Kompetensi Penting Untuk Membuat dan Menjaga Laboratorium Lebih Aman

Apakah sahabat labmania ingin membuat laboratorium anda lebih aman?

Apakah anda ingin mempunyai kompetensi sebagai ahli K3 di laboratorium?

Laboratorium adalah salah satu tempat dengan potensi risiko keselamatan kerja yang tinggi. Didalam laboratorium banyak terdapat potensi bahaya yang harus disiapkan antisipasinya dengan baik. Adalah tugas kita untuk membuat laboratorium menjadi tempat yang aman untuk bekerja.

Berikut adalah kompetensi yang diperlukan untuk menjadi ahli K3 di laboratorium. Kompetensi ini merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Jasa Pengujian Laboratorium Berdasarkan Keputusan Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 347 tahun 2015.

Unit kompetensi ini merupakan bagian dari kompetensi yang harus dimiliki oleh praktisi laboratorium yang bekerja di laboratorium pengujian.

Silahkan klik disini untuk melihat daftar kompetensi di laboratorium pengujian

I.Bekerja dalam suatu laboratorium/lingkungan kerja (pengenalan)

1. Bekerja dalam struktur dan budaya perusahaan

2. Bekerja sesuai dengan perjanjian kerja dan atau persyaratan perundangan

3. Menyediakan dukungan ilmiah/teknis

4. Mengatur pekerjaan sehari hari secara efisien

5. Menerima tanggung jawab untuk mutu kerjaanya

6. Mengidentifikasi kebutuhan belajarnya

II. Berpartisipasi dalam keselamatan kerja di laboratorium/lingkungan kerja

1. Mengidentifikasi, mengendalikan dan melaporkan ancaman bahaya terhadap K3 dan Lingkungan

  • Memeriksa ancaman bahaya di area kerja secara rutin sebelum memulai dan selama bekerja
  • Menangani ancaman bahaya dalam lingkup tanggung jawab
  • Melaporkan ancaman bahaya dan insiden kepada personil yang ditunjuk sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan

2. Melaksanakan pekerjaan dengan aman

  • Memilih, menyesuaikan dan menggunakan pakaian dan alat pelindung diri yang tepat
  • Mentaati prosedur perusahaan selama menjalankan tugas kerja
  • Menjaga semua lingkungan kerja tetap bersih dan bebas dari hambatan
  • Memelihara standar perusahaan mengenai kebersihan pribadi
  • Menyimpan, mengangkut dan memusnahkan bahan dan barang berbahaya dengan aman

3. Mengikuti prosedur tanggap darurat dan insiden

  • Mengidentifikasi insiden dan situasi darurat
  • Melaporkan dan merekam insiden dan situasi darurat sesuai dengan prosedur perusahaan
  • Mentaati prosedur insiden dan situasi darurat berdasarkan jenis situasinya, dengan menggunakan peralatan darurat sesuai dengan prosedur perusahaan.

4. Berkontribusi terhadap K3 di tempat kerja

  • Mengemukakan isu isu K3 dan lingkungan dengan personil yang ditunjuk sesuai dengan prosedur perusahaan dan hak yang diatur dalam undang undang serta kewajiban pegawai
  • Melaksanakan partisipasi dalam kegiatan K3 dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab.

Ketrampilan yang diperlukan

  • Mengenali potensi insiden dan mengambil tindakan perbaikan yang sesuai
  • Mendemonstasikan prosedur latihan kebakaran, insiden, pertolongan pertama dan evakuasi darurat ditempat kerja
  • Identifikasi bahaya dan pengendalian risiko dengan mengikuti kebijakan dan prosedur K3 dan lingkungan
  • Menggunakan, menyimpan dan memelihara alat pelindung diri
  • Menyimpan, mengangkut dan memusnahkan barang barang berbahaya berdasarkan instruksi dan prosedur perusahaan
  • Menggunakan peralatan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan
  • Segera mengkomunikasikan masalah kesehatan dan keselamatan serta lingkungan kepada personil yang ditunjuk

