Survey Trend Pembelian Peralatan Laboratorium 2019

Bagaimana trend pembelian peralatan laboratorium di tahun 2019?

Beli baru atau bekas, mana sebaiknya yang kita pilih dalam pembelian peralatan laboratorium?

Berikut adalah hasil survey tentang trend pembelian peralatan laboratorium, alasan pembelian dan perubahan yang mereka lihat atau antisipasi pada anggaran mereka. Tulisan awal bisa dilihat di www.labmanager.com

Survey ini diikuti oleh 774 responden, dengan hampir 60% diantaranya memegang posisi managerial.

Secara keseluruhan, survey ini memperlihatkan kondisi bisnis yang lebih baik untuk laboratorium pada tahun 2019, lebih banyak pengeluaran untuk seluruh kategori anggaran laboratorium , pengembangan laboratorium yang sudah ada dan upaya untuk mengembangkan laboratorium baru.

Tetapi, survey ini juga memperlihatkan beberapa pembatasan yang terjadi pada pengeluaran dan inovasi yang dihadapi laboratorium karena keterbatasan pendanaan.

Kondisi laboratorium dan Pengeluaran Utama

Ketika diminta untuk membandingkan kondisi bisnis laboratorium antara 3 bulan pertama tahun 2018 dan 3 bulan pertama di tahun 2019, hampir sepertiga responden menjawab kondisi bisnis perusahaan yang lebih baik ditahun 2019. Hanya 11 % responden yang menyatakan kondisi laboratoriumnya lebih buruk dibanding tahun lalu.

Untuk total pembelanjaan, secara keseluruhan, 41.5% responden menyatakan kenaikan pengeluaran dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya 18% responden menyatakan penurunan pengeluaran dan 34,6% responden menyatakan tidak ada perubahan pada pembelian peralatan laboratorium antara tahun lalu dan tahun ini.

Dari hasil ini kita bisa melihat bahwa kebanyakan laboratorium berada pada fase pertumbuhan (growth fase) atau fase pemeliharaan (maintenance fase).

Bagaimana dengan laboratorium anda, apakah saat ini termasuk dalam fase pertumbuhan atau fase pemeliharaan?

Berikut adalah perubahan pengeluaran laboratorium pada setiap katagori dibandingkan tahun lalu

1. Bahan habis pakai ( glassware, plasticware, membrane filter, pipette, sarung tangan dll), naik 13.28%

2. Konstruksi atau pembuatan fasilitas laboratorium baru, naik 8.00%

3. Pelatihan, naik 4.30%

4. Proyek penelitian baru, naik 2.1%

5. Penambahan dan pergantian staff, naik 3.14%

6. Investasi pada proyek penelitian yang berjalan, naik 4.56%

7. Investasi pada teknologi baru, naik 5.34%

8. Penambahan kompensasi untuk managemen dan staff, naik 4.82%

9. Melakukan modernisasi fasilitas laboratorium, naik 4.55%

10. Outsourcing, turun 2.23%

11. Bahan habis pakai  dan bahan baku (bahan kimia, reagen, dll), naik 14.57%

Seperti kita lihat, terlihat kenaikan di hampir setiap katagori kecuali outsourcing. Kenaikan terbesar ada pada pembelian bahan habis pakai dan bahan baku.

Penurunan dalam jasa outsourcing

Hampir 65% laboratorium melakukan outsourcing pada katagori teknologi informasi, pengujian quality assurance , akutansi dan pembayaran gaji.

Penurunan ini memperlihatkan bahwa laboratorium memilih untuk mengurus aktivitas secara mandiri atau mungkin mulai menggunakan aplikasi yang memudahkan.

Sebagai contoh, mungkin kita bisa melihat kecenderungan beberapa laboratorium untuk mulai membuat Laboratory Informastion Managemen System (LIMS) secara mandiri. Salah satu laboratorium lingkungan tingkat provinsi dan beberapa laboratorium terpadu Universitas sudah mulai menggunakan LIMS yang dibuat dikelola secara mandiri.

