Kompetensi Penting Pada Analisa Menggunakan Atomic Absorption Spectrometry

Apa saja kompetensi yang harus dimiliki ketika kita melakukan analisa menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS)?

Atomic Absorption Spectrometry (AAS) atau dalam bahasa Indonesia disebut Spektroskopi Serapan Atom (SSA) adalah salah satu instrument canggih dan modern yang sekarang sudah banyak dimiliki oleh laboratorium di Indonesia.

Dibandingkan Spektrophotometer UV-VIS, Atomic Absoption Spectrometry (AAS) bisa menganalisa logam dengan batas deteksi yang lebih kecil.

Apa saja kompetensi yang diperlukan agar kita bisa melakukan analisa menggunakan Atomic Absoption Spectrometry (AAS) dengan benar?

Berikut adalah 7 unit kompetensi yang harus dimiliki ketika melakukan analisa menggunakan AAS berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sesuai Keputusan Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 347 tahun 2015.

I. Berpartisipasi dalam K3 Laboratorium

A. Mengidentifikasi, mengendalikan dan melaporkan ancaman bahaya terhadap  K3 dan Lingkungan

1. Memeriksa ancaman bahaya di area kerja secara rutin sebelum memulai dan selama bekerja.

2. Menangani ancaman  bahaya dalam lingkup tanggung jawab

3. Melaporkan ancaman  bahaya  dan  insiden  kepada  personil  yang  ditunjuk  sesuai  dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.

B. Melaksanakan pekerjaan dengan aman

1. Memilih, menyesuaikan dan menggunakan pakaian  dan  alat  pelindung  diri  yang  tepat.

2. Mentaati prosedur  perusahaan selama menjalankan tugas kerja.

3. Menjaga semua lingkungan kerja tetap bersih dan bebas dari hambatan.

4. Menyimpan, mengangkut, dan memusnahkan bahan dan barang berbahaya dengan aman.

C. Mengikuti prosedur tanggap darurat dan insiden

1. Mengidentifikasi insiden dan situasi darurat

2. Melaporkan dan merekam insiden dan situasi darurat sesuai dengan prosedur perusahaan.

3. Mentaati prosedur insiden dan situasi darurat berdasarkan jenis situasinya, dengan menggunakan peralatan darurat sesuai dengan prosedur perusahaan.

II. Melakukan kalibrasi metode standar

A. Mempersiapkan kelengkapan untuk kalibrasi

1. Memilih prosedur kalibrasi yang telah disahkan sesuai dengan prosedur perusahaan.

2. Memastikan semua alat ukur memenuhi persyaratan spesifikasi laboratorium  dan prosedur kalibrasi.

3.  Menggunakan standar acuan yang telah ditentukan dan merangkai serta  memasang peralatan terkait sebelum pengujian. Memverifikasi kinerja standar acuan dan peralatan ukur sebelum  digunakan  serta diadjust atau dikalibrasi jika diperlukan.

4.  Mengidentifikasi dan meminimalisasi sumber kesalahan pengukuran yang potensial.

B. Melakukan kalibrasi

1. Melakukan uji individual tanpa variansi sesuai  prosedur terdokumentasi untuk menjamin ripitabilitas pengukuran.

2. Memastikan pembacaan sebagai hasil pengukuran yang valid dan merekam data sesuai  kebutuhan  (As-found  atau sebelum adjustment).

3. Melakukan adjustment pada alat  yang  akan  dikalibrasi,  agar dihasilkan  pembacaan  sesuai  spesifikasi dan  merekam data  (As-left atau setelah adjustment) jika diperlukan.

4. Menganalisa data hasil kalibrasi untuk mendeteksi  kecenderungan  atau ketidak konsistenan  yang  akan  mempengaruhi akurasi atau validitas  hasil kalibrasi.