Pengetahuan yang diperlukan :

  • Peran, hak dan tanggung jawab pribadi dan atasan
  • Tanda tanda, simbol dan sinyal yang berkaitan dengan K3
  • Bahaya yang umum ditemukan dalam pekerjaan dan area kerja sendiri serta kontrol risiko standar
  • lokasi dan kegunaan alat pelindung diri dan peralatan kontrol darurat/bahaya di area kerja, termasuk fasilitas dan personil untuk pertolongan pertama
  • Persyaratan menggunakan , merawat dan menyimpan pakaian pelindung dan peralatan pribadi yang digunakan
  • Lokasi saran dan informasi tentang isu isu K3 , termasuk lembar data keamanan bahan (MSDS, Material Safety data Sheet)
  • Persyaratan dan prosedur pelaporan bahaya dan insiden K3, termasuk cedera, penyakit dan “nyaris” bahaya
  • Proses untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah kesehatan dan keselamatan
  • Praktek kerja yang aman, termasuk penanganan, penyimpanan dan pemusnahan zat zat berbahaya dan persyaratan untuk pelabelan bahan berbahaya
  • Praktek kerja untuk penggunaan peralatan dan teknik penanganan manual secara spesifik untuk semua tugas seperti yang dipersyaratkan oleh peran kerja sesuai dengan prosedur perusahaan.
  • SOP untuk peralatan yang digunakan dan elemen keselamatan utama dari prosedur
  • Dampak lingkungan dan efek interaksi dengan bahaya di tempat kerja
  • Prosedur dan instruksi perusahaan yang mengatur pekerjaan pribadi, insiden dan keadaan darurat
  • Persyaratan pelaporan untuk permasalahan K3 dan situasi yang berpotensi menimbulkan bahaya
  • Tata letak ruang, termasuk pintu keluar darurat, lokasi dan penggunaan alarm keamanan serta sistem, prosedur dan personil tanggal darurat
  • Kebujakan dan prosedur K3 Perusahaan

Statistika Dasar Pengujian di Laboratorium

III. Memelihara keselamatan kerja di laboratorium/lingkungan kerja

1. Melaksanakan semua pekerjaan dengan aman

  • Menggunakan cara kerja yang telah ditentukan dan alat pelindung diri untuk memastikan keselamatan diri dan personil laboratorium lainnya
  • Membersihkan, merawat dan menyimpan peralatan, bahan dan reagen sesuai kebutuhan
  • Meminimalisasi limbah yang ditimbulkan dan dampak lingkungannya
  • Memusnahkan limbah laboratorium dan limbah berbahaya secara aman

2. Memastikan bahwa personil lain di dalam group kerja mampu menerapkan cara kerja yang aman

  • Kontrol bahaya dan pakaian serta alat pelindung diri yang sesuai dengan persyaratan kerja dipastikan tersedia dan berfungsi
  • Menyediakan dan mengkomunikasikan informasi terkini tentang kebijakan, prosedur dan program K3 dan lingkungan kepada personil lain
  • Memastikan identifikasi bahaya dan control measure yang terkait dengan tanggung jawab kerja telah diketahui oleh personil di lingkungan kerja
  • Memberikan dukungan kepada personil dilingkungan kerja untuk menerapkan prosedur yang mendukung keselamatan
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan mempersiapkannya sesuai dengan level tanggung jawab.

3. Memantau ketaatan terhadap cara kerja yang aman di lingkungan kerja

  • Memastikan prosedur perusahaan telah ditentukan, didokumentasikan dan dan ditaati dengan jelas
  • Mengidentifikasi dan melaporkan segala bentuk penyimpangan dari prosedur yang ditetapkan dan diatasi sesuai level tanggung jawab
  • Memastikan perilaku pribadi sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan
  • Memotivasi dan memantau personil lain untuk mengidentifikasi dan melaporkan bahaya di lingkungan kerja
  • Memantau kondisi dan tindak lanjut untuk memastikan bahwa standar pemeliharaan di wilayah kerja terjaga.

