Seleksi, verifikasi dan validasi metode pengujian mikrobiologi

Bagaimana melakukan validasi dan verifikasi metode pada pengujian mikrobiologi?

Sesuai dengan Sistem Manajemen Laboratorium Internasional, Laboratorium harus melakukan validasi dan atau verifikasi pada metode analisa yang digunakan untuk memastikan bahwa kinerja metode seuai dengan persyaratan.

Sebagai informasi awal, mari kita lihat definisi validasi dan verifikasi sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017, Persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi.

Validasi adalah :

Verifikasi bahwa persyaratan yang ditentukan memadai  untuk penggunaan yang  dimaksudkan

Verifikasi adalah :

Penyediaan bukti obyektif  bahwa item  tertentu memenuhi persyaratan yang ditentukan

Berikut adalah ketentuan terkait seleksi, verifikasi dan validasi metode pengujian mikrobiologi yang kami rujuk dari KAN K-01.04, Persyaratan tambahan akreditasi laboratorium pengujian biologi.

Laboratorium harus memastikan bahwa metode pengujian yang digunakan adalah edisi yang mutakhir, kecuali:

a. metode tersebut tidak sesuai,

b. metode tersebut tidak mungkin digunakan atau

c. metode yang dilakukan berdasarkan permintaan customer.

Untuk memastikan laboratorium menggunakan edisi mutakhir, laboratorium mikrobiologi sebaiknya memiliki prosedur evaluasi dokumen external.

Laboratorium harus memilih metode yang tepat dan menginformasikan ke customer jika customer tidak menentukan metode yang akan digunakan.

Kenapa laboratorium mikrobiologi harus melakukan verifikasi metode standar?

Laboratorium harus memverifikasi metode standar untuk menunjukkan bahwa metode tersebut dapat memenuhi kinerja yang diperlukan.

Kapan laboratorium mikrobiologi harus melakukan validasi metode pengujian?

Laboratorium harus memvalidasi :

1. Metode non standar,

2. Metode yang dikembangkan

3. Metode standar yang digunakan diluar lingkup pengujian atau

4. Metode standar yang dimodifikasi,

5. Metode dari publikasi ilmiah.

Bagaimana jika laboratorium menggunakan metode cepat atau rapid test kit?

Jika Laboratorium menggunakan metode cepat(test kit), maka harus dipastikan bahwa test kit tersebut sudah divalidasi oleh badan yang berwenang misalnya Association Française de Normalisation (AFNOR, English: French Standardization Association)  dan laboratorium cukup melakukan verifikasi. Namun juka belum tervalidasi maka laboratorium harus melakukan validasi.

Jika pengembangan metode diperlukan, kegiatan tersebut harus direncanakan dan harus diserahkan kepada personel yang mempunyai kewenangan dibidangnya.

Selama pengembangan metode berlangsung, evaluasi harus dilakukan secara periodik untuk meyakinkan bahwa kebutuhan customer masih terpenuhi. Modifikasi terhadap rencana pengembangan harus disetujui dan disahkan.

Jika terdapat perubahan pada metode yang divalidasi, pengaruh dari perubahan tersebut harus ditentukan dan jika diketahui mempengaruhi validasi aslinya, maka harus dilakukan validasi metode yang baru.

Pelaksanaan validasi metode dapat mengacu pada

1. International Organization for Standardization (ISO)

2. World Organisation for Animal Health, formerly the Office International des Epizooties (OIE)

3. Association of Official Agricultural Chemists (AOAC)

4. Bacteriological Analytical Manual (BAM)

5. Food and Drug Administration (FDA)

Sedangkan untuk verifikasi metode standar pengujian mikrobiologi dapat dilakukan sesuai petunjuk teknis dibawah ini:

1. Penyiapan Sampel

A. Ketentuan Umum

Ketentuan verifikasi metode pengujian mikrobiologi  dibawah ini bukan suatu keharusan dan dapat disesuaikan dengen mempertimbangkan jenis dan group mikroorganisme yang kemungkinan tumbuh dalam makanan.

