Tanya Jawab Analisis BOD

50+ Tanya Jawab Analisis BOD Pada Sampel Air dan Air Limbah

Ghina Labmania
17 Sep 2025
15 menit baca

Air bersih dan pengelolaan limbah cair adalah isu penting yang selalu menarik perhatian, terutama bagi para praktisi laboratorium dan pemerhati lingkungan. Salah satu parameter utama yang sering menjadi sorotan adalah BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu ukuran kebutuhan oksigen biologis dalam sampel air dan air limbah.

Labmania Indonesia menerima begitu banyak pertanyaan seputar analisis BOD, mulai dari konsep dasar, prosedur uji, hingga trik praktis yang biasa ditemui di lapangan. Untuk itu, dalam artikel ini kami rangkum lebih dari 50+ tanya jawab pilihan yang diharapkan bisa menjadi panduan praktis sekaligus referensi lengkap bagi Sahabat Labmania yang membutuhkan informasi ini.

1. Faktor2 kesalahan apa yg mempengaruhi sehingga nilai GGA tidak menghasilkan nilai BOD 198 mg/L ± 30,5 mg/L?

Jawab :

  • Cek kembali Setting dan Kalibrasi DO meter
  • Mikroorganisme tidak aktif, buat seeding baru dan pastikan seeding diaktifkan dahulu 24 jam sebelum penggunaan dengan di aerasi
  • Buat larutan standar GGA yang baru dan pastikan Glutamic Acid dan Glucose yang dipakai masih bagus tidak lengket/berair, tidak berjamur dan tidak kadaluarsa. Pastikan juga timbangan yang dipakai
  • Pastikan melakukan pengenceran yang tepat

2. Apabila nilai BOD tidak memenuhi jaminan mutu (misal hasilnya terlalu tinggi atau hasilnya minus) maka bagaimana cara pengulangan sampelnya?

Jawab : Mengulang dengan Variasi Pengenceran sekitar 2-4 variasi, untuk cara perhitungan pengenceran dapat dilihat pada file yang dapat di download sebagai berikut : Dokumen Cara Pengenceran BOD

3. Apabila terjadi kesalahan analis, yaitu lupa mengujikan BOD di hari ke-5, maka apakah sampel BOD tsb masih bisa dianalisa di hari ke-6? atau harus mengulang?

Jawab : Ya, harus mengulang.

4. Apabila mengambil sampel di IPAL Komunal, dan didapat hasil BOD nya minus. Diasumsikan adanya kandungan klorin di sampel, bagaimana cara mengatasi kasus tsb?

Jawab : Berikut cara menghilangkan Klorin sesuai dengan SNI 6989.72:2009 :

4.4.2.2 Penghilangan zat-zat pengganggu

4.4.2.2.1 Contoh uji mengandung klorin sisa (residual chlorine compounds)

  1. Ke dalam 100 mL contoh uji, tambahkan 10 mL larutan kalium iodida (10%), 10 mL asam asetat (1+1) dan beberapa tetes indikator larutan kanji. Jika terjadi warna biru, titrasi dengan larutan natrium sulfit sampai warna biru tepat hilang. Catat pemakaian larutan natrium sulfit (a mL).
  2. Ke dalam 100 mL contoh uji yang lain, tambahkan a mL larutan natrium sulfit, kocok dan biarkan 10 menit. Kemudian tambahkan 10 mL larutan kalium iodida dan 10 mL asam asetat. Bila campuran berwarna biru, titrasi dengan larutan natrium sulfit sampai warna biru tepat hilang. Catat pemakaian larutan natrium sulfit (b mL).
  3. Ke dalam 100 mL contoh uji yang akan diuji BOD nya, tambahkan (a + b) mL larutan natrium sulfit.

4.4.2.2.2 Contoh uji mengandung senyawa toksik lain

Terhadap contoh uji-contoh uji yang mengandung senyawa toksik, lakukan perlakuan khusus untuk menghilangkannya. Salah satu perlakuan adalah dengan cara pengenceran

4.4.2.2.3 Contoh uji mengandung hidrogen peroksida

a) kocok contoh uji dalam wadah terbuka selama 1-2 jam atau lebih;

b) hentikan pengocokan dan ukur oksigen terlarut;

c) biarkan tanpa pengocokan selama 30 menit;

d) hidrogen peroksida dinyatakan hilang, bila dalam perioda waktu 30 menit tanpa

pengocokan tidak terjadi peningkatan konsentrasi oksigen terlarut.