4. Berpartisipasi dalam proses manajemen risiko

  • Melaporkan dan menangani setiap bahaya yang teridentifikasi dan kekurangan yang ada dalam pengendalian risiko sesuai dengan level tanggung jawab dan prosedur perusahaan
  • Melakukan partisipasi dalam kajian risiko untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko
  • Memberikan dukungan terhadap penerapan prosedur untuk mengendalikan risiko (berdasarkan hirarki kendali)
  • Memastikan perekaman insiden di lingkungan kerja dan dokumen lain yang diperlukan telah dilengkapi secara akurat dan dipelihara sesuai dengan prosedur perusahaan dan persyaratan perundang undangan.

5. Mendukung penerapan pengaturan yang partisipatif

  • Melakukan pemberian informasi dan konsultasi dengan kelompok kerja tentang permasalahan K3 dan lingkungan yang terkait dengan fungsi kerja
  • Melaporkan kembali hasil konsultasi mengenai permasalahan K3 dan lingkungan pada kelompok kerja
  • Menangani atau merujuk hal hal yang berkaitan dengan K3 dan lingkungan ke personil yang tepat.

6. Mendukung penerapan prosedur situasi darurat dalam kelompok kerja

  • Memastikan prosedur perusahaan untuk menangani insiden dan keadaan darurat tersedia dan diketahui oleh kelompok kerja
  • Menerapkan proses untuk memastikan bahwa personil lain dilingkungan kerja merespon insiden dan keadaan darurat dengan tepat

Ketrampilan yang diperlukan :

  • Melaksanakan semua pekerjaan dengan aman
  • Mengikuti prosedur untuk identifikasi bahaya dan pengendalian risiko
  • Memastikan personil lain dalam tim mampu menerapkan cara kerja yang aman
  • menyiapkan laporan singkat untuk berbagai kelompok sasaran termasuk komite kesehatan dan keselamatn kerja (K3) perwakilan K3 , Manajer dan Penyelia

Pengetahuan yang diperlukan :

  • Definisi bahaya, bahaya fisik , risiko dan manajemen risiko
  • Bahaya yang umum ditemukan di area kerja dan pengendalian risiko standar
  • Sekumpulan tanda , simbol dan sinyal yang berkaitan dengan K3
  • Lokasi dan kegunaan alat pelindung diri dan peralatan kontrol darurat /bahaya di area kerja, termasuk fasilitas pertolongan pertama dan personilnya
  • Menggunakan, merawat dan menyimpan persyaratan untuk pakaian pelindung diri dan peralatan yang digunakan di area kerja
  • Peran dan tanggung jawab di dalam undang undang K3 untuk pengusaha dan karyawan, termasuk peneylia dan kontraktor
  • Persyaratan untuk rekaman pencatatan yang membahas K3, privasi dan peraturan lainnya yang relevan
  • Prinsip dan praktek manajemen K3 yang efektif, termasuk identifikasi bahaya, kajian risiko dan pengendalian risiko
  • Hirarki kontrol
  • Prosedur perusahaan untuk manajemen K3 dan lingkungan
  • Personil kunci dalam struktur manajemen perusahaan dan sistem manajemen K3
  • Sumber informasi lain, termasuk konsultan tenaga ahli
  • Unsur unsur sistem manajemen K3 yang meliputi bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan untuk mengembangkan, melaksanakan, mengkaji ulang dan mempertahankan kegiatan untuk mengelola risiko K3 yang terkait dengan bisnis mereka
  • Bagaimana karakterisitik dan komposisi tenaga kerja berdampak pada manajemen K3