Menariknya, beberapa responden menulis pada catatan bahwa mereka merencanakan untuk membeli peralatan laboratorium baru untuk menghindari proses outsourcing analisa.Kemampuan untuk melaksanakan analisa sendiri akan mengurangi biaya dan mengurangi lead time analisa secara keseluruhan. Kemampuan analisa juga bisa menghasilkan pendapatan tambahan kepada laboratorium jika kemampuan analisa tersebut “dijual” ke puhak ketiga.

Alasan Dalam Keputusan Pembelian Peralatan Laboratorium

Perhatian terhadap sisi anggaran merupakan salah atu perhatian utama yang terlihat pada Survey Trend Pembelian 2019 ini. Lebih dari 50% responden menyatakan penurunan biaya sebagai alasan penting ketika membeli peralatan laboratorium.

Berikut adalah 9 Hal Yang Diperhatikan Ketika Membeli Peralatan Laboratorium

1. Pebandingan harga dengan nilai  dari peralatan laboratorium, 78.80%

2.Efisiensi yang didapat untuk jangka panjang termasuk biaya operasi, 75.23%

3. Layanan pasca jual, perawatan dan garansi, 74.02%

4. Kesesuaian antara produk vendor dengan sistem yang berjalan, 72.92%

5. Pengetahuan vendor terhadap industri dan teknologi, 66.28%

6. Reputasi dan brand awareness dari vendor, 63.05%

7. Hubungan dengan vendor (masa lalu dan saat ini), 52.02%

8. Kemampuan vendor untuk inovasi dan pengembangan produk terhadap perubahan persyaratan, 48.37%

9. Kehadiran vendor secara online, 25.66%

Perhatian utama lainnya ketika melakukan pembelian peralatan laboratorium adalah keinginan untuk lebih banyak mendapatkan efisiensi dalam segala hal.

Hampir 75% responden setuju bahwa layanan purna jual, perawatan dan garansi merupakan hal penting dalam pembelian peralatan laboratorium. Kombinasi tersebut akan menjamin peralatan laboratorium bisa digunakan lebih lama dan mengurangi kebutuhan untuk pergantian spare part dan perawatan lainnya.

Responden juga memberikan perhatian kepada kesesuaian peralatan baru yang akan dipesan dengan peralatan yang ada. Kesesuaian ini penting agar tidak terlalu banyak tambahan peralatan yang harus dibeli, dan proses training yang lebih mudah.

Sebagai contoh adalah penambahan fungsi kamera pada mikroskop , penambahan autosampler pada Kromatografi Cair kinerja Tinggi (KCKT) atau penambahan sistem controller/LIMS pada peralatan laboratorium.

Upaya Dalam Pembatasan Anggaran

Dengan banyaknya laboratorium yang memberi perhatian pada penurunan biaya, pembelian peralatan laboratorium yang sudah digunakan (peralatan laboratorium bekas, Peralatan laboratorium refabish ) menjadi hal yang masuk akal.

Karenanya, tidak mengherankan bahwa hampir 39% responden survey membeli peralatan laboratorium yang sudah digunakan, dengan alasan utama ingin menyimpan lebih banyak anggaran pembelian peralatan laboratorium.

Berikut adalah 5 Alasan Membeli Peralatan Laboratorium Yang Sudah digunkan

1. Menyimpan lebih banyak anggaran, pengetatan anggaran, 88.94%

2. Penggunaan peralatan laboratorium yang tidak terlalu sering, 42.31%

3. Penggunaan peralatan laboratorium yang tidak terlalu lama, 19.47%

4. Fitur pada peralatan baru tidak dibutuhkan, 14.18%

5. Lain lain, 2.16%

Laboratorium yang berada pada fase perawatan (maintenance fase ) berfokus pada penggantian suku cadang yang dianggap penting saja.

Dalam survey ini, lebih dari 50% responden menghabiskan anggaran lebih banyak untuk pembelian bahan habis pakai dibanding peralatan laboratorium. Catatan dari responden menyatakan bahwa hal ini lebih banyak karena pembatasan anggaran bukan karena laboratorium tidak membutuhkan peralatan laboratorium baru.

