6 Perbedaan Utama Antara Quality Control Dan Quality Assurance

Masih Bingung dengan Perbedaan Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) ?

Halo Sahabat LabMania..

Bagi sahabat LabMania yang bekerja di industri pastinya tidak asing lagi dengan istilah QC dan QA. QC dan QA seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan mutu di industri.

Meskipun demikian, tidak banyak orang yang mengetahui apa itu QC dan QA. Bahkan istilah QC dan QA disalahartikan karena dianggap sama saja pengertiannya. Perlu sahabat LabMania ketahui, dari segi definisi mendasar sebetulnya sudah sangat berbeda.

Untuk lebih jelasnya, berikut 6 perbedaan utama antara Quality Control dan Quality Assurance:

1.Definisi dari QC dan QA?

Definisi menurut ISO 9000:2000 (QMS-Fundamentals and Vocabulary), Quality control (lihat section 3.2.10); part of quality management focused on fulfilling quality requirements.

Secara singkat definisi dari ISO 9000:2000 menjelaskan bahwa QC terfokus terhadap pemenuhan persyaratan mutu (produk/service). Sedangkan definisi  QA, Quality assurance (lihat section 3.2.11); part of quality management focused on providing confidence that quality requirements will be fulfilled. Jika diterjemahkan definisi tersebut QA terfokus pada pemberian jaminan/keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dapat dipenuhi.

Selain definisi dari ISO 9000:2000, sahabat LabMania perlu juga mengetahui pengertian QC dan QA menurut Eurachem. Menurut Eurachem, yang dimaksud dengan jaminan kualitas (QA) adalah tindakan yang direncanakan sistematis diperlukan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa suatu produk atau jasa akan memenuhi persyaratan untuk kualitas yang diberikan. Sedangkan, Quality control (QC) adalah kegiatan yang sehari-hari dilakukan seperti, operasional teknik dan kegiatan yang digunakan  untuk memenuhi persyaratan kualitas.

2.Siapa itu QC dan QA?

QC bisa disebut sebagai operator atau juga eksekutor, dimana  QC melakukan inspeksi terhadap produk. Kegiatan-kegiatan inspeksi dan uji (in-coming, in-process, outgoing) termasuk kategori QC. Sedangkan, QA disebut sebagai planner atau konseptor, dimana QA ini memiliki hak untuk membuat standar, spesifikasi, membuat prosedur yang tentunya memberikan keyakinan bahwa persyaratan mutu terpenuhi. Salah satu elemen dari QA adalah QC. Elemen yang lainnya yaitu planning, organization for quality, established procedure, supplier selection, corrective action, document control, training, audit, dan management review.

Adapun yang termasuk kategori QA yaitu perencanaan mutu, sertifikasi ISO, dan audit sistem manajemen.

Quality assurance atau jaminan mutu merupakan bagian dari manajemen mutu yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dipenuhi.

Secara teknis, QC bagian QA yang difokuskan pada pemberian keyakinan yang memadai bahwa data yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu sehingga dapat diterima oleh pengguna.

3.Kapan QC dan QA melakukan tugasnya?

QC melakukan tugasnya ketika proses produksi berlangsung. QC akan memastikan bahwa produk diinspeksi dan jika terdeteksi adanya ketidaksesuaian, maka akan ditindaklanjuti dan dibuatkan laporan. Sedangkan QA melakukan tugasnya sebelum proses berlangsung. QA akan membuat perencanaan, membuat prosedur, dan spesifikasi/standar proses dan produk yang akan diperuntukan untuk QC tujuannya agar dapat mencegah terjadinya ketidaksesuaian.

4.Dimana QC dan QA betugas?

QA lebih banyak bekerja di ruang office dan lingkup kerjanya lebih luas di area industri, tidak turun langsung ke proses, dan umumnya memiliki skill pemeriksaan yang baik dan menulis prosedur serta familiar dengan standar engineering dan industry. Sedangkan QC lebih banyak turun langsung ke proses untuk melakukan pemeriksaan dan membuat laporan pengecekan.

5.Mengapa QC dan QA menjadi bagian penting dalam menjamin mutu?

Dalam membangun konsep sistem manajemen mutu, 2 bagian ini yaitu QC dan QA berperan penting dalam menentukan mutu. Karena keduanya memiliki tugas yang berbeda, namun memiliki tujuan dan sasaran mutu yang sama. Mutu dapat diartikan sebagai kesesuaian dengan spesifikasi dan memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Beberapa perusahaan saat ini tidak lagi membedakan antara QA dan QC di dalam operasional quality management. Kedua istilah QC dan QA cukup disebut departemen Quality, dimana di dalamnya terdapat kegiatan merancang jaminan bahwa persyaratan  mutu akan dipenuhi dan sekaligus bagaimana memenuhi persyaratan mutu tersebut.

QA memiliki tugas dalam memahami spesifikasi customer dan standar atau spesifikasi yang berhubungan dengan produk, kemudian membuat atau menentukan cara inspectionnya yaitu berupa prosedur. Selain itu, QA juga mendokumentasikan hasil inspectionnya berupa manufacturing data report). Berbeda dengan QA, QC memiliki tugas melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang dibuat dan disahkan oleh QA.

6.Bagaimana QC dan QA memastikan bahwa mutu itu terpenuhi?

Untuk memastikan bahwa mutu itu terpenuhi  diperlukan kerjasama yang baik dan seimbang antara QC dan QA. QC akan memantau,mengevaluasi agar persyaratan mutu yang ditetapkan tercapai (product, process, service, inspection, testing, sampling, measurement dan calibration). Sedangkan QA akan merencanakan secara  sistematis dan mendemonstrasikan untuk memberikan keyakinkan kepada pelanggan bahwa peryaratan yang ditetapkan akan dijamin tercapai.

Jadi kesimpulannya, Secara garis besar QA membuat sistem pemastian mutu, sedangkan QC memastikan ouput dari sistem itu memang benar-benar memenuhi persyaratan mutu.

Sekian pembahasan mengenai 6 perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance.

Semoga bermanfaat.

Silahkan jika ada pertanyaan, bisa mengisi di kolom komentar.

Leave a reply