Training gratis estimasi ketidakpastian

IV. Melaksanakan dan memantau sistem manajemen K3 dan lingkungan

1.Menerapkan persyaratan sistem manajemen K3 dan lingkungan

  • Memastikan tugas dan tanggung jawab K3 dan lingkungan terdokumentasi serta proses akuntabilitas berjalan sebagaimana mestinya.
  • Memastikan prosedur dan kebijakan K3 dan lingkungan terdokumentasi dan dokumen tersebut dapat diakses oleh seluruh personil yang bersangkutan
  • Memastikan implikasi dan perubahan diusulkan ke sistem manajemen K3 dan lingkungan teridentifikasi dan tertangani
  • Mengenali keterbatasan keahlian professional dan berkonsultasi dengan tenaga ahli jika diperlukan

2. Menerapkan dan memelihara pengaturan partisipatif untuk pengelolaan K3 dan Lingkungan

  • Menerapkan dan memelihara proses partisipatif bersama dengan karyawan dan perwakilan mereka sesuai dengan undang undang K3 dan standar industri
  • Menyediakan informasi kepada karyawan dalam format yang mudah diakses dan dipahami
  • Menangani isu yang diangkat melalui keikutsertaan ,konsultasi , menyelesaikan dengan segera dan efektif
  • Menyediakan informasi dan konsultasi tentang hasil dari keikutsertaan kepada karyawan

3. Menerapkan dan memelihara proses manajemen risiko K3 dan Lingkungan

  • Memastikan pelaporan bahaya , kecelakaan dan cedera serta proses penyelidikannya berjalan semestinya agar dapat memenuhi persyaratan tindakan pencegahan dan perundang-undangan
  • Menerapkan proses identifikasi bahaya dan kajian risiko
  • Memastikan pengendalian risiko dan prosedur khusus bahaya pengendalian risiko yang sesuai dengan peraturan dan hirarki kontrol

4. Menerapkan dan memelihara program pelatihan K3 dan lingkungan

  • Menilai kebutuhan pelatihan untuk workgroup dengan memperhitungkan persyaratan legislatif, kebijakan dan prosedur internal, ketrampilan kelompok kerja dan persyaratan pengendalian risiko.
  • Mengembangkan dan menerapkan program pelatihan untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan karyawan akan pelatihan K3 dan lingkungan
  • Berkoordinasi dengan tenaga ahli K3 dan lingkungan yang relevan

5. Menerapkan dan memelihara sistem untuk rekaman

  • Mengidentifikasi dan memenuhi persayaratan hukum untuk pemeliharaan rekaman
  • Mengidentifikasi dan mengakses sumber informasi K3
  • Memastikan rekaman lengkap, terkumpul dan tersimpan dengan akurat

6. Mengidentifikasi area untuk peningkatan sistem

  • Mengumpulkan data dan informasi untuk mengevaluasi sistem manajemen
  • Menganalisa data dan informasi untuk mengidentifikasikan area untuk peningkatan
  • Mengkonsultasikan dengan para pemangku kepentingan, personil kunci dan penasehat ahli
  • Mendokumentasikan dan mengkomunikasikan hasil analisis kepada pemangku kepentingan dalam format yang mudah dipahami
  • Mengenali keterbatasan keahlian dan mencari masukan yang tepat

7. Menginisiasi dan memelihara peningkatan sistem

  • Menentukan prioritas dalam berkonsultasi dengan pemangku kepentingan
  • Mengembangkan rencana K3 dan lingkungan dalam berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan
  • Mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk penerapan rencana
  • Memantau pencapaian rencana kinerja
  • Memantau efektifitas perubahan sistem manajemen secara berkesinambungan bersama stakeholder

Ketrampilan yang diperlukan :

