[Q&A] Bagaimana menentukan anak timbang yang tepat untuk pengecekan antara?

Bagaimana menentukan anak timbang yang tepat untuk pengecekan antara timbangan analitik?

Pada bulan Pebruari 2021, LabMania Indonesia melaksanakan Program Interview With The Expert Bersama Bp. Gangsar Sulistyarto, salah satu Assessor Laboratorium.

Tanya jawab ini kami lakukan secara online dan sudah kami dokumentasikan agar bisa dipelajari oleh seluruh Sahabat Labmania.

Berikut adalah salah satu tanya jawab dalam program tersebut terkait bagaimana kita menentukan anak timbang yang tepat untuk melakukan pengecekan antara pada timbangan analitik.

Silahkan klik disini untuk melihat seluruh tanya jawab pada program ini.

Anak timbang kelas berapa yang dapat digunakan untuk pengujian antara timbangan analitik ?

Anak timbang merupakan satu kesatuan dari neraca analitik yang digunakan sebagai acuan dalam penimbangan.

Anak timbang dalam kegiatan laboratorium digunakan untuk melakukan kalibrasi neraca analitik. Kalibrasi neraca analitik dapat dilakukan secara eksternal ataupun internal, dimana baik eksternal ataupun internal kalibrasi neraca analitik harus menggunakan anak timbang yang sesuai dengan tujuan kalibrasi neraca analitik.

Dalam kegiatan analisa laboratorium sehari-hari, neraca analitik juga perlu dilakukan pengecekan antara. Pengecekan antara dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa neraca analitik yang digunakan masih menunjukkan hasil yang sesuai dan tepat.

Pada dasarnya anak timbang yang digunakan dalam melakukan pengujian antara neraca analitik dilaboratorium memiliki syarat utama yakni stabil.

Yang dimaksud dengan “stabil” disini adalah anak timbang tersebut tidak berubah karena faktor apapun yang dapat mempengaruhi bobotnya.

Hal ini dapat dianalogikan seperti pecahan kaca, dimana suatu pecahan kaca digunakan sebagai acuan penimbangan suatu neraca analitik. Hari pertama menunjukkan bobot 25.0101 gram. Lalu ditimbang kembali pada hari kesepuluh masih menunjukkan bobot yang sama yakni 25.0101 gram. Namun, suatu hari di hari ke lima belas, bobot pecahan kaca tersebut menunjukkan angka 26,1098 gram. Hal ini tentu dipengaruhi oleh neraca analitik bukan pecahan kacanya, karena pecahan kaca tersebut mempunyai bobot yang stabil (dengan catatan penyimpanan pecahan kaca juga dalam kondisi yang sesuai dan tidak berubah).

Perbedaan bobot dari pecahan kaca tersebut menunjukkan adanya ketidakstabilan pada neraca analitik yang digunakan ,salah satunya adalah adanya pergeseran neraca analitik.

Oleh karena itu, setiap kali akan dilakukan penimbangan menggunakan neraca analitik perlu dilihat dan dicek secara berkala penunjukkan waterpass pada neraca analitik tersebut.

Namun semakin berkembangnya teknologi, pecahan kaca tidak dapat digunakan untuk menjadi acuan standar dari neraca analitik meskipun pecahan kaca tersebut stabil, tetapi menggunakan anak timbang.

Anak timbang yang digunakan juga harus berbahan dasar stainless steel. Hal ini dikarenakan bahan stainless steel merupakan salah satu logam yang paling tahan lama dan tidak mudah rusak.

Oleh karena itu, anak timbang baik dari kelas manapun dapat digunakan untuk neraca analitik dengan catatan anak timbang tersebut sudah tertelusur ke satuan internasional dan bukan anak timbang yang digunakan dalam timbangan perdangangan.

Free Ebok Estimasi Ketidakpastian TDS

 

Leave a reply