Persyaratan Reagen Dan Bahan Acuan Pada Laboratorium Kimia

Bagaimana persayaratan reagen dan bahan acuan pada laboratorium kimia?

Setelah kita membahas persyaratan peralatan pada laboratorium kimia, maka kali ini kita akan membahas persyaratan reagen dan bahan acuan pada laboratorium kimia.

Persyaratan ini kami rujuk pada Persyaratan Tambahan Akreditasi Laboratorium Pengujian Kimia KAN K-01.02 . Berikut adalah persyaratan pada bab reagen dan bahan acuan :

1.Kualitas reagen dan bahan habis pakai lainnya harus sesuai untuk keperluan penggunaannya. Pertimbangan perlu diberikan pada pemilihan, pembelian, penerimaan dan penyimpanan reagen.

2.Reagen kimia, pelarut, dan gas umumnya tersedia dalam berbagai kadar dan kemurnian. Laboratorium harus menggunakan bahan dengan grade/kemurnian yang sesuai sebagaimana ditentukan dalam metode atau prosedur.

Grade bahan kimia terdiri atas :

a. Bahan kimia teknis

b. Bahan kimia pro analisa

c. Bahan kimia pro HPLC

3. Laboratorium harus membuat prosedur tertulis untuk penyiapan / pembuatan larutan reagen. Rekaman harus dipelihara untuk dapat digunakan sebagai acuan selanjutnya jika terjadi hasil uji yang meragukan. Rekaman harus mencakup bobot dan volume yang diukur, pembacaan buret, pembacaan pH, perhitungan faktor standardisasi dan konsentrasi larutan

4. Reagen dan bahan acuan yang disiapkan di laboratorium harus diberi label untuk mengidentifikasi jenis zat, konsentrasi, pelarut (jika bukan air), potensi bahaya, batasan penggunaan, dan tanggal pembuatan.

5. Personil yang bertanggung jawab atas preparasi reagen harus teridentifikasi baik dari label maupun dari rekaman.

6. Reagen, standar, dan larutan lainnya, seperti fase gerak diberi label yang jelas mengenai nama larutan, konsentrasi, tanggal pembuatan, dan identitas orang yang membuat.

7. Reagen, bahan acuan, dan persediaan lainnya yang disimpan harus berada di bawah kondisi yang sesuai dan dengan cara yang aman untuk memastikan pemisahan dengan bahan yang tidak sesuai.

8. Penanganan larutan reagen dan standar mengikuti peraturan nasional dan atau daerah yang berlaku, jika relevan.

9. Air yang dimurnikan adalah salah satu reagen yang paling kritis namun paling sering diabaikan yang digunakan dalam operasi laboratorium. Kegagalan untuk menyiapkan air dengan benar dan menggunakan air dengan tepat dapat mengakibatkan kinerja buruk dari beberapa metode analisis.

10. Untuk Laboratorium yang melakukan penyulingan air :

a. Penyulingan air tidak akan selalu menjamin kualitas. Material/bahan peralatan penyulingan, dan karakter air baku dapat mempengaruhi kualitas hasil sulingan. Wadah penyimpanan juga dapat mempengaruhi kemurnian air secara signifikan, terutama jika airnya disimpan untuk waktu yang lama sebelum digunakan.

b. High-gradeion-exchange system dapat menghasilkan air dengan kemurnian yang sesuai untuk banyak keperluan laboratorium, namun metode ini tidak dapat menghilangkan beberapa pengotor / impurities.

c. Peralatan penyulingan membutuhkan pembersihan berkala untuk menghilangkan pengotor. Bila air baku berkualitas buruk karena tingginya kandungan hardness dan / atau senyawa organik terlarut, mungkin diperlukan penggunaan kombinasi antara air deionisasi dan sistem penyaringan karbon aktif sebelum distilasi untuk menghasilkan air dengan kemurnian yang sesuai.

d. Untuk analisis logam, perlu menggunakan penyulingan air dari sistem distilasi kaca borosilikat. Sistem air bersih khusus mungkin diperlukan untuk elemen kelumit, analisis kromatografi dan analisis lainnya.

e. Konduktansi atau resistansi spesifik digunakan sebagai ukuran kualitas anorganik dari air murni. Air yang dimurnikan dapat didefinisikan sebagai air yang telah disuling dan / atau deionisasi sehingga memiliki ketahanan/resistance spesifik lebih dari 500.000 ohm-cm atau konduktivitas 2,0 mikroohms / cm atau kurang.

11. Certified Reference Material (CRM) adalah bahan acuan yang disertai sertifikat (misalnya COA) yang dikeluarkan oleh badan otoritas dan memberikan satu atau lebih nilai tertentu dengan ketidakpastian dan traceabilitas terkait, dengan menggunakan prosedur yang valid. Nilai yang terkait dengan CRMs (menurut definisi) secara metrologi dapat tertelusur.

12. Bahan acuan adalah material, cukup homogen dan stabil dengan mengacu pada sifat tertentu, yang telah ditetapkan agar sesuai untuk penggunaan yang dimaksudkan dalam pengukuran atau dalam pemeriksaan sifat nominal. Nilai yang terkait dengan RM dapat tidak tertelusur secara metrologi.

E Book Teknik Penyimpanana Bahan Kimia Yang Benar

Leave a reply