Enviromental Monitoring Di Laboratorium Mikrobiologi, Apa Yang Perlu Anda Ketahui

Bagaimana melakukan enviromental monitoring di laboratorium mikrobiologi dengan benar?

Enviromental monitoring adalah proses asessment atau penilaian terhadap kebersihan dari lingkungan laboratorium terutama laboratorium mikrobiologi. Kegiatan enviromental monitoring termasuk pengumpulan data terkait identifikasi dan perhitungan jumlah mikroorganisme pada permukaan, udara dan personil. Perhitungan partikel non viable , pengujian fisik juga bisa dilakukan karena terdapat hubungan antara jumlah partikel udara yang tinggi dan mikroorganisme.

Enviromental monitoring pertama kali dilakukan di Industri farmasi, namun dengan perkembangan terkini, teknik ini juga diterapkan di seluruh laboratorium mikrobiologi.

Enviromental monitoring berbeda dengan enviromental control (pengendalian lingkungan).  Pengendalian lingkungan adalah pengukuran parameter yang penting untuk mempertahankan lingkungan yang diperlukan untuk pengujian. Parameter tersebut termasuk suhu, humidity, air velocity, unidirectional air flow, flitrasi HEPA dan perbedaan tekanan antar ruangan.

Sedangkan enviromental monitoring adalah pengukuran yang hasilnya dapat menjadi indikator yang penting untuk pemastian keabsahan hasil pengujian.

Pelaksanaan enviromental moniroring bisa merujuk pada beberapa standar seperti :

  • EU GMP Guide
  • USP <116>
  • FDA Code of Federal Regulation 21 CFR 211
  • ISO 14698 Part 1
  • PDA Technical Report Number 13

Free E-Book : Trouble Shooting Pada Pembuatan Media Mikrobiologi

Tujuan program enviromental monitoring adalah :

1. Untuk memonitor kebersihan, mengambil data dan melihat trend data untuk memperlihatkan hasil kontrol mikrobiologi dari lingkungan. Proses monitoring akan lebih baik jika dilakukan dengan teknik representatif.

2. Untuk memperlihatkan bahwa tingkat kontaminasi tidak naik ketika proses analisa dilakukan.

3. Untuk melakukan assessment pada lingkungan laboratorium mikrobiologi. Assesment bisa didapat dengan memilih lokasi dan frekuensi yang tepat.

4. Jika terdapat hasil yang tidak sesuai persyaratan maka investigasi harus dilakukan menggunakan prosedur terdokumentasi untuk menentukan sumber kontaminasi, dampaknya terhadap produk dan langkah perbaikan dan langkah pencegahan yang harus dilakukan.

5. Untuk melihat efektifitas dari pembersihan dan proses sanitasi di laboratorium mikrobiologi.

6. Untuk melihat kinerja personil dan peralatan serta prosedur.

7. Untuk memberikan informasi pada proses pengendalian lingkungan.

Dalam menyusun program enviromental monitoring, laboratorium harus memperhatikan :

  • keterbatasan metode
  • Jenis media kultur
  • suhu dan lama inkubasi
  • waktu dan tempat pengambilan sampel

Leave a reply