Tanya Jawab Menarik Tentang Teknik Analisa Spektrophotometer UV-VIS

Ingin meningkatkan kompetensi di bidang analisa menggunakan Spektrophotometer UV-VIS?

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang kami rekam dari Program Kelas Mentoring Online Best Practice For Spectrophotometric Measurement yang telah kami laksanakan sampai dengan 5 Batch.

1. Apakah spektrophotometer dapat mengukur larutan transparan ?

Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.

Sedangkan Spektrofotometri Uv-Visible merupakan metode analisis berdasarkan penyerapan (absorpsi) cahaya Ultraviolet (UV) dan sinar tampak (VIS) oleh suatu molekul dalam sampel pada panjang gelombang tertentu dimana serapannya berbanding lurus dengan konsentrasi suatu zat.

Spektrofotmeter dibagi menjadi tiga, yakni

a. Spektrofotmeter uv yakni spektrofotmeter yang hanya digunakan untuk pengukuran pada panjang gelombang UV yakni 100 – 400 nm,

b. Spektrofotometer visible yakni spektrofotmeter yang dapat mengukur pada rentang panjang gelombang visible yakni 400 – 800 nm dan

c. Spektrofotometer uv visible yakni spektrofotmeter yang dapat mengukur pada rentang panjang gelombang uv dan visible yakni 150 – 800 nm.

Perbedaan ketiga spektrofotmeter tersebut tergantung pada sumber cahaya yang digunakan pada spektrofotmeter yang dimiliki laboratorium.

Salah satu  persyaratan dalam pengukuran spektrofotmeter, adalah sampel harus memiliki gugus kromofor. Dimana sampel yang memiliki gugus kromofor dapat diukur pada spektrofotmeter uv. Gugus kromofor merupakan gugus fungsional yang mengabsorpsi radiasi ultraviolet dan tampak, jika mereka diikat oleh senyawa- senyawa bukan pengabsorbsi (auksokrom).

Jadi dalam kasus ini, dikembalikan kembali kepada laboratorium bapak/ibu, apakah spektrofotmeter yang ada di labroatorium adalah spektrofotmeter uv atau spektrofotmeter uv visible. Jika spektrofotmeter uv maka dipastikan bahwa larutan transparan tersebut mempunya gugus kromofor yakni dengan cara pencarian melalui data pustaka. Tetapi jika spektrofotmeter visible yang ada di laboratorium, maka larutan transparan tersebut harus memiliki warna, salah satu caranya adalah dengan penambahan pereaksi pada larutan transparan tersebut. Tentunya, pereaksi yang digunakna harus sesuai dengan pengujian tersebut.

2. Apakah larutan standar dan sampel boleh diukur dalam waktu yang berbeda, karena sampel yang diterima kami lebih dari 30 sampel ?

Larutan standar merupakan suatu larutan yang mengandung konsentrasi yang diketahui secara tepat dari unsur atau zat.

Dalam pengujian spektrofotometri, larutan standar yang digunakan biasanya dalam bentuk deret standar. Deret standar dibuat berdasarkan kadar sampel yang biasa dianalisa, dimana dalam kadar sampel harus masuk kedalam rentang deret standar yang dibuat.

Karena dari data deret standar tersebut akan muncul persamaan regresi yang didapatkan dari kurva kalibrasi yang terbaca di alat spektrofotmeter.

Oleh karena itu, secara idealnya, larutan standar yakni pengukuran deret standar harus berbarengan dengan larutan sampel. Hal ini dikarenakan ada engaruh dari matriks sampel ataupun standar yang dapat berubah. Sehingga, jika sampel harian sudah banyak, minimal kita lakukan pengukuran deret standar satu kali dalam satu hari.

Leave a reply