Kupas Tuntas SNI 6989.1:2019 Cara Uji Daya Hantar Listrik (DHL)

Apakah anda ingin melakukan pengujian daya hantar listrik pada air dan air limbah?

Salah satu metode yanng anda bisa gunakan adalah SNI 6989.1:2019 Air dan Air limbah – Bagian 1 : Cara uji daya hantar listrik (DHL)

Metode ini merupakan metode yang diupdate pada tahun 2019 bersama dengan 9 metode analisa lainnya.

Artikel yang terkait

9 SNI Terbaru Bidang Metode Analisa Air dan Air Limbah

Mari kita lihat lebih detail :

Ruang lingkup

Metode ini meliputi cara uji daya hantar listrik (DHL) air dan air limbah dengan menggunakan alat konduktimeter

Istilah dan definisi

Untuk keperluan penggunaan Standar ini berlaku istilah dan definisi berikut

1. Air bebas mineral
air yang diperoleh dengan cara penyulingan ataupun proses demineralisasi sehingga diperoleh air dengan konduktivitas 0,5 µS/cm sampai dengan 3 µS/cm

2. Daya hantar listrik
kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik yang dinyatakan dalam µmhos/cm (µS/cm)

3. Larutan baku
larutan yang dibuat dengan melarutkan KCl dengan konsentrasi tertentu

Kesehatan dan Keselamatan kerja

Cara uji yang ditetapkan ini menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di laboratorium, maka diperlukan:
a) Penggunaan alat pelindung diri (APD) disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan
b) Penanganan bahan kimia secara aman mengacu kepada lembar data keselamatan bahan (Safety Data Sheet, SDS)

Cara Pengujian

1. Prinsip
Daya hantar listrik larutan diukur dengan elektroda konduktimeter berdasarkan pada jenis ion konsentrasi ion, mobilitas ion, valensi ion dan suhu pengukuran.

2 Bahan

a. Air bebas mineral
b. Larutan baku kalium klorida, KCI 0,01 M.
Larutkan 0,7456 g Kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah dikeringkan pada suhu 110 °C selama 2 jam dengan air bebas mineral dan encerkan sampai volume 1.000 ml. Larutan ini pada suhu 25 °C mempunyai daya hantar listrik 1412 µmhos/cm.

Larutan baku kalium klorida dapat menggunakan larutan baku komersial yang tersedia di pasaran

LP Bahan Kimia Presentation

3. Peralatan

a. Timbangan analitik dengan keterbacaan 0,1 mg;
b. Konduktimeter;
c. Pengaduk gelas atau magnetik;
d. Labu ukur 1000 ml;
e. Termometer;
f. Oven; dan
g. Gelas piala

Artikel Yang Terkait

Persyaratan Peralatan Pada Laboratorium Pengujian Air 

4. Uji kinerja alat
a. Cuci elektroda dengan larutan baku KCI 0,01 M sebanyak tiga kali.
b. Lakukan internal kalibrasi dengan larutan baku KCI 0,01 M pada 25 °C
c. Lakukan sesuai dengan manual alat
d. Nilai keberterimaan pada nilai presisi 0,1 % sampai 1,0 % dan nilai reprodusibilitas 1 % sampai dengan 2 %, bila tidak sesuai lakukan kalibrasi eksternal. Apabila DHL contoh uji lebih besar 1412 µmhos/cm, lakukan tahapan pada 3.4 dengan menggunakan larutan baku KCL sesuai Tabel B.1 pada Lampiran B

5. Prosedur
a. Bilas elektroda dengan contoh uji sebanyak 3 kali
b. Celupkan elektroda ke dalam contoh uji sampai konduktometer menunjukkan pembacaan yang stabil.
c. Catat hasil pembacaan skala atau angka pada tampilan konduktometer dan catat suhu contoh uji serta laporkan hasil sesuai prosedur laboratorium.

Apabila konduktometer yang digunakan belum dilengkapi dengan Automatic Temperature Compensation (ATC) maka lakukan kompensasi nilai DHL terhadap suhu pengukuran.

Pengendalian mutu
a. Gunakan bahan kimia pro analisis (pa).
b. Gunakan alat gelas bebas kontaminasi.
c. Gunakan alat ukur terkalibrasi
d. Dikerjakan oleh analis yang kompeten
e. Lakukan analisis duplo untuk kontrol ketelitian analisis

Bias dan presisi
Presisi dari konduktometer komersial umumnya antara 0.1 % sampai dengan 1 %. Reprodusibilitas 1 % sampai dengan 2 % dicapai setelah instrumen dikalibrasi.

Free E-Learning

Teknik Verifikasi Metode Cara Uji Daya Hantar Listrik Pada Air Dan Air Limbah

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait SNI 6989.1:2019 Cara Uji Daya Hantar Listrik (DHL). Bila ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

E Book Teknik Penyimpanana Bahan Kimia Yang Benar

 

Leave a reply