Jika metode yang digunakan untuk menguji berbagai jenis pangan sesuai Katagori produk pangan untuk validasi atau verifikasi mikrobiologi, maka verifikasi harus dilakukan paling sedikit terhadap 5 (lima) matrix-catagory pangan. Laporan verifikasi harus mencantumkan matrix-catagori pangan yang digunakan.

Jika metode yang akan diverifikasi hanya terbatas pada beberapa matrix-catagory pangan, misalanya “susu dan produk analognya, lemak minyak dan emulisa lainnya ” maka hanya katagori pangan ini yang perlu diverifikasi.

Selain terhadap sampel pangan, sampel lain misalnya sampel pakan, sampel lingkungan dan sampel pada tahapan produksi primer (primary production stage samples) dapat dimasukkan sebagai katagori tambahan.

Untuk setiap matrix-catagory sampel yang dipilih (misalnya pangan dan sampel lainnya) masukkan sedikitnya tiga (3) matrix-sub catagory yang berbeda.

Sebagai contoh, untuk verifikasi metode dengan matrix-catagory pangan “susu dan produk analognya” maka dapat dipilih 3 matrix sub catagory misalnya

a.Susu dan buttermilk

b.Susu fermentasi dan produk susu fermentasi

c.Krimer minuman

Dalam pemilihan sampel, sangat disarankan untuk menggunakan sampel yang terkontaminasi secara natural (naturally contaminated samples). Jika bakteri target jarang ditemukan pada sampel uji ,maka dapat menggunakan sampel yang dikontaminasi bakteri (artificially contaminated samples). Informasi rinci terkait penyiapan sampel yang dikontaminasi harus dicantumkan dalam laporan verifikasi.

2. Jumlah Sampel

Untuk verifikasi, setiap matrix-catagory sedikitnya terdiri dari 21 sampel uji yang berasal dari sedikitnya 3 matrix-subcatagory.

Untuk setiap matrix-subcatagory, sedikitnya 7 typical representative matrices yang harus diuji.

3. Kontaminasi sampel

Sampel yang dikontaminasi disiapkan dengan menggunakan kultur bakteri acuan yang diinokulasikan pada sampel dengan tingkat kontaminasi tertentu.

Tingkat kontaminasi bakteri sebaiknya mempertimbangkan syarat mutu dan keamanan pangan produk atau persyaratan lain yang dietapkan dalam SNI Produk atau lembaga yang berwenang.

Kontaminasi sampel terdiri dari :

a. Sampel negatif yang tidak diinokukasi,

b. Sampel dengan tingkat kontaminasi rendah dan

c. Sampel dengan tingkat kontaminasi tinggi.

4. Parameter verifikasi

Parameter verifikasi untuk metode kuantitatif adalah Relatif Standar Devisasi (RSD). Parameter verifikasi metode untuk titer antibodi (HA/HI, ELISA) analisa hasil dapat menggunakan uji statistik T -test atau ANOVA.

Parameter verifikasi untuk metode kualitatif dan semi kualitatif adalah sensitifitas dan positif palsu.

5. Syarat keberterimaan

Syarat keberterimaan parameter verifikasi atau validasi harus ditetapkan oleh laboratorium. jika tidak tercantum dalam metode acuan verifikasi atau validasi.

Penetapan syarat keberterimaan sebaiknya mempertimbangkan :

a. Tingkat kontaminasi bakteri target dan bakteri lain yang tumbuh dalam sampel.

b. Kontaminasi bakteri target dan bakteri lain yang tumbuh dalam sampel,

c. Struktur fisik sampel (misalnya viskositas, Aw, pH dsb),

d. Proses pengolahan yang diterapkan terhadap sampel dan

e. Risiko terhadap kesehatan konsumen.

 

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait seleksi, verifikasi dan validasi metode pengujian mikrobiologi. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, Silahakan menghubungi kami via e-mail di [email protected] atau tulis di kolom komentar dibawah ini.

 

Leave a reply