Tanya Jawab Pada Kuliah Whatsapp Good Microbiological Laboratory Practices

Tanya Jawab Kuliah Whatsapp Good Microbiological Laboratory Practices

Selama masa pagebluk Covid 19, LabMania Indonesia melaksanakan Kuliah Online Via Whatsapp dengan banyak materi. Salah satunya adalah Good Microbiological Laboratory Practices

Kuliah Online Via Whatsapp Good Microbiological Laboratory Practice Batch I dilaksanakan pada Jum’at – Sabtu, 10-11 April 2020 pukul 15.00 – 16.30 WIB.

Banner Jadwal Kuliah Whatsapp LabMania

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan yang diajukan 50 peserta Kuliah Online Via Whatsapp Good Microbiological Laboratory Practices

1. Bagaimana cara membunuh mikroba setelah selesai pembacaan hasil? Apakah harus di autoclave? Apakah ada cara lainnya?

Jawaban

Cara membunuh bakteri setelah pembacaan hasil kita kenal sebagai proses dekontaminasi.

Menurut SNI ISO 7218:2012, ada dua cara dekontaminasi

1. Menggunakan autoclave

2. Menggunakan senyawa kimia

Dekontaminasi dengan metoda panas basah menggunakan autoclave merupakan metoda yang  paling efektif.

Direkomendasikan laboratorium mikrobiologi mempunyai autoclave yang terpisah untuk sterilisasi dan dekontaminasi.

Sedangkan cara dekontaminasi lainnya bisa menggunakan senyawa kimi berbasis :

– klorin (misalnya natrium hipoklorit)

– alkohol

– senyawa surfaktan

dengan konsentrasi dan waktu kontak yang tepat.

2.Bagaimana cara mengelola limbah mikrobiologi seperti sisa media dan limbah hasil pengamatan?

Jawaban

Pembuangan bahan terkontaminasi yang benar, tidak secara langsung mempengaruhi kualitas analisis contoh, tetapi terkait dengan manajemen laboratorium yang baik.

Sistem identifikasi dan pemisahan bahan2 terkontaminasi serta wadahnya sebaiknya ditetapkan untuk:

1.Limbah yang tidak terkontaminasi (misalnya contoh pangan yang tidak diinokulasi) yang dapat dibuang bersama limbah umum

2.Pisau bedah, jarum, pisau, pecahan gelas

3.Bahan terkontaminasi untuk diautoclave dan didaur ulang serta

4.Bahan terkontaminasi untuk diauticlave dan dibuang atau diincenirasi

Bahan terkontaminasi dengan mikroba kategori risiko 3 dan wadahnya harus diautoclave sebelum dibakar.

Amankah limbah tersebut dibuang di tanah pekarangan?

Jawaban

Tidak direkomendasikan, karena limbah laboratorium mikrobiologi mempunya potensi bahaya kimia dan infeksius

3.Bagaimana sebaiknya kondisi ruangan laboratorium mikrobiologi  yang dipakai praktikum mahasiswa?⁠ Haruskah memiliki AC? Karena sebagian besar kegiatan memakai bunsen

Jawaban :⁠

Kondisi ruangan untuk Laboratorium Mikrobi0logi sebaiknya merujuk pada Persyaratan Biosafety Level. ⁠

Pada Persyaratan tersebut, tidak hanya di bahas persyaratan sistem udara (AC), tapi juga persyaratan lainnya, seperti personil, Alat Pelindung Diri (APD), Peralatan dll⁠

Persyaratan Biosafety Level akan didasarkan pada bakteri yang akan dianalisa. Terdapat 4 level Pada Persyaratan Bio Safety.⁠

Persyaratan AC dan Penggunaan bunsen akan berbeda untuk tiap persyaratan. Jadi kami harus mengetahui terlebih dahulu mikroorganisme apa yang diperiksa di laboratorium.⁠

Kami akan bahas persyaratan tersebut lebih detail pada Kuliah Online Via Whatsapp BioSafety Level⁠

Banner Kuliah Whatsapp Bio Safety Level

4. Cara seterilisasi Alat Gelas , kriteria bahan untuk membungkus alat gelas (Bolehkah memakai aluminium foil atau koran atau kertas folio sisa perkantoran?

Jawaban :

Sesuai SNI ISO 7218:2012 ada 2 metoda sterilisasialat gelas di laboratorium mikrobiologi yang bisa digunakan:

1.Sterilisasi dengan panas kering

Panaskan alat gelas dalam oven sterilisasi selama minimal 1 jam pada suhuu 170 derajat celcius

2.Sterilisasi dengan panas basah (uap air)

uap air bertekanan adalah metoda yang paling efektif untuk sterilisasi alat gelas dan bahan bahan laboratorium. Suhu kamar Autoclave harus tetap pada suhu 121 derajat celcius selama minimal 15 menit

Persyaratan pembungkus adalah tahan (tidak rusak)  terhadap suhu 121 derakat celcius selama 15 menit. Kita bisa menggunakan pembungkus aluminium foil atay kertas sampul yang tersedia. Beberapa laboratorium menggunakan koran dan kertas folio untuk membungkus alat gelas.

5. Apakah sertifikasi kompetensi hanya diperlukan oleh analisa saja ka, ataukah semua unit yang bekerja di bagian QC, contohnya untuk manager QC?

Jawaban

Sertifikasi kompetensi dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Personil yang terakreditasi oleh BNSP.

Sertifikasi kompetensi bisa diikuti oleh seluruh staff di laboratorium, dengan skema atau cluster yang ditentukan oleh LSP dan BNSP.

Untuk di Laboratorium pengujian, berikut adalah beberapa skema atau cluster sertifikasi kompetensi :

– Microbiologist

– Pranata laboratorium pendidikan

– K3 Laboratorium

– Petugas Pengambil Contoh Air dan Udara

– Penyelia Laboratorium

– Penanggung jawab mutu laboratorium

– Penanggung jawab teknis laboratorium

– Kepala Laboratorium

 

Untuk di laboratorium kimia, ada beberapa kompetensi yang bisa diambil, seperti

– Gravimetri, volumetri

– Spektrofotometer UV VIS

– AAS, HPLC dll

6. Apakah staff laboratorium mikrobiologi di laboratorium universitas harus memiliki kompetensi (pengetahuan, ketrampilan, sikap)?

Jawaban

Menurut Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) , Kompetensi harus dimiliki oleh seluruh staff di laboratorium manapun di Indonesia, tidak ada pembatasan.

Bahkan Secara umum, kompetensi ini harus dimiliki oleh seluruh profesi di Indonesia.

Itu sebabnya sekarang banyak tersedia program Sertifikasi Kompetensi untuk semua profesi, walaupun saat ini terhenti karena pagebluk covid 19.

Leave a reply