17 Tanya Jawab Pada Kuliah Online Validasi Metoda Analisa Mikrobiologi

Ingin meningkatkan kompetensi di bidang Validasi Metoda Analisa Mikrobiologi?

Berikut adalah 17 pertanyaan yang diajukan oleh peserta Kuliah Online via whatsapp Validasi Metoda Analisa Mikrobiologi yang diadakan oleh LabMania.

Jawaban pada artikel ini adalah adalah jawaban dari Narasumber Ibu Intan Nurmala Dewi S TP

  1. Ketika akan melakukan tahapan validasi dan verifikasi metode mikrobiologi, apakah perlu dilakukan pengecekan perfoma pada alat seperti LAF, autoclave?

Sesuai dengan persyaratan GLP (Good Laboratory Practices) atau ISO/IEC 17025:2017, semua peralatan yang digunakan oleh laboratorium harus dilakukan kalibrasi atau uji perfoma alat.

Pengecekan alat seperti LAF (Laminar Air Flow) dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

  1. Pengukuran laju alir menggunakan alat velocity meter
  2. Sterilitas udara di dalam LAF dengan cara settle plate
  3. Sterilitas permukaan LAF dengan menggunakan RODAC plate
  4. Efektivitas lampu UV dengan cara pembuktian langsung kontak lampu UV terhadap mikroorganisme (melihat reduksi)

Alat lainnya yang perlu dicek, seperti autoclave dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu menggunakan biological indicator. Biological indicator ini berbentuk ampul, namun ada juga yang berbentuk tube. Biological indicator berfungsi sebagai indicator dimana terdapat spora bakteri tahan panas didalamnya, sehingga ketika terjadi perubahan warna. Indikator tersebut akan menunjukkan bahwa autoclave telah mencapai sterilitas

  1. Apa yang dimaksud dengan metode non standar? Contohnya seperti apa?

Metode non standar adalah metode yang bukan ditetapkan oleh suatu badan atau suatu lembaga yang professional, contohnya metode pustaka, in house method, dan metode modifikasi

  1. Bila suatu laboratorium membuat instruksi kerja menggunakan metode yang bersumber dari SNI, apakah termasuk metode standar atau metode modifikasi atau non standar?

Jika laboratorium tersebut tidak mengubah atau mengganti isi keseluruhan dari metode SNI, maka laboratorium tersebut menggunakan metode standar yaitu SNI. Tetapi, jika laboratorium tersebut mengubah metode SNI atau menggantinya.misalnya , media yang digunakan komposisinya tidak sesuai dengan yang ditulis di dalam SNI, maka laboratorium tersebut harus melakukan validasi metode, dan pada hasil pengujian laboratorium tidak boleh mencantumkan metode ujinya  SNI karena media yang digunakan tidak sesuai.

  1. Apakah validasi bisa dilakukan oleh analis atau petugas laboratorium yang memiliki kompetensi biasa-biasa saja? Atau kah harus personel yang sudah expert? Apakah validasi dan verifikasi juga dapat dilakukan untuk mengukur kompetensi/performa analis?

Validasi dapat dilakukan oleh personel yang kompeten. Pembuktian bahwa analis tersebut kompeten melalui hasil penilaian personel yang dapat ditunjukkan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal dapat dilihat dari hasil akurasi dan presisi. Sedangkan secara eksternal dapat dilihat dari hasil uji banding atau uji profisiensi dimana hasilnya termasuk inlier.

  1. Dari banyaknya pilihan metode pengujian, adakah yang menjadi keharusan suatu perusahaan untuk menggunakannya? Apakah perusahaan boleh bebas memilih dari metode manapun?

Sesuai dengan acuan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium diharapkan menggunakan metode standar atau metode resmi ataupun metode yang dikembangkan oleh organisasi professional seperti AOAC. Namun, jika laboratorium harus menggunakan  metode non standar, maka laboratorium harus melakukan validasi terlebih dahulu, sebelum metode tersebut digunakan secara rutin.

 

  1. Apakah untuk uji verifikasi metode TPC (Total Plate Count) harus menggunakan mikroorganisme acuan sebagai kontrol positif?

Dalam konteks validasi dan verifikasi metode, mikroorganisme digunakan apabila dilakukan teknik spike. Ketika akan melakukan perhitungan presisi, laboratorium boleh menggunakan sampel yang tercemar alami (sampel sudah mengandung bakteri) atau laboratorium bisa juga menggunakan sampel yang secara sengaja ditambahkan/spike mikroorganisme ke dalam sampel. Parameter untuk menilai presisi yaitu dengan menghitung Relative Standard Deviasi dan Coevisien Variasi

  1. Bagaimana preparasi sampel pada saat akan melakukan validasi mikrobiologi?

Hal-hal yang perlu disiapkan dalam melakukan preparasi sampel, yaitu :

  1. Siapkan sampel secara representative
  2. Homogenkan sampel
  3. Lakukan spike mikroorganisme terhadap sampel tersebut dengan memperhitungkan konsentrasi inokulum mikroorganisme
  4. Untuk melakukan presisi, lakukan spike pada 3 level konsentrasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi
  5. Lakukan minimal 5x untuk masing-masing level
  6. Berapa syarat akurasi untuk produk obat pada validasi metode?

