Istilah Dan Definisi Pada K3 Laboratorium

Bagaimana memahami istilah dan definisi yang terkait K3 laboratorium?

Merujuk pada SNI ISO 45001:2018 Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) – Persyaratan dan pedoman penggunaan, Berikut adalah penjelasan dari istilah dan definisi yang sering kita gunakan pada pembahasan terkait K3 Laboratorium

1.Sistem Manajemen

Sekumpulan elemen yang saling terkait atau berinteraksi dari suatu organisasi, untuk menetapkan kebijakan, sasaran dan proses untuk mencapai tujuan tersebut.

dengan catatan :

a. Sistem manajemen dapat mencakup satu disiplin atau beberapa disiplin.

b. Elemen sistem mencakup struktur organisasi, peran dan tanggung jawab, perencanaan, operasi, evaluasi kinerja dan peningkatan.

c. Ruang lingkup sistem manajemen boleh mencakup keseluruhan organisasi, fungsi yang spesifik dan teridentifikasi dari organisasi, bagaian yang spesifik dan teridentifikasi dan organisasi, atau satu atau beberapa fungsi diantara sekelompok organisasi.

2. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Sistem manajemen atau bagian dari sistem manajemen yang digunakan untuk mencapai kebijakan K3.

Hasil yang diharapkan dari SMK3 adalah untuk mencegah cegera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja pada pekerja dan untuk menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat.

3. Kebijakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)

Kebijakan untuk mencegah cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja kepada pekerja dan untuk menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat.

4. Cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja

Dampak buruk pada kondisi fisik , mental atau kognitif personil.

Dengan catatan :

a. Dampak buruk ini termasuk penyakit dalam hubungan kerja, sakit dan kematian.

b. istilah “cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja” menyiratkan adanya cedera atau gangguan kesehatan dalam hubungan kerja ,baik secara tersendiri atau kombinasi keduanya.

5. Bahaya (Hazard)

Sumber dengan potensi menyebabkan cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja.

Bahaya dapat mencakup

a. Sumber dengan potensi menyebabkan bahaya atau situasi berbahaya.

b. Keadaan dengan potensi paparan yang menyebabkan cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja.

6. Risiko (Risk)

Efek ketidakpastian

Dengan beberapa catatan sebagai berikut :

1. Efek adalah penyimpangan dari yang diharapkan, bisa menjadi efek positif atau efek negatif

2. Ketidakpastian adalah suatu keadaan, dapat secara parsial, kurangnya informasi berkaitan dengan, pemahaman atau pengetahuan, suatu kejadian, konsekuensi, atau kemungkinan.

3. Risiko sering dikenali sebagai “potensi kejadian” (sebagaimana didefinisikan dalam pedoman ISO 73:2009, 3.5.1.3) dan konsekuensi (sebagaimana didefinisikan dalam pedoman ISO 73:2009, 3.6.1.1).

4. Risiko sering dinyatakan dalam bentuk kombinasi konsekuensi dari suatu kejadian (termasuk perubahan keadaan) dan “kemungkinan” yang terkait dari kejadian (sebagaimana didefinisikan dalam pedoman ISO 73:2009,3.6.1.1).

5. Dalam dokumen ini, bila istilah “risiko dan peluang” digunakan, hal tersebut berarti risiko K3, peluang K3 dam risiko serta peluang lainnya pada sistem manajemen.

7. Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kombinasi kemungkinan terjadinya kejadian atau paparan berbahaya yang terkait dengan pekerjaan dan keparahan cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja yang dapat disebabkan oleh kejadian-kejadian atau paparan-paparan.

8. Insiden

Kejadian yang timbul dari atau disebabkan oleh pekerjaan yang dapat atau memang mengakibatkan cedera dan  gangguan kesehatan dalam hubungan kerja.

dengan catatan :

a. Suatu insiden dimana terjadi cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja kadang kadang disebut sebagai kecelakaan (accident)

b. Suatu insiden dimana tidak ada cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja terjadi, tetapi memiliki potensi untuk terjadi, boleh disebut sebagai “near miss”, near hit” atau “close call”.

c. Meskipun ada satu atau lebih ketidaksesuaian terkait dengan insiden, insiden juga dapat terjadi jika tidak ada ketidaksesuaian.

8. Tindakan koreksi

Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian atau insiden dan untuk mencegah terulang kembali.

9. Peningkatan berkelanjutan

Aktifitas berulang untuk meningkatkan kinerja. Berkelanjutan tidak berarti secara terus menerus, sehingga aktifitas tidak perlu dilakukan disemua area secara bersamaan.

Demikianlah  istilah dan definisi yang terkait K3 laboratorium yang bisa kami sampaikan. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

 

Leave a reply