5. Mencari saran yang tepat, ketika interpretasi hasil berada diluar lingkup persetujuan yang telah disahkan.

C. Mendokumentasi hasil

1. Mendokumentasikan kesesuaian/ketidaksesuaian dengan persyaratan kalibrasi dan/atau  spesifikasi.

2. Menetapkan estimasi ketidakpastian pengukuran dan mendokumentasikan sesuai dengan prosedur perusahaan, jika diperlukan.

3. Merekam hasil setiap  pengujian/kalibrasi secara akurat, jelas dan obyektif.

4. Menjamin kerahasiaan informasi perusahaan.

D. Menyelesaikan kalibrasi

1. Menyiapkan dan menerbitkan laporan akhir pada  pekerjaan/hal  yang  menguraikan secara  rinci  kalibrasi  yang  dilakukan, ketertelusuran, pernyataan kesesuaian dan informasi terkait yang dibutuhkan.

2. Melaporkan setiap ketidaksesuaian dan menverifikasi tindak lanjutnya dengan penyelia.

3. Menempel label  kalibrasi,  stiker  alat,  tanda  QC  dan segel  tahan  kerusakan  seperti persyaratan dalam prosedur perusahaan.

III. Menyiapkan larutan kerja

A, Menggunakan bahan kimia laboratorium, alat gelas dan peralatan dengan aman

1.. Menggunakan alat gelas laboratorium dan alat ukur yang tepat.

3. Membersihkan dan menyimpan alat gelas dan peralatan sesuai dengan prosedur perusahaan.

B. Membuat larutan kerja

1. Mengidentifikasi metode standar yang relevan untuk persiapan larutan.

2. Memilih dan menyiapkan bahan dan pelarut dengan kemurnian tertentu .

4. Mengukur jumlah pereaksi yang tepat untuk persiapan larutan dan mencatat data.

5. Menyiapkan label dan rincian catatan larutan pada daftar laboratorium.

6. Memisahkan larutan pada wadah berlabel yang sesuai.

C. Memeriksa   ketersediaan larutan

1. Memantau umur simpan larutan kerja sesuai dengan prosedur laboratorium.

2. Memisahkan larutan yang  telah kadaluarsa atau larutan yang rusak sesuai dengan prosedur laboratorium.

3. Melakukan analisis titrimetri secara rutin, jika sesuai, digunakan untuk menentukan kesesuaian larutan dengan  peruntukannya.

IV. Melakukan pengujian dan prosedur kimia

A. Menginterpretasikan dan menjadwalkan persyaratan pengujian

1. Mengkaji permintaan pengujian untuk mengidentifikasi contoh uji, metode uji dan peralatan/instrumen yang digunakan.

2. Mengidentifikasi bahaya dan tindakan pengendalian terkait dengan contoh, metode preparasi/pengujian, pereaksi dan/atau peralatan.

3. Merencanakan tahapan kerja untuk mengoptimalkan pengerjaan beberapa contoh.

B. Menerima dan menyiapkan contoh

1. Mencatat identitas contoh kedalam log book sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

2. Mencatat deskripsi contoh, membandingkan dengan spesifikasi dan mencatat serta melaporkan ketidaksesuaiannya.

3. Menyiapkan contoh dan standar sesuai dengan persyaratan pengujian kimia.

4. Memastikan ketertelusuran contoh dari penerimaan sampai pelaporan hasil

C. Mengecek peralatan sebelum digunakan

1. Menyiapkan peralatan/instrumen sesuai dengan persyaratan metode pengujian.

2. Melakukan pra-penggunaan dan pemeriksaan keamanan sesuai dengan prosedur perusahaan dan prosedur operasi yang relevan.

3. Mengidentifikasi dan melaporkan komponen dan peralatan yang rusak atau tidak aman kepada personil yang tepat.

4. Memeriksa kalibrasi peralatan dengan menggunakan standar dan prosedur yang ditetapkan, jika ada.

5. Memisahkan peralatan atau instrumen yang tidak memenuhi persyaratan kalibrasi

6. Memastikan pereaksi yang diperlukan untuk pengujian tersedia dan memenuhi persyaratan mutu.

D. Melakukan pengujian contoh untuk menentukan jenis senyawa atau sifatnya

1. Mengoperasikan peralatan/instrumen sesuai dengan persyaratan metode pengujian.

2. Melakukan pengujian/prosedur untuk semua contoh dan standar sesuai dengan metode yang ditentukan.

3. Mematikan peralatan/instrumen sesuai dengan prosedur operasi.

E. Memproses dan menginterpretasi data

1. Mencatat data hasil pengujian dan pengamatan yang tidak lazim

2. Membuat grafik kalibrasi dan menghitung hasil pengujian contoh dengan menggunakan grafik ini, jika diperlukan,

3. Memastikan nilai perhitungan sesuai dengan ekspektasi.

4. Mencatat dan melaporkan hasil pengujian sesuai dengan prosedur perusahaan.

5. Mengestimasi ketidakpastian pengukuran sesuai dengan prosedur perusahaan, jika diperlukan

6. Menginterpretasikan kecenderungan data dan /atau hasil dan hasil yang keluar dari spesifikasi atau hasil yang tidak tepat segera dilaporkan kepada personil yang tepat.

7. Menentukan penyebab data atau hasil yang tidak lazim apakah dari masalah prosedur atau peralatan.

F. Menjaga rekaman laboratorium

1. Memasukan data yang disetujui ke dalam sistem informasi laboratorium.

2. Menjaga data laboratorium dan informasi perusahaan kerahasiaan dan keamanannya.

3. Memelihara peralatan dan catatan kalibrasi sesuai dengan prosedur perusahaan.

V. Menerapkan Teknik spektrofotometri rutin (AAS)

A. Menetapkan kebutuhan pelanggan dan menganalisis jadwal

1. Melakukan kerja sama dengan pelanggan atau penyedia contoh untuk menetapkan keinginan pelanggan dan riwayat contoh.

2. Mencatat deskripsi contoh, membandingkan dengan spesifikasi  dan  melaporkan perbedaannya.

3. Mengidentifikasi contoh  non-rutin dan kemungkinan mengubah prosedur perusahaan

4. Meminta saran dari penyelia terkait perbedaan yang diusulkan dan semua perubahan dokumen yang disetujui.

5. Menganalisis jadwal sesuai dengan prosedur perusahaan.

B. Menyiapkan contoh dan standar

1. Mengambil contoh laboratorium yang representatif untuk keperluan analisis.

2. Menyiapkan contoh sesuai dengan persyaratan pengujian.

3. Menyiapkan pemeriksaan validasi sebagai bagian dari pekerjaan analisis.

C. Mengatur dan mengoptimalkan instrument

1. Menyalakan instrumen dan mengkondisikan sesuai dengan prosedur perusahaan.

3. Mengoptimalkan parameter instrument untuk contoh dan persyaratan uji yang diperlukan.

4. Memeriksa status kalibrasi instrumen dan jika memungkinkan mengkalibrasi menggunakan standar dan prosedur yang ditetapkan.

D. Melakukan analisis

1. Mengukur respon analit untuk standar, pemeriksaan validasi dan sampel.

2. Melakukan pengukuran untuk memperoleh data yang andal.

3. Mengembalikan instrumen ke kondisi awal atau mematikan, jika diperlukan.

E. Proses dan analisis data

1. Mengkonfirmasi data sebagai hasil dari pengukuran yang valid.

2. Melakukan perhitungan dan memastikan hasilnya konsisten dengan standar  atau estimasi dan ekspektasi.

3. Mencatat hasil dengan akurasi, presisi, ketidakpastian dan satuan yang tepat.

4. Menganalisis kecenderungan data dan/atau hasil dan melaporkan bila ditemukan data yang tidak lazim kepada personel yang tepat.

5. Menemukan dan mengatasi masalah terkait prosedur dan peralatan yang menyebabkan data tidak lazim.

VI. Mengolah dan menginterpretasikan data

A. Mengambil dan memeriksa data

1. Menyimpan dan mengambil data dengan menggunakan file  dan/atau  perangkat  lunak aplikasi yang tepat.

2. Memverifikasi  kualitas data menggunakan prosedur perusahaan.

3. Memperbaiki kesalahan data dengan menggunakan prosedur perusahaan.

B. Menghitung kuantitas ilmiah

1. Menghitung nilai secara  statistik  untuk  data  yang diberikan.

2. Menghitung kuantitas ilmiah menggunakan rumus dan data yang diberikan dan mengestimasi ketidakpastiannya.

3. Memastikan kuantitas yang dihitung  sesuai dengan estimasi dan ekspektasi.

4. Melaporkan semua  kuantitas  yang  dihitung  dengan  satuan  yang  sesuai  dan  jumlah  angka penting yang benar.

C. Menyajikan data ke dalam tabel, chart dan grafik

1. Menyajikan data pada tabel dan chart dengan label yang jelas.

2. Membuat data dalam bentuk grafik menggunakan skala yang  tepat  untuk menjangkau rentang data atau menampilkan kecenderungan.

3. Melaporkan semua data dengan satuan dan jumlah angka penting  yang sesuai.

D. Menginterpretasikan data dalam tabel, chart dan grafik Kriteria unjuk kerja

1. Menginterpretasi ciri  penting  pada  grafik seperti  gradien, intersep, nilai maksimum  dan minimum dan garis batas.

2. Mengenali dan melaporkan kecenderungan data

E. Mencatat rekaman yang  akurat dan menjaga kerahasiaannya

1. Mencatat informasi kembali secara akurat.

2. Memverifikasi akurasi rekaman mengikuti prosedur perusahaan.

3. Mengarsip dan menyimpan rekaman di tempat kerja sesuai dengan prosedur perusahaan.

4. Mengarsip semua dokumen acuan secara logis dan menjaga dokumen acuan kemutakhirannya dan keamanannya.

VII. Menerapkan system mutu dan proses peningkatan yang berkelanjutan

A. Memenuhi persyaratan sistem mutu dalam pekerjaan sehari-hari

1. Mengakses informasi dalam persyaratan sistem mutu untuk fungsi kerjanya.

2. Merekam dan melaporkan data pengendalian mutu sesuai dengan sistem mutu.

3. Mengikuti prosedur pengendalian mutu untuk memastikan produk atau data sesuai dengan mutu yang ditetapkan sebagai dasar penerimaan atau penolakan.

4. Mengidentifikasi dan melaporkan ketidaksesuaian atau permasalahan.

5. Menggunakan teknik peningkatan mutu yang tepat untuk menyusun daftar urutan probabilitas dari akar permasalahan.

B. Menganalisa peluang untuk tindakan perbaikan dan/atau optimalisasi

1. Membandingkan cara kerja, prosedur, dan   proses atau kinerja peralatan saat  ini dengan persyaratan dan/atau riwayat data atau rekaman.

2. Mengetahui variasi yang mengindikasikan kinerja yang tidak normal atau kurang optimal.

C. Merekomendasikan tindakan perbaikan dan/atau optimalisasi

1. Menganalisa akar permasalahan untuk memprediksi dampak yang mungkin terjadi dari adanya perubahan dan memutuskan tindakan yang tepat.

2. Mengidentifikasi perubahan yang diperlukan pada  standar dan prosedur dan pelatihan.

3. Melaporkan rekomendasi kepada personil yang ditentukan.

 

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait 7 Komptensi Peting Yang Harus Dikuasai Pada Analisa Menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami dengan klik >>> Anda Bertanya, LabMania Menjawab

 

 

Leave a reply