Dalam acuan sac singlas, tidak diatur berapa nilai persyaratan untuk akurasinya. Namun laboratorium dapat menetapkan sendiri sebagai persyaratan internal. Melalui pendekatan referensi internal, dapat dilakukan dengan cara trial yaitu melakukan pengujian secara berulang-ulang)

  1. Apa bedanya validasi metode mikrobiologi dengan validasi kimia?

Secara teknis validasi metode mikrobiologi dengan validasi kimia sangat berbeda. Dalam melakukan pengujian mikrobiologi harus dilakukan secara aseptik. Selain itu, preparasi dan penanganan sampelnya juga harus benar-benar dikendalikan, karena sifat mikroba yang dapat berubah-ubah dan mikroba dalam sampel sifatnya heterogen.

  1. Berapa banyak uji pada pengulangan yang harus dilakukan untuk validasi dan verifikasi metode?

Pengulangan uji berbeda-beda setiap parameternya, adapun parameter tersebut diantaranya :

  1. Akurasi

Karena tidak diatur ulangannya dalam validasi metode dari Sac Singlas, sebaiknya dilakukan minimal 6x ulangan

  1. Presisi

Lakukan 15x ulangan dari 3 level konsentrasi (masing-masing level sebanyak 5x ulangan)

  1. Sensitifitas dan spesifisitas

Karena tidak diatur dalam Sac Singlas, sebaiknya dilakukan minimal 6x ulangan, dengan menggunakan 3 strain mikroorganisme untuk validasi, sedangkan 1 strain untuk verifikasi

  1. Relatif Recovery Rate

Pengujian dalam parameter ini menggunakan 5 strain mikroorganisme, dengan menggunakan 2 perlakuan sampel yaitu sampel yang diberi perlakuan dan tidak diberi perlakuan (contohnya, perlakuan pada suhu ekstrim)

 

  1. Dalam melakukan verifikasi metode, sampel yang akan diuji idealnya dilakukan per matriks atau pilih salah satunya saja?

Idealnya dalam melakukan verifikasi metode, sampel yang akan diuji merupakan sampel per matriks. Karena setiap matriks sampel memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya susu segar dengan susu olahan.

  1. Apakah perlu dilakukan spike bahan acuan terlebih dahulu ketika melakukan pengujian secara kualitatif?

Spike bahan acuan ketidak akan melakukan pengujian kualitati tergantung dari metode avuan yang digunakan. Karena setiap metode acuan memiliki aturan tersendiri. Jadi, bisa dilihat melalui metode acuan apa yang digunakan.

  1. Apakah acuan yang digunakan untuk validasi metode kualitatif sama dengan acuan untuk metode kuantitatif?

Acuan metode validasi secara kualitatif yang dapat diaplikasikan oleh laboratorium secara internal belum tersedia, namun ada acuan kualitatif yang dapat digunakan sebagai referensi, jika laboratorium membuat prosedur validasi untuk metode kualitatif yaitu mengacu pada ISO 16140.

  1. Bagaimana cara melakukan validasi dan verifikasi metode rapid test?

Validasi dan verifikasi metode rapid test dapat dilakukan dengan menggunakan metode dari ISO 16140.

  1. Apakah untuk seluruh parameter validasi harus dipenuhi saat akan melakukan validasi?

Jika akan melakukan validasi, semua parameter validasi yang sudah dikerjakan harus dilakukan.

 

  1. Jika dalam melakukan uji profisiensi hasilnya memenuhi range batas penerimaan (inlier), sedangkan metode inhousenya belum dilakukan review, apakah perlu dilakukan validasi sesuai dengan parameter validasinya?

Idealnya metode tersebut harus dilakukan validasi metode terlebih dahulu, sebelum digunakan untuk uji profisiensi. Meskipun, hasil uji profisiensi sudah baik, namun perlu dibuktikan bahwa metode tersebut dapat menunjukkan hasil yang konsisten atau valid. Oleh karena itu,  diperlukan data hasil validasi.

  1. Jika akan dilakukan validasi oleh suatu organisasi yang berwenang, apakah diperlukan biaya lagi untuk memvalidasi metode tersebut?

Dalam kasus ini, tergantung dari konteks kepentingan. Jika metode tersebut dipilih oleh suatu laboratorium, maka yang melakukan validasi adalah laboratorium itu sendiri. Namun, jika kepentingan metode tersebut (misalnya, metode rapid test) ingin diakui secara internasional, maka yang melakukan validasi adalah lembaga professional. Contohnya lembaga Afnor yang dapat melakukan validasi metode tersebut.

 

Demikian 17 tanya jawab tentang validasi metoda analisa mikrobiologi, jika ada informasi lain yang dibutuhkan, silahkan e-mail kami di [email protected] atau isi kolom komentar dibawah ini.

Leave a reply