4.4.2.2.4 Contoh uji mengandung oksigen terlarut lewat jenuh

Hilangkan kelebihan oksigen dengan cara pengocokan atau diaerasi pada suhu 20 °C ±  3 °C.

5. Jika setelah diinkubasi 5 hari, penurunan blanko lebih dari 0,2 apa yang harus dilakukan? Dan kemungkinan kesalahannya ditahap apa?

Jawab :

Blanko harus diulang, direkomendasikan untuk membuat blanko lebih dari 1, bisa 2 atau 3 blanko dalam 1 batch pengerjaan, kemungkinan kesalahannya selain dari kalibrasi dan setting DO meter, mungkin ada kontaminasi dari sample atau kandungan organik yang masuk ke dalam botol blanko, sehingga disarankan botol untuk blanko disediakan khusus agar tidak tercemar oleh sisa sample ataupun cemaran organik lain. Kemungkinan ke dua larutan pengencernya terkontaminasi zat organik sehingga bisa dilakukan pembuatan larutan pengencer baru dan pastikan air yang dipakai adalah air demin atau air yang sudah dididihkan.

6. Apakah menaikkan suhu inkubator dapat mempersingkat masa inkubasi pada pengujjan BOD?

Jawab : Tidak, dan tidak disarankan menaikan suhu inkubasi karena suhu inkubasi sangat berpengaruh terhadap kinerja Mikroorganisme

7. Berapa besar penurunan BOD jika analisis dilakukan lebih dari 24 jam setelah pengambilan sampel?

Jawab : Preservatif untuk analisa BOD penyimpanan di Suhu 4 °C dengan waktu simpan 2-48 jam, jika lebih dari 24 jam hasil Analisa  masih bisa diterima selama sample disimpan di suhu 4 °C.

8. Bagaimana langkah-langkah untuk verifikasi BOD ?

Jawab : Langkah verifikasi BOD dapat dilihat pada file berikut : Dokumen Langkah Verifikasi BOD

9. Apa saja indikator visual atau numerik yang menunjukkan bahwa mikroorganisme dalam benih tidak aktif selama proses BOD ?

Jawab : Indikator aktifitas mikroorganisme dapat dilihat dari penurunan nilai DO di pengukuran akhir, itulah sebabnya mengapa dipersyaratkan nilai penurunan DO adalah minimal 2.0 mg/L, jika kurang dari itu berarti aktifitas Mikroorganisme belum optimal.

10. Pada pengujian BOD dalam metode SNI menggunakan air bebas mineral yang konduktivitas nya lebih kecil dari 1 , jika digunakan di atas 1, bagaimana ya ?

Jawab : Secara Peryaratan memang lebih baik jika menggunakan air dengan konduktivitas <1 tapi kalau dari pengalaman kami, tidak masalah menggunakan air yang konduktivitasnya tinggi selama nilai TOC nya <0.1

11. Berapa volume bibit ideal yang ditambahkan ke blanko dan contoh uji BOD ?

Jawab : Penambahan seeding bergantung pada jenis seeding dan dimana penambahannya, karena berbeda jenis seeding berbeda pula penambahannya, Secara umum seeding komersial yang ditambahkan langsung ke Botol BOD sekitar 1-3 ml dengan melihat ke GGA, jika penambahan 1 ml cukup untuk mencapai nilai GGA (198 ± 30.5), maka cukup 1 ml per botol. Tapi jika seeding ditambahkan pada larutan pengencer (lebih homogen penyebaran seedingnya) maka disesuaikan dengan etiket produksi (komersial seeding) atau 1-10 ml ke dalam 1 liter pengencer yang telah ditambahkan Nutrient

12. Bagaimana cara menentukan batas pelaporan (MDL) pada uji BOD secara SNI SNI 6989.72:2009?

Jawab : MDL BOD tergantung pada batas pembacaan DO meter atau MDL DO titrasi dan Pembacaan Blanko

13. Bagaimanakah cara menentukan penambahan polyseed komersil, apabila penambahannya sdh sesuai dengan prosedur namun tidak menghasilkan nilai BOD 198 ± 30,5 mg/L?

