[FREE TEMPLATE] Teknik Kalibrasi Dan Uji Kinerja Autoclave

Bagaimana memastikan autoclave di laboratorium kita berfungsi dengan baik?

Autoclave adalah salah satu peralatan laboratorium yang harus ada di laboratorium mikrobiologi. Autoclave digunakan untuk melakukan sterilisasi dan dekontaminasi pada media mikrobiologi, bahan dan peralatan pendukung di laboratorium mikrobiologi.

Pada tulisan kali ini, kita akan membahas beberapa teknik yang bisa kita lakukan untuk memastikan kalibrasi dan uji kinerja autoclave.

Kalibrasi autoclave sebaiknya dilakukan oleh laboratorium kalibrasi yang sudah terakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017. Frekuensi kalibrasi bisa ditentukan sendiri oleh laboratorium sesuai PROGRAM KALIBRASI yang sudah disusun sebelumnya.

Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan berbagai peralatan yang mengontrol suhu, tekanan dan lama pengoperasian (termometer, manometer dan kronometer) serta alat penunjuk proses autoclave yang sedang berjalan.

Sistem penunjuk autoclave modern (mikroprosesor) dapat menunjukkan seluruh parameter sterilisasi tersebut dan secara otomatis akan menghentikan proses sterilisasi apabila timbul masalah pada autoclave.

Setelah dikalibrasi, laboratorium mikrobiologi bisa melakukan beberapa langkah untuk memastikan bahwa autoclave masih berfungsi dengan baik. Beberapa pihak menyebut langkah ini sebagai PENGECEKAN ANTARA. Pengecekan ini bisa menggunakan 2 indikator, yaitu :

1. Indikator Kimia

Indikator kimia, seperti selotif autoclave sebaiknya selalu digunakan setiap melakukan proses sterilisasi. Sebelum barang barang pada autoclave dikeluarkan, periksa adanya perubahan warna selotif. Hasilnya harus selalu dicatat pada buku log

FREE TEMPLATE FORMULIR LOG UJI KINERJA AUTOCLAVE

2. Indikator Biologi

Indikator biologi sebaiknya digunakan secara berkala. Ada banyak pendapat tentang frekuensi penggunaan indikator biologi ini, sebagian user menggunakan indikator biologi setiap kali autocalve digunakan, sebagian menggunakan indikator biologi 3 bukan sekali, 6 bulan sekali sampai satu tahun sekali.

Merujuk pada Technical Notes C&B and ENV 002, Quality Assurance of Equipment Commonly Used in Chemical &
Biological and Environmental Testing Laboratories, Laboratorium sebaiknya menggunakan Indikator Biologi setiap 3 bulan sekali.

Indikator biologis yang biasa digunakan untuk menilai efektifitas autoclave adalah spora Geobacillus stearothermophilus yang disimpan dalam vial berukuran sekitar 1 -3 ml tergantung pabrikan.

Vial spora diletakkan didalam autoclave dan dipaparkan (diikutkan dalam proses sterilisasi) pada suhu 121 derajat Celcius  selama 15 menit. Setelah itu, vial spora yang diautoclave diinkubasi bersama dengan vial spora yang tidak diautoclave (sebagai kontrol pertumbuhan) pada suhu 56-60 derajat Celcius.

Apabila tidak didapatkan pertumbuhan pada vial yang diautoclave, maka autoclave berfungsi dengan baik. Apabila didapatkan pertumbuhan, maka proses pengujian diulang kembali menggunakan vial spora yang baru. Adanya 2 kali pertumbuhan pada vial spora yang diautocalve menunjukkan bahwa autoclave tidak berfungsi dengan baik sehingga harus diperbaiki sebelum dapat digunakan kembali.

Hasil pengujian harus selalu dicatat pada buku log.

FREE TEMPLATE FORMULIR LOG UJI KINERJA AUTOCLAVE

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait teknik kalibrasi dan teknik uji kinerja Autoclave. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami dengan klik >>> Tanya Team LabMania 

Artikel lain yang mungkin bermanfaat

1. 7 Kompetensi Penting Sebagai Mikrobiologist

2. 4 Jenis Media Mikrobiologi Yang Bisa Anda Gunakan Sesuai Kebutuhan

Leave a reply