Update SNI Baru 6989.11 :2019 Cara Uji Derajat Keasaman (pH) menggunakan pH Meter

Apakah anda tahu bahwa Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menerbitkan Standar Nasional Indonesia baru tentang Cara Uji Derajat Keasaman (pH) di tahun 2019?

Standar ini merupakan salah satu dari 9 SNI baru terkait metode analisa air dan air limbah yang diterbitkan di tahun 2019.

Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pengujian pH meter yang baru  bernomor 6989.11:2019 dengan judul : Air dan limbah-Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (Ph) dengan menggunakan pH meter.

klik untuk pembelian SNI

Standar ini merupakan revisi dari SNI 06-6989.11:2004. Revisi dalam standar ini meliputi :

  • perubahan pengertian jaminan mutu dan pengendalian mutu menjadi pengendalian mutu
  • penambahan persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja,
  • penambahan bias dan presisi,
  • penambahan rekomendasi, dan
  • penambahan contoh perhitungan verifikasi metode

Standar ini menggunakan Standard Methods for The Examination of Water and Wastewater 23rd Edition sebagai referensi dalam penyusunannya, dan telah melalui uji coba di laboratorium pengujian dalam rangka verifikasi metode yang digunakan.

Sekarang mari kita mulai bahas secara detail.

1.Ruang lingkup

Metode ini meliputi cara uji derajat keasaman (pH) air dan air limbah dengan menggunakan pH meter. Metoda ini tidak mencakup sampel diluar lingkup air dan air limbah seperti sampel makanan, minyak, oli dan sampel farmasi.

2.Istilah dan definisi

Untuk keperluan penggunaan Standar ini, berlaku istilah dan definisi berikut

A. Air bebas mineral

Air yang diperoleh dengan cara penyulingan ataupun proses demineralisasi sehingga diperoleh air dengan konduktifitas kecil dari 2 µS/cm. Untuk kebutuhan tersebut, laboratorium perlu memeriksa apakah persyaratan konduktifitas dari air bebas mineral terpenuhi dan mencatatnya pada buku log atau formulir.

B. Material acuan bersertifikat (Certified Reference Material,CRM)

Material acuan disertai dengan dokumentasi yang dikeluarkan oleh badan otoritas dan menyediakan satu atau lebih nilai sifat tertentu dengan ketidakpastian terkait dan tertelusur yang menggunakan prosedur yang berlaku

Certified Reference Material

C. Larutan penyangga (buffer) pH

Larutan yang dibuat dengan melarutkan garam dari asam lemah-basa kuat atau basa lemah-asam kuat sehingga menghasilkan nilai pH tertentu dan stabil

D. Ph larutan

Minus logaritma konsentrasi ion hidrogen yang ditetapkan dengan metode pengukuran secara potensiometri dengan menggunakan pH meter

3. Kesehatan dan keselamatan kerja

Cara uji yang ditetapkan ini (mungkin) menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Untuk mengurangi risiko kecelakan kerja di laboratorium, Maka diperlukan

  • Penggunaan alat pelindung diri (APD) disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan
  • Penanganan bahan kimia secara aman mengacu kepada lembar data keselamatan bahan (Safety Data Sheet/SDS)

Untuk mengantisipasi bahaya ini, sebaiknya laboratorium membuat Job Safety Analysis, sehingga tindakan perbaikan ataupun tindakan pencegahan bisa disiapkan. Jika anda ingin mempelajari cara pembuatan Job Safety Analysis, silahkan ikuti Training Gratis dibawah ini.

Training Gratis K3 Laboratorium Berbasis Kompetensi

4. Cara Uji 

A. Prinsip

Pengukuran pH berdasarkan aktivitas ion hidrogen secara potensiometri dengan menggunakan pH meter

B. Bahan

  • Air bebas mineral
  • Kertas tisu halus
  • Larutan penyangga,pH 4,004 (25oc). Timbang 10,12 g kalium hidrogen phtalat,KHC8H4O larutkan dalam 1.000 ml air bebas mineral
  • Larutan penyangga,pH 6,863 (25OC). Timbang 3,387 g kalium dihidrogen fosfat,KH2PO4 dan 3,533 g dinatrium hidrogen fosfat, Na2HPO4, larutkan dalam 1.000 ml air bebas mineral
  • Larutan penyangga, Ph 10,014 (25oC). Timbang 2,092 g natrium hidrogen karbonat NaHCO3 DAN 2,640 g natrium karbonat, Na2CO3, larutan dalam 1.000 ml air bebas mineral .