  • Mengakses dan menfasirkan undang undang, peraturan, code of practices K3 dan lingkungan serta pemutakhirannya
  • Menganalisis lingkungan kerja dan menilai intervensi K3 dan atau lingkungan
  • Mengkonsultasikan pada pemangku kepentingan tentang isu isu lingkungan dan keselamatan kerja, identifikasi bahaya, kajian risiko , pemilihan dan pelaksanaan tindakan pengendalian dan kajiannya
  • Mengangkat isu yang berkaitan dengan sistem keamanan kerja dan lingkungan kerja melalui konsultasi dengan manajemen dan karyawan
  • Menangani isu manajemen K3 dan lingkungan
  • Mengembangkan dan menerapkan peningkatan dalam praktik kerja dan prosedur
  • Memberikan pengawasan, dukungan dan informasi yang tepat sesuai dengan prosedur tempat kerja
  • Memelihara rekaman K3 dan lingkungan tetap lengkap , mutakhir dan aman
  • Berkomunikasi secara efektif dengan personil di semua level organisasi dan tenaga ahli K3
  • Menyiapkan ringkasan laporan untuk berbagai kelompok sasaran

Pengetahuan yang diperlukan :

  • Peran dan tanggung jawab dibawah undang undang K3, lingkungan dari pengusaha dan karyawan, termasuk penyelia dan kontraktor
  • Persyaratan legislatif untuk informasi dan konsultasi K3
  • Persyaratan untuk pemeliharaan rekaman yang menyangkut K3, lingkungan , kerahasiaan dan peraturan lainnya yang relevan
  • Standar nasional yang berhubungan , termasuk yang terkait dengan sistem manajemen K3 dan lingkungan
  • Pedoman sistem manajemen K3 dan lingkungan yang dikeluarkan oleh regulator negara yang bersangkutan
  • Prinsip prinsip dan praktek manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang efektif, termasuk identifikasi bahaya, kajian risiko dan pengendalian risiko
  • Kontrol hirarki
  • Definisi risiko sebagai kemungkinan terjadinya sesuatu yang akan menyebabkan cedera atau kerusakan diukur dalam hal konsekwensi dan kemungkinan. Definisi dari manjemen risiko sebagai proses keseluruhan yang sistematis yang diarahkan pada pengidentifikasian bahaya, kajian risiko, pengembangan kontrol untuk meminimalisasi risiko, memantau efektifitas pengendalian dan pengambilan tindakan yang diperlukan
  • Proses konsultasi yang partisipatif, umum dan khusus untuk sistem manajemen K3 dan lingkungan
  • Prosedur dan kebijakan bahaya (termasuk house keeping dan inspeksi)
  • Pemeliharaan rekaman K3, lingkungan dan status limbah
  • Prosedur dan kebijakan pembeliaan perusahaan untuk keselamatan yang berhubungan dengan persediaan dan peralatan
  • Proses konseling/pendisiplinan/dan penyelesaian masalah
  • Minimalisasi limbah, daur ulang kimia dan air, dengan pengumpulan produk sampingan, pemeliharaan peralatan dan pemusnahan limbah mikrobiologi.
  • Bagaimana karakteristik dan komposisi dari tenaga kerja memberikan dampak pada manajemen K3 dan lingkungan
  • Sumber informasi manajemen K3 dan lingkungan, termasuk penasihat tenaga ahli
  • Sifat bahaya yang berhubungan dengan tempat kerja tertentu
  • Personil kunci dalam struktur manajemen perusahaan dan sistem manajmen K3 dan lingkungan
  • Kebijakan dan prosedur organisasi mengenai manajemen K3 dan lingkungan

V. Berpartisipasi dalam praktek kerja ramah lingkungan

1. Mengidentifikasi penggunaan sumber daya saat ini dan isu isu lingkungan

  • Mengidentifikasi isu isu lingkungan dan efisiensi sumber daya di tempat kerja
  • Mengidentifikasi sumber daya yang digunakan  di dalam peran pekerjaannya
  • Mengukur dan mencatat sumber daya yang ada menggunakan teknik yang tepat
  • Mengidentifikasi bahaya lingkungan di tempat kerja dan melaporkan kepada personil yang berwenang

