Dalam dunia laboratorium, mutu hasil uji dan keandalan data merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Setiap angka yang dihasilkan dari pengujian memiliki dampak besar—baik untuk keputusan penelitian, regulasi, hingga produksi industri. Oleh karena itu, laboratorium di seluruh dunia menerapkan standar internasional yang menjamin keakuratan, keandalan, dan integritas data mereka.
Dua di antara standar yang paling banyak digunakan dan sering dibandingkan adalah Good Laboratory Practice (GLP) dan ISO/IEC 17025. Meski sekilas tampak mirip karena sama-sama mengatur praktik laboratorium, keduanya sebenarnya memiliki tujuan, pendekatan, dan ruang lingkup yang berbeda.
Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan GLP dan ISO/IEC 17025, bagaimana keduanya diterapkan, serta bagaimana laboratorium dapat mengintegrasikan keduanya untuk mencapai sistem manajemen mutu yang optimal.
1. Apa Itu Good Laboratory Practice (GLP)?
Good Laboratory Practice (GLP) adalah sistem manajemen mutu yang dikembangkan untuk memastikan bahwa proses penelitian non-klinis dilakukan dengan cara yang terstruktur, terdokumentasi, dan dapat diaudit.
Konsep GLP pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai respon terhadap kasus manipulasi data dan kurangnya transparansi dalam penelitian toksikologi.
Tujuan utama GLP adalah menjamin integritas data penelitian. Artinya, setiap langkah dalam proses uji—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, hingga pelaporan—harus dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi dengan baik. Dengan begitu, hasil penelitian dapat dipercaya dan direplikasi oleh pihak lain tanpa kehilangan akurasi.
Dalam praktiknya, GLP menekankan aspek berikut:
- Perencanaan studi yang jelas dan disetujui oleh Direktur Studi.
- Pelaksanaan pengujian berdasarkan prosedur baku yang terdokumentasi (SOP).
- Pencatatan dan pengarsipan data secara lengkap dan rapi.
- Audit internal oleh unit jaminan mutu untuk memastikan kepatuhan pada standar GLP.
GLP umumnya diterapkan di laboratorium yang bergerak dalam penelitian non-klinis, seperti toksikologi, farmasi, kimia lingkungan, atau bioteknologi.
2. Apa Itu ISO/IEC 17025?
Sementara itu, ISO/IEC 17025:2017 adalah standar internasional yang berfokus pada kompetensi teknis laboratorium pengujian dan kalibrasi.
Standar ini diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC).
Tujuannya adalah memastikan bahwa laboratorium memiliki kemampuan teknis yang memadai untuk menghasilkan hasil pengujian yang akurat, konsisten, dan dapat dipercaya secara ilmiah maupun hukum.
ISO/IEC 17025 mencakup dua aspek besar:
- Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System): mengatur tata kelola, dokumentasi, audit, dan peningkatan berkelanjutan.
- Persyaratan Teknis (Technical Requirements): mencakup kompetensi personel, validasi metode uji, kalibrasi alat, serta ketertelusuran pengukuran ke standar internasional.
Dengan menerapkan ISO/IEC 17025, laboratorium dapat membuktikan bahwa hasil ujinya reliable, reproducible, dan memenuhi standar global, sehingga dapat diterima oleh lembaga regulasi, mitra bisnis, atau klien internasional.
3. Fokus dan Tujuan: GLP vs ISO/IEC 17025
Secara sederhana, GLP berfokus pada proses penelitian dan integritas data, sedangkan ISO/IEC 17025 berfokus pada kompetensi teknis laboratorium.
| Aspek | GLP | ISO/IEC 17025 |
|---|---|---|
| Tujuan utama | Menjamin integritas dan keandalan data penelitian non-klinis | Menjamin kompetensi teknis laboratorium pengujian dan kalibrasi |
| Fokus utama | Sistem manajemen studi, dokumentasi, dan audit data penelitian | Sistem mutu, kompetensi teknis, dan keakuratan hasil pengujian |
| Orientasi | Penelitian dan studi non-klinis | Pengujian dan kalibrasi |
| Regulasi utama | OECD Principles of GLP | ISO/IEC 17025:2017 |
| Hasil akhir | Laporan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan | Sertifikat hasil uji yang akurat dan valid |
Dengan kata lain, GLP memastikan “bagaimana studi dilakukan dan dicatat”, sementara ISO/IEC 17025 memastikan “bagaimana hasil diuji dan dibuktikan akurasinya.”
4. Ruang Lingkup dan Penerapan
Perbedaan penting lainnya terletak pada ruang lingkup penerapan.
GLP pada dasarnya berlaku untuk laboratorium penelitian non-klinis, seperti:
- Studi toksikologi pada hewan, tanaman, atau bahan kimia.
- Uji keamanan obat, pestisida, kosmetik, atau bahan tambahan pangan.
- Penelitian efek lingkungan dari bahan kimia.
Sedangkan ISO/IEC 17025 berlaku lebih luas, mencakup semua jenis laboratorium pengujian dan kalibrasi, baik milik pemerintah, industri, maupun lembaga riset.
Contohnya:
- Laboratorium pengujian pangan, air, udara, dan tanah.
- Laboratorium kalibrasi peralatan ukur.
- Laboratorium kimia, mikrobiologi, dan fisika industri.
ISO 17025 bahkan menjadi syarat utama untuk akreditasi laboratorium oleh lembaga seperti Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Indonesia.
5. Pendekatan dalam Praktik Laboratorium
Perbedaan mendasar antara GLP dan ISO 17025 juga terlihat dari pendekatan dalam praktik sehari-hari di laboratorium.
GLP menekankan aspek administratif dan dokumentatif:
- Setiap studi memiliki rencana kerja (study plan) yang disetujui oleh direktur studi.
- Semua hasil pengamatan harus dicatat langsung di buku catatan laboratorium atau sistem elektronik yang aman.
- Audit dilakukan oleh unit jaminan mutu (QA) yang terpisah dari tim pelaksana.
- Semua dokumen dan sampel harus diarsipkan dengan rapi dan dapat ditelusuri.
Sementara ISO/IEC 17025 menekankan aspek teknis:
- Setiap metode uji harus divalidasi atau diverifikasi sebelum digunakan.
- Peralatan laboratorium wajib dikalibrasi dan dirawat secara berkala.
- Personel harus kompeten, dibuktikan dengan pelatihan dan evaluasi berkala.
- Hasil uji harus memiliki ketertelusuran metrologi (traceability) ke standar nasional atau internasional.
Dengan demikian, ISO/IEC 17025 memastikan akurasi dan reliabilitas hasil pengujian, sedangkan GLP memastikan transparansi dan kejujuran proses penelitian.
6. Hubungan dan Keterkaitan antara GLP dan ISO/IEC 17025
Walaupun memiliki fokus berbeda, GLP dan ISO/IEC 17025 dapat saling melengkapi.
Laboratorium penelitian yang menerapkan keduanya akan memiliki dua keunggulan utama:
- Integritas data yang tinggi (berkat GLP).
- Kompetensi teknis yang kuat (berkat ISO/IEC 17025).
Sebagai contoh, laboratorium toksikologi yang menerapkan GLP dapat menggunakan metode pengujian yang telah divalidasi sesuai ISO 17025.
Hasilnya, data penelitian tersebut tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah tetapi juga memiliki dasar teknis yang kuat dan diakui secara internasional.
Beberapa lembaga riset dan industri bahkan menjadikan kombinasi GLP dan ISO 17025 sebagai standar emas (gold standard) dalam manajemen mutu laboratorium modern.
7. Manfaat Penerapan GLP dan ISO/IEC 17025
Penerapan kedua sistem ini memberikan manfaat strategis bagi laboratorium, antara lain:
- Meningkatkan kepercayaan regulator dan klien terhadap hasil uji.
- Menjamin konsistensi hasil antar-analis dan antar-periode pengujian.
- Memperkuat pengakuan hasil uji secara internasional.
- Meningkatkan efisiensi, karena setiap proses terstandarisasi dan terdokumentasi.
- Mendukung budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan.
Kesimpulan
Baik Good Laboratory Practice (GLP) maupun ISO/IEC 17025 memiliki peran vital dalam menjamin mutu laboratorium.
GLP memastikan bahwa proses penelitian dilakukan secara transparan, sistematis, dan dapat diaudit, sedangkan ISO/IEC 17025 menjamin bahwa hasil pengujian dilakukan oleh tenaga yang kompeten menggunakan metode dan peralatan yang terkalibrasi dengan benar.
Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, laboratorium dapat mencapai tingkat kredibilitas tertingg baik dari segi integritas data penelