Ingin Menjadi Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017? Pelajari Kompetensi Yang Harus Dimiliki

Ingin menjadi Auditor Internal ISO/IEC 17025:2017?

Klausul 8.8 pada ISO/IEC 17025:2017 mensyaratkan bahwa laboratorium harus melakukan audit internal pada interval yang direncanakan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal , Audit Internal sebaiknya dilaksanakan oleh staff laboratorium yang sudah memiliki kompetensi sebagai Auditor Internal.

Tulisan ini secara berseri akan membahas kompetensi yang diperlukan untuk melakukan audit internal. Kemudian kita akan membahasa Referensi , frekwensi, metoda, tanggung jawab, persyaratan perencanaan dan pelaporan pada audit internal ISO/IEC 17025:2017

Mari kita mulai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan audit internal pada sistem manajemen. Kompetensi ini akan merujuk pada Keputusan Mentri Ketenagakerjaan Nomor 347 tahun 2015tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Jasa Pengujian Laboratorium

Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menyiapkan, melaksanakan dan mendokumentasikan audit internal terhadap aspek sistem mutu laboratorium.

Kompetensi ini juga mencakup implementasi tindakan perbaikan dan peluang untuk peningkatan serta pemantauan terhadap keefektifannya.

Kompetensi ini berlaku untuk staf teknis senior dan penyelia laboratorium yang bekerja di semua sektor industri.

Mereka memainkan peran kunci dalam tim audit karena pengetahuan mereka terhadap sistem mutu dan keahlian teknis serta pengetahuan khusus yang luas mengenai prosedur dan teknologi.

Kompetensi ini menggambarkan pemeriksaan secara seksama terhadap berbagai aspek sistem mutu.

Kompetensi Audit Internal Terhadap Sistem Mutu mencakup :

A. Mempersiapkan Audit Internal

1. Menentukan ruang lingkup dan uraian persyaratan dari audit yang direncanakan melalui analisa secara ringkas

2. Mengidentikasi prosedur dan atau lingkungan kerja yang akan diaudit serta mengumpulkan dokumentasi yang terkait.

3. Memberi penjelasan secara ringkas serta memberi tugas dan tanggung jawab kepada personil yang terkait.

4. Mengembangkan rencana audit secara terperinci dan mengkonsultasikannya dengan personil yang terkait.

5. Mengembangkan checklist untuk mengidentifikasi kesesuian dan ketidaksesuaian.

B. Melaksanakan Audit

1. Melakukan penjelasan terhadap komponen sistem mutu dan lingkungan kerja yang akan diaudit.

2. Melakukan kerjasama dengan personil yang terkait untuk memaksimalkan peningkatan dan kepemilikan proses audit yang berkelanjutan

3. Mengumpulkan bukti yang cukup untuk mengidentifikasi aspek aspek ketidaksesuain dari sistem mutu.

4. Menganalisa bukti bukti untuk mengidentifikasi tindakan perbaikan yang sesuai.

C. Melaporkan Temuan

1. Mendokumentasikan temuan dari proses audit dalam format yang dipersayaratkan

2. Memberikan rekomendasi untuk tindakan perbaikan

3. Menyediakan strategi untuk pelaksanaan tindakan perbaikan

D. Menyelesaikan Tindakan Perbaikan

1.Mengembangkan dan melaksanakan rencana tindakan untuk meningkatkan sistem mutu

2.Melakukan konsultasi dengan personil yang terkait mengenai strategi yang diperlukan untuk meningkatkan sistem mutu.

3. Mengevaluasi keefektifan tindakan perbaikan dan melaporkan sesuai waktu yang disepakati

4. Memelihara sertifikasi yang terkait.

Statistika Dasar Pengujian di Laboratorium

Pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan

Pengetahuan yang diperlukan termasuk :

1. Sistem mutu perusahaan, standar mutu nasional dan internasional serta protokol yang terkait

2. Proses audit

3. Prinsip prinsip peningkatan yang berkelanjutan

4. Pentingnya mengidentifikasi dan melaporkan ketidakesuaian

5. Proses dokumentasi

6. Teknik pemecahan masalah untuk mengidentifikasi penyebab dan pilihan untuk mnegatasi masalah

7. Persyaratan dan prosedur pelaporan komunikasi di tempat kerja

8. Struktur organisasi, tanggung jawab dan delegasi perusahaan

9. Persyaratan kesehatan, keselamatan dan lingkungan yang terkait

10. Tujuan bisnis dan indikator kinerja utama laboratorium

 

Ketrampilan yang diperlukan

Ketrampilan yang diperlukan termasuk :

1. Mempersiapkan dan melaksanakan audit sistem mutu dengan mengikuti prosedur perusahaan

2. Melaksanakan tindakan perbaikan dan memantau keefektifannya

3. Menerapkan strategi komunikasi yang efektif

4. Mengumpulkan dan menganalisis semua data/dokumen/rekaman yang diperlukan

5. mendorong saran dan umpan balik dari anggota tim ketika mengembangkan dan menyempurnakan proses

6. Memantau dan mengkaji ulang kinerja tim

7. Menerapkan teknik identifikasi dan pemecahan masalah yang efektif

8. Menyiapkan dan memelihara dokumentasi mutu dan audit

9. membuat rekomendasi berdasarkan temuan ketidaksesuaian

10. menginisiasi dan mengevaluasi tindakan perbaikan dan membuat penyesuaian yang diperlukan

 

Demikian kompetensi yang diperlukan untuk melakukan audit internal pada sistem manajemen.Kami akan melajutkan pembahasan ini pada artikel selanjutnya.

Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan hubungi kami via e-mail di [email protected]

workshop audit internal ISO 17025

 

Leave a reply