2. Memenuhi peraturan peraturan lingkungan

  • Mengikuti prosedur untuk memastikan kepatuhan
  • Melaporkan insiden lingkungan kepada personil yang berwenang

3. Mencari peluang untuk meningkatkan praktek kerja ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya

  • Mengikuti rencana perusahaan untuk meningkatkan praktek kerja ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya
  • Membuat saran saran untuk meningkatkan praktek kerja  ramah lingkungan di area sendiri

VI. Menerapkan dan memantau praktek kerja ramah lingkungan

1. Menginvestigasi praktek yang ada dalam hubungannya dengan penggunaan sumber daya

  • Mengidentifikasi peraturan lingkungan yang diterapkan di perusahaan
  • Mengakses prosedur untuk kepatuhan dengan peraturan lingkungan
  • Mengumpulkan informasi pada sistem dan prosedur lingkungan dan efisiensi sumber daya, dan memberikan kepada kelompok kerja yang tepat.
  • Mengukur dan merekam penggunaan sumber daya yang ada oleh anggota kelompok kerja
  • Menganalisa proses kerja yang ada untuk mengakses informasi dan data serta mendukung pengidentifikasian area untuk perbaikan

2. Menetapkan target untuk peningkatan

  • Menggali masukan dari pihak pihak berkepentingan, personil utama dan tenaga ahli
  • Mengakses sumber informasi dan data eksternal sesuai kebutuhan
  • Mengevaluasi solusi alternatif untuk isu lingkungan
  • Menetapkan target efisiensi

3. Menerapkan strategi peningkatan kinerja

  • Menyediakan teknik/peralatan untuk membantu pencapaian target
  • Menerapkan strategi peningkatan secara berkelanjutan untuk tanggung jawab area kerja sendiri dan ide serta solusi yang mungkin untuk kelompok kerja dan manajemen dikomunikasikan
  • Mengintegrasikan dan menerapkan rencana peningkatan efisiensi sumber daya dan lingkungan untuk kelompok kerja sendiri dengan kegiatan operasional lain
  • Menggali dan menindaklanjuti saran dan pendapat mengenai manajemen lingkungan dan efisiensi sumber daya dari pemangku kepentingan
  • Menerapkan strategi pembiayaan untuk aset lingkungan yang sanga bernilai

4. Memantau Kinerja

  • Mendokumnetasikan hasil dan laporan pencapaian target dan mengkomunikasikannya kepada personil utama dan pemangku kepentingan
  • Mengevaluasi strategi
  • Menetapkan dan menginvestigasi dan menerapkan target baru, peralatan dan strategi baru.
  • Mempromosikan, jika dimungkinkan, stategi kesuksesan dan pelaksana diberi penghargaan.

Praktisi Laboratorium Tersertifikasi BNSP Website

Referensi

  • Peraturan pemerintah no 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun
  • WHO Third edition 2004 Laboratory Biosafety Manual
  • SNI ISO/IEC 17025:2017, Persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi
  • WHO handbook Good Laboratory Practices (GLP) Quality Practices for regulated Non Clinical Research and Development 2009
  • SNI 19-14001-2005 Sistem Manajemen Lingkungan, Persyaratan dan Panduan Penggunaan
  • Indonesia Technical verification, List of Dangerous Goods
  • UU no 16 tahun 1992 Tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan
  • PP no 26 tahun 2002 tentang keselamatan pengangkutan zat radio aktif
  • PP No. 21 tahun 2005 tentang keamanan hayati produk rekayasa genetik
  • Permenperin No. 23 tahun 2013 tentang perubahan atas permenperin no. 87 tahun 2009 tentang sistem harmonisasi global klasifikasi dan label pada bahan kimia
  • Standar nasional kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan codes of practice sesuai PP no 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Demikian informasi terkait kompetensi penting untuk membuat dan menjaga laboratorium lebih aman. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Leave a reply