Jawab : Volume penambahan Polyseed masih bisa ditambahkan dalam Botol BOD sampai tercapai nilai GGA (198 ± 30.5)

14. Bagaimana jika hasil titrasi BOD 5 lebih tinggi dari BOD 0 hari?

Jawab : Ada Kesalahan, dan mesti diulang

15. Metode analisis BOD terupdate yang bisa dipakai apa saja ?

Jawab : Metode Analisis yang biasa digunakan adalah dengan Metode Pengukuran DO dan Metode Respirometri

16. Apa perbedaan BOD dan Jika pake alat BOD reaktor apkh harus tambahkan BOD nutrien juga? sedangkan di SOP alat tidak ada ditamabh BOD nutrien hanya tambahkan Nitrifikasi inhibitor.

Jawab : Menurut APHA 5210 D, Nutrien ditambahkan juga

17. Untuk sampel air laut metode BOD apa yang bisa digunakan? dan ada sampel yang ditambahkan NaOH saat penetralan menjadi warna hijau, apa yang harus dilakukan?

Jawab : Metode Pengukuran DO dan Respirometri bisa digunakan. Warna hijau terbentuk kemungkinan karena adanya kandungan Ni2+, Fe2+ atau Cu2+ Ketika dinetralkan dengan asam biasanya warnanya akan hilang, tapi bila terbentuk endapan lebih baik disaring dahulu

18. Bagaimana cara pengawetan sampel untuk uji BOD ?

Jawab : Pengawetan sampel Uji BOD dengan cara disimpan di suhu  ≤ 4°C selama 2-48 jam

19. Jika berbeda hasil pengujian BOD DO meter dg Titrasi bagaimana solusinya ?

Jawab : Harus dicek ulang DO meternya dan reagent titrasinya, untuk menentukan mana pengukuran yang benar bisa dicek dengan CRM BOD dan CRM DO

20. Di suhu berapakah GGA harus disimpan dan mengapa harus pada suhu tersebut, lalu apa dampaknya jika tidak sesuai dengan suhu anjuran?

Jawab : Larutan GGA sebaiknya disimpan dengan kondisi yang sama dengan sample yaitu disimpan di  suhu ≤ 4°C karena GGA ini juga memiliki karakteristik sama dengan sampel, jika disimpan di suhu normal akan mempercepat kerusakannya

21. BOD sebagai indikator tingkat pencemar. Penambahan kaporit di IPAL untuk mendapatkan clorin ini di masukkan sebelum kolam indikator apa setelah kolam indikator ?

Jawab : Mengenai IPAL dan penambahan klorin ini diluar konteks pembahasan sebenarnya jadi ini memerlukan diskusi lain

22. Mengapa sampel sebelum di uji harus diketahui nilai ph nya dan di adaptasikan sampai 6,5 hingga 7.5? apa dampaknya pada proses pngujian bod?

Jawab : BOD dilakukan pada pH netral agar mikroorganisme bisa berfungsi optimal.

23. Pengukuran matriks air sungai didapatkan hasil penurunan oksigen > 2,0 mg/L, sedangkan menurut SNI minimal 2,0 mg/L.Apa saja yang mempengaruhi hasil tersebut ?

Jawab : Mikroorganisme tidak bekerja optimal, naikan penambahan volume seeding pada botol BOD

24. Kalau air sungai punya nilai BOD tinggi, apakah itu artinya airnya butuh napas bantuan seperti manusia pakai oksigen medis?

Jawab : Secara logika cepatnya, Air Sungai dengan BOD tinggi berarti kandungan organik yang bisa dikonsumsi mikroorganisme sudah terlalu tinggi. Air sungai biasanya sudah memiliki DO yang jenuh (8-9 mg/L) jika air sungai itu mengalir, tapi jika tidak mengalir maka kecenderungannya DO nya rendah. Jika DO sudah tinggi dan airnya mengalir biasanya akan beradaptasi sendiri dan BOD nya akan turun lagi, tapi bila air sungainya kurang mengalir dan DO nya rendah mungkin bisa diberikan oksigen bantuan dengan aerasi eksternal sehingga DO nya naik dan mikroorganisme nya perlahan aktif kembali

25. Apakah ada perbedaan pengujian BOD dengan botol winkler dan BOD tester?

Jawab : Perbedaannya dari apa yang diukur, pada BOD dengan Botol winkler yang diukur adalah penurunan DO dalam larutan selama 5 hari sedangkan pada BOD tester yang diukur adalah Perbedaan Tekanan udara Headspace selama 5 hari.

26. Di suhu berapakah GGA harus disimpan dan mengapa harus pada suhu tersebut, lalu apa dampaknya jika tidak sesuai dengan suhu anjuran?