Catatan

  • larutan penyangga dapat menggunakan larutan dengan nilai pH lain sesuai dengan operasional alat yang mewakili daerah asam, netral dan basa.
  • larutan penyangga dapat menggunakan larutan siap pakai yang tersedia di pasaran.
  • larutan penyangga kerja yang dibuat harus diganti setiap 6 bulan sedangkan larutan penyangga yang tersedia di pasaran mengikuti informasi dan pabrikan.

Free Training Globally Harmonized System

C. Peralatan

  • pH meter dengan perlengkapannya
  • pengaduk gelas atau magnetik;
  • gelas piala 250 ml
  • labu ukur 1.000 ml;
  • labu semprot; dan
  • timbangan analitik dengan keterbacaan 0,1 mg.

Free Training Good Weighing Practices

D. Persiapan pengujian

Lakukan kalibrasi internal pH-meter dengan minimal 2 larutan penyangga disesuaikan dengan rentang pengukuran setiap kali akan melakukan pengukuran.

Kalibrasi internal ini harus terdokumentasi dengan baik pada buku log atau formulir.

Apabila pH meter yang digunakan belum dilengkapi dengan Automatic Temperature Compensation (ATC) maka lakukan kompensasi nilai pH pada larutan penyangga terhadap suhu pengukuran

E. Prosedur

  • Bilas elektroda dengan air bebas mineral, selanjutnya keringkan dengan tisu halus .
  • Celupkan elektroda ke dalam contoh uji sampai pH meter menunjukkan pembacaan yang stabil
  • Catat hasil pembacaan skala atau angka pada tampilan dari pH meter.
  • Catat suhu pada saat pengukuran pH dan laporkan hasilnya
  • Bilas kembali elektroda dengan air bebas mineral setelah pengukuran .

Catatan

Pengukuran pH contoh uji di lapangan dilakukan pada suhu yang disesuaikan bedasarkan batasan kemampuan alat

5 Pengendalian mutu

  • Gunakan bahan kimia berkualitas pro analisis (pa)
  • Gunakan alat gelas bebas kontaminasi dan terkalibrasi
  • Gunakan pH meter yang terkalibrasi
  • Lakukan penyimpanan dan pemeliharaan elektroda pH meter sesuai dengan manual alat
  • Dikerjakan oleh analisis yang kompeten.
  • Lakukan pengukuran segera (maksimum 15menit setelah pengambilan contoh uji).
  • Lakukan analisis duplo dengan frekuensi 5%- 10% per batch atau minimal 1 kali untuk contoh uji dibawah 10 sebagai kontrol ketelitian analisis .
  • Lakukan pengukuran duplo untuk kontrol ketelitian pengukuran dengan perbedaan pengukuran 0,1 satuan Ph

6. Bias dan presisi

Penggunaan pH meter dengan kondisi elektroda yang baik diperoleh presisi ±0,02 unit pH dan akurasi ± 0,05 unit pH. Pada kondisi normal terutama untuk pengukuran air dan larutan yang kemampuan penyangga pH-nya kecil, nilai akurasi  ± 0,1 unit Ph.

7. Rekomendasi

Kontrol akurasi

Buat control chart untuk akurasi pengukuran menggunakan Certified Reference Material (CRM)

Jika anda ingin mempelajari bias, presisi, dan kontrol akurasi dengan lebih baik silahkan downoad e-book dibawah ini.

Statistika Dasar Pengujian di Laboratorium

Demikian informasi tentang SNI 6989.11:2019 Air dan limbah-Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (Ph) dengan menggunakan pH meter. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, Silahkan menghubungi kami via e-mail di [email protected]

Leave a reply