Karenanya, pembelian peralatan laboratorium pada fase perawatan lebih banyak pada penggantian peralatan laboratorium yang rusak atau tidak bisa digunakan lagi dibandingkan kebutuhan untuk mengadopsi teknologi baru.

Pengembangan Laboratorium.

Pada survey kali ini, 25% persen responden menyatakan bahwa laboratoriumnya sedang dalam proses pertumbuhan.

Pada fase pertumbuhan seperti ini, laboratorium melaksanakan pembelian peralatan laboratorium untuk pengembangan analisa baru atau riset terbaru. Mereka juga tertarik pada tekologi yang bisa meningkatkan hasil atau memberikan lebih banyak efisiensi.

Di Indonesia, saat ini banyak laboratorium yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi laboratorium pengujian halal. Beberapa laboratorium analisa air minum dalam kemasan juga sedang mencari informasi terkait metoda Ion Chromatography yang sudah masuk dalam persyaratan SNI Pengujian Air Minum Dalam Kemasan.

Dalam hal peralatan laboratorium yang bisa meningkatkan efisinesi, sebagai contoh adalah lemari asam dengan penggunaan listrik yang lebih efisien, air sampler dengan 3 alat penghisap sekaligus atau spektrofotometer yang hanya perlu sampel dalam volume lebih kecil.

Penggunaan Teknologi Baru

Sebanyak 20% responden menyatakan bahwa laboratorium mereka adalah yang paling innovatif dibandingkan laboratorium lain dengan type yang sama.

Terkait dengan penggunaan teknologi baru , 18% responden menyatakan bahwa laboratorium mereka merupakan laboratorium pertama yang menggunakan teknologi terbaru.

Salah satu cara untuk meningkatkan keluaran (output) dan efisiensi laboratorium adalah dengan penggunaan automatisasi. Sekitar 11% responden menyatakan bahwa mereka membeli peralatan laboratorium dengan automatisasi seperti pada sistem pemindahan cairan dan autosampler.

Mari kita lihat beberapa contoh “automatisasi” dalam analisa di laboratorium

A. Pengujian Kimia

1. Penggunaan Titrator atau digital buret untuk menggantikan Buret konvensional.

2. Penggunaan mikropipet, digital pipet untuk menggantikan pipet mohr atau pipet gondok

4. Penggunaan KCKT/HPLC dengan auto sampler

5. Penggunaan spektrofotometer dengan sistem barcode

6. Penggunaan alat uji analisa air dan udara yang online dengan hasil real time

7. Analisa narkoba dengan sampel rambut.

B. Pengujian Mikrobiologi

1. Penggunaan media mikrobiologi siap atau chromogenik jadi untuk menggantikan media konvensional

2. Penggunaan peralatan IDEXX untuk analisa MPN konventional

3. Penggunaan media siap pakai dan readernya untuk identifikasi mikroorganisme

C. Training dan Workshop

1. Platform pembelajaran online analisa di laboratorium secara GRATIS

2. Training Online Penetapan Estimasi Ketidakpastian Pengujian Kimia

Training Online Estimasi Ketidakpastian Kimia

Penggunaan automatisasi di laboratorium akan membawa laboratorium menjadi lebih effisien dengan pengingkatkan soft skill atau kompetensi dari staff laboratoriumnya.

Kesimpulan.

Walaupun dengan bayak keterbatasan anggaran, kita masih melihat pola bahwa beberapa laboratorium tetap bertumbuh. Jumlah laboratorium dengan penurunan pembelian laboratorium ada dalam jumlah minoritas.

Dengan pengembangan laboratorium di banyak industri, kita dapat mengharapkan hasil yang menggembirakan dan melihat banyak inovasi di masa depan.

Demikian tulisan kami tentang trend pembelian peralatan laboratorium 2019, Jika ada informasi lain yang dibutuhkan silahkan tulis di kolom komentar atau e-mail kami di [email protected]

 

 

 

 

Leave a reply