Jawab : Larutan GGA sebaiknya disimpan dengan kondisi yang sama dengan sample yaitu disimpan di  suhu ≤ 4°C karena GGA ini juga memiliki karakteristik sama dengan sampel, jika disimpan di suhu normal akan mempercepat kerusakannya

27. Mengapa setelah diencerkan, dissolved oxygen harus diukur dalam waktu 30 menit, bagaimana konsekuensinya jika dilakukan dalam waktu lebih lama?

Jawab : Agar belum ada DO yang release dari larutan, jika diukur lebih lama pengukuran DO nya bisa tidak akurat karena sudah ada yang release

28. Apakah dengan metode respirometri tetep harus melalui proses inkubasi atau bisa langsung muncul hasilnya tanpa inkubasi?

Jawab : Karena BOD ini ditentukan oleh aktifitas mikroorganisme maka inkubasi tetap harus dilakukan karena aktifitas mikroorganisme terjadi di masa inkubasi

29. Apakah bisa nilai A0 menggunakan hasil pengukuran DO?

Jawab : A0 memang hasil pengukuran DO

30. Apa saja kritikal point untuk analisis menggunakan metode respirometri? Bagaimana jaminan mutu nya agar data yang dihasilkan alat valid ?

Jawab :

  • Pengukuran Volume sample
  • Kebocoran Penutup Botol
  • Penambahan Nutrisi
  • Penambahan Inhibitor
  • Jaminan Mutu  memakai blanko dan GGA

31. Bagaimana cara pembuatan air bebas mineral jenuh oksigennya ya? untuk pembuatan larutan pengencer

Jawab : Air Bebas Mineral dapat diperoleh dari air penyulingan atau air yang diproses dengan RO atau Resin Anion Kation

32. Bagaimana jika saat pengujian bod 5 hari, ketika penambahan MnSo4 dan Alkali Iodida, larutan berwarna putih? bagaimana mengatasinya

Jawab : Mungkin maksudnya Alkali Azida ya, itu wajar karena terbentuk endapan Mn(OH)2 tapi jika kemudian tidak terbentuk endapan coklat MnO(OH)2 akibat reaksi Mn(OH)2 dengan Oksigen terlarut, maka itu menandakan tidak ada sisa oksigen terlarut lagi, semua oksigen telah dhabis dikonsumsi mikroorganisme, maka sebaiknya diulang dengan dilakukan pengenceran.

33. Seberapa besar pengaruh hasil BOD ketika analisis dilakukan lebih dari 24 jam penyimpanan?

Jawab : Preservatif untuk analisa BOD penyimpanan di Suhu 4 °C dengan waktu simpan 2-48 jam, jika lebih dari 24 jam hasil Analisa  masih bisa diterima selama sample disimpan di suhu 4 °C

34. Penggunaan bakteri apakah ada kriteria khusus ? mengingat matrik air limbah didapat dari banyak industri yang pastinya kandungan zat organiknya berbeda

Jawab : Penggunaan Bakteri pada umumnya bakteri Aerob, untuk jenisnya sangat bervariasi tapi untuk amannya lebih baik memakai bakteri komersial

35. Dari ke3 metoda Apakah teknik samplingnya sama ? Apa kelebihan dan kekurangan? Untuk sampel limbah cair sawit, mana yang lebih direkomendasikan kak?

Jawab : Teknik sampling sama, Kelebihan dan kekurangan bisa dilihat di PPT, untuk sample limbah cair sawit karena nilainya kemungkina besar tinggi direkomendasikan memakai metode Botol winkler dengan DO meter

36. Seeding untuk pengencer itu apa ya ? sebab kami di Politani untuk praktikum tidak pernah melakukan seperti itu

Jawab : Menurut SNI air pengencer adalah larutan jenuh oksigen yang telah diperkaya oleh nutrisi dan suspensi bibit mikroba

37. Izin bertanya, pada konsentrasi berapa nilai oksigen terlarut dalam air bisa dikatakan terlewat jenuh ?

Jawab : Pada suhu 20 °C DO jenuh berkisar di 9.0 – 9.5 mg/L

38. Berapa layaknya nilai penyusutan BOD hari pertama dengan hari ke 5 untuk air sungai, danau dan air limbah ?

Jawab : Jika dilakukan pengenceran maka nilai penyusutan harus di atas 2.0 mg/L tapi bila tidak dilakukan pengenceran , maka nilai penyusutan di bawah 2.0 masih bisa diterima

