air permukaan. Metoda ini tidak sesuai untuk jenis air ini.

Pengujian standar didasarkan pada filtrasi dengan membran, pertumbuhan kultur pada differential agar medium dan penghitungan jumlah organisme target dalam contoh uji.

SNI ISO 9308 bagian ini terutama sesuai untuk air dengan jumlah bakteri yang rendah. Pada kasus kasus tertentu yang membutuhkan informasi cepat, ISO ini menyediakan metodacepat (rapid test) untuk mendeteksi E.coli pada air untuk konsumsi manusia hanya dalam waktu 24 jam.

Pengujian cepat didasarkan pada filtrasi dengan membran, pertumbuhan kultur pada media selektif dan perhitungan jumlah E coli dalam contoh uji.

Pengujian standar dan Pengujian cepat dapat digunakan untuk jenis air yang lain asalkanbahan tersuspensi atau flora laintidak menggangu filtrasi, pengkulturan dan penghitungan.

3. SNI ISO 7218:2012, Mikrobiologi bahan pangan dan pakan-Persyaratan umum dan pedoman untuk pengujian mikrobiologi

Standar ini memuat persyaratan umum dan pedoman/pilihan yang ditujukan untuk tiga penggunaan utama :

1.Implementasi standar ISO/TC 34/SC 9 atau ISO/TC 34/SC 5 Untuk deteksi atau enumerasi mikroba, yang selanjutnya disebut standar spesifik.

2. Tata cara kerja laboratorium yang baik (Good Laboratory Practices) untuk laboratorium mikrobiologi pangan

3. Pedoman untuk akreditasi laboratorium mikrobiologi pangan

Standar ini diterapkan untuk mikrobiologi pangan, bahan pakan hewan. lingkungan produksi pangan dan lingkungan produksi primer

3.SNI 2897:2008, Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur dan susu, serta hasil olahannya

Standar ini menetapkan metode pengujian cemaranmikroba total plate Count (TPC), Coliform, Escheria coli, Staphylococcus aureus, Salmonela spp., Campylobacter spp., dan Listeria monocytogenes secara kualitatif dan kuantitatif pada daging, telur dan susu, serta hasil olahannya.

Jadwal Training dan webinar bidang laboratorium 2021

 

Teknik Pengambilan Sampel

1. SNI 6989.57:2008, Air dan Air Limbah – Bagian 57: Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan

Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh air guna keperluan pengujian sifat fisika dan kimia air permukaan

2. SNI 6989.58:2008, Air dan air limbah – Bagian 58: Metoda pengambilan contoh air tanah

Metoda ini digunakan untuk pengambilan contoh air guna keperluan pengujian sifat fisika dan kimia air tanah.

3. SNI 6989.59:2008, Air dan air limbah – Bagian 59: Metoda pengambilan contoh air limbah

Metoda ini digunakan untuk pengambilan contoh air guna keperluan pengujian sifat fisika dan kimia air limbah

4. SNI 19-0429-1989, Petunjuk Pengambilan Contoh Cairan dan Semi Padat,

Standar ini meliputi definisi, cara pengambilan contoh dan penanganan dan penyajian contoh cairan dan semi padat

5. SNI 19-0428-1998, Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan

Standar ini meliputi acuan, definisi, istilah, cara pengambilan contoh serta cara penanganan dan penyajian contoh padatan

Demikian yang bisa kami informasikan tentang daftar SNI Metoda analisa di laboratorium, Jika ada informasi lain yang dibutuhkan terkait pemesanan SNI dan lain-lain, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Revisi 02, 16 Januari 2021

Jadwal Training dan Sertifikasi BNSP Bidang Laboratorium 2021

 

Leave a reply