39. Berarti sebelum uji DO sampel harus diuji Toksisitas dulu ? pakai metode apa dan Nutriennya apa pak ?

Jawab : Tidak perlu diuji Toksisitas, cukup Uji Klorin saja dengan DPD dan uji Oksidator dengan KI Paper

40. Apa saja jenis standar / CRM yang bisa digunakan untuk pengukjran BOD secara metide respirometri?

Jawab : LCS bisa memakai GGA dan CRM bisa memakai CRM Demand dari ERA

41. Bagaimana solusinya ketika air limbah tersebut kita encerkan, tetapi nilai DO 5 hari nya malah habis atau nol?

Jawab : Ulangi lagi dan Naikan lagi Pengencerannya

42. Bagaimana solusi dan cara mengetahui untuk mikroorganisme yang tidak bekerja pada sampel yang telah diinkubasi 5 hari?

Jawab : Nilai Penyusutan DO sama atau mendekati Nilai penyusutan DO Blanko

43. Pada SM APHA5210B.5 – day BOD test. dijelaskan untuk perhitungan memiliki 4 cara penentuan. boleh dijelaskan maksud dari perhitungan 4 tersebut ?

Jawab :

  • Rumus 1 adalah untuk kondisi ada pengenceran dan pengurangan DO setelah 5 hari paling sedikit 2.0 mg/L dan sisa DO setelah 5 hari > 1.0 mg/L
  • Rumus 2 adalah untuk Kondisi tanpa pengenceran, sehingga jika pengurangan DO setelah 5 hari < 2.0 mg/L hasilnya bisa langsung dilaporkan
  • Rumus 3 adalah untuk kondisi di semua pengenceran DO setelah 5 hari terbaca < 1.0 mg/L maka diambil pembacaan DO terbesar dan dinyatakan BOD>dari hasil perhitungan
  • Rumus 4 adalah ketika ketika kondisi semua hasil didapat pengurangan DO < 2.0 dalam kondisi dilakukan pengenceran, maka dipilih hasil dengan pengenceran paling kecil (volume sample terbanyak) dan dinyatakan BOD<dari hasil perhitungan

44. Kenapa pada saat pengukuran dengan DO meter harus diaduk? Krn selama ini kami justru menghindari pengadukan khawatir terjadi aerasi terutama pada DO5 dan juga DO insitu?

Jawab : Pengadukan dengan stirer dimaksudkan agar DO dalam larutan homogen, pada alat tertentu stirer biasanya sudah ada di probe DO tapi bila tida ada bisa menggunakan magnet stirer, dan perlu dibedakan pengukuran DO untuk BOD dan DO insitu.

45. Mengapa pada saat membandingkan hasil pembacaan DO menggunakan DO meter dan titrasi ada perbedaan hasil ? walapun DO meter sdh di calibrasi

Jawab : Perbedaan antar hasil analisa banyak faktornya, tapi gunakan CRM yang sama di kedua metode  agar bisa dipastikan metode analisa mana yang bermasalah

46. Di SNI trdpt syarat penurunan DO min 2,0 mg/L, sisa terlarut min 1,0 mg/L setelah inkubasi 5 hari, jika syarat tsb tidak terpenuhi apakah hasilnya tidak valid?

Jawab : Hasilnya tidak valid, karena penurunan DO minimal 2,0 memastikan penurunan DO disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme, dan sisa terlarut min 1.0 mg/L memastikan mikroorganisme masih aktif dan mengkonsumsi zat organik

47. Konsep pengadukan menggunakan stirer untuk pengukuran nilai DO itu bagaimana? kecepatan nya berapa?

Jawab : Pengadukan dengan stirer dimaksudkan agar DO dalam larutan homogen, pada alat tertentu stirer biasanya sudah ada di probe DO tapi bila tida ada bisa menggunakan magnet stirer, pengadukan ini dilakukan pada kecepatan rendah sampai pada titik sebelum timbul gelembung udara

48. Untuk jaminan mutu pengujian BOD, apakah kita boleh pakai CRM bukan GGA?

Jawab : Bisa saja bu, tapi agar lebih ekonomis lebih baik pakai GGA

49. Bagaimana jika air pengencer masuk kriterian penurunan DO 0,6-1 mg/L, namun standar GGA tidak masuk, bagaimana solusinya? apakah hasil dapat diterima?

Jawab : Hasil Tidak dapat diterima, diulang lagi dengan memperhatikan hal hal yang seperti sudah dibahas di presentasi.

50. Apakah mengukur DO segera dilapangan diperlukan?

Jawab : Cara pengukuran DO di lapangan tidak berhubungan dengan pengukuran DO di BOD. Jadi kesegeraan dan tidaknya tergantung kondisi di lapangan

51. Kami tidak punya inkubator BOD, kalau suhu ruang 30°C, inkubasinya berapa lama?

Jawab : Analisa BOD harus dilakukan inkubasi di suhu 20°C, jika tidak memiliki incubator atau yang sejenisnya maka tidak bisa melakukan Analisa BOD, kalaupun dipaksakan dilakukan akan dianggap tidak valid hasilnya,

52. Sebaiknya untuk larutan pengencer dibuat berapa lama sebelum melakukan analisa untuk memastikan larutan sudah jenuh oksigen?

Jawab : Larutan pengencer dan Seed biasanya disiapkan 24 jam sebelum digunakan, dalam kondisi diaerasi

53. Metode respirometrik bisa diaplikasikan ke semua merk alat bod respirometer? Apa semua sampel harus di seeding termasuk hulu sungai yg jernih?

Jawab : Sampel yang tidak diseeding adalah sample yang diketahui dan diyakini sudah mengandung cukup mikroorganisme dengan nilai BOD yang rendah sehingga tidak dibutuhkan pengenceran yang mengurangi jumlah mikroorganisme

54. Apakah ada kondisi (matriks sampel) yang dpt menyebabkan hasil bod bisa lebih tinggi dari hasil cod, jika ada penyebabnya apa ya ?

Jawab : Secara teori dan pengalaman kami tidak pernah, dan jika terjadi hal tersebut maka pengalaman kami pasti ada kesalahan analisa di antara dua parameter tersebut.

55. Jika DO mineral susah untuk mencapai 7.5 ppm?

Jawab : Pastikan Air tersebut bebas mineral dan aerasi kurang lebih 24 Jam

56. Apabila terjadi kesalahan analis, yaitu lupa mengujikan BOD di hari ke-5, maka apakah sampel BOD tsb masih bisa dianalisa di hari ke-6? atau harus mengulang?

Jawab : Harus mengulang

57. Di SNI juga ada konsumsi minimal oksigen 0 hari sampai 5 hari, adalah min 2 ppm dan sisa konsumsi oksigen 1 ppm di DO 5 hari , itu kenapa ada persyaratan itu ?

Jawab : Konsumsi minimal DO 0-5 hari adalah 2 ppm untuk memastikan aktifitas mikroorganisme dalam sample berjalan optimal. Sisa DO untuk DO di hari ke-5 adalah 1 mg/L untuk memastikan bahwa tidak ada sisa kandungan organik yang belum dikonsumsi oleh mikroorganisme, karena dalam BOD 5 hari diasumsikan dalam waktu 5 hari semua kandungan organik yang dapat terurai habis dikonsumsi oleh Mikroorganisme

58. Apakah analisa BOD dengan BOD respirometri harus menggunakan blanko?

Jawab : Harus, untuk memastikan sistem berjalan tanpa kesalahan.

59. Untuk persyaratan di SNI bapak ada konsumsi oksigen untuk Air pengencer di kisaran 0,6-1 ppm , kenapa ada persyaratan itu ya pak dan asal usulnya dari mana ?

Jawab : Persyaratan itu untuk dipakai pada pengencer yang telah dicampurkan dengan seed untuk memastikan bahwa seed cuukup aktif ( < 0.6 mg/L) tapi tidak terlalu banyak seednya (<1.0 mg/L) hingga mengkonsumsi oksigen berlebihan, Persyaratan ini tercantum di SNI dan APH

60. Jika setelah diinkubasi 5 hari, penurunan blanko lebih dari 0,2 apa yang harus dilakukan? Dan kemungkinan kesalahannya ditahap apa?

Jawab : Blanko harus diulang, direkomendasikan untuk membuat blanko lebih dari 1, bisa 2 atau 3 blanko dalam 1 batch pengerjaan

kemungkinan kesalahannya selain dari kalibrasi dan setting DO meter, mungkin ada kontaminasi dari sample atau kandungan organik yang masuk ke dalam botol blanko, sehingga disarankan botol untuk blanko disediakan khusus agar tidak tercemar oleh sisa sample ataupun cemaran organik lain. Kemungkinan ke dua larutan pengencernya terkontaminasi zat organik sehingga bisa dilakukan pembuatan larutan pengencer baru dan pastikan air yang dipakai adalah air demin atau air yang sudah dididihkan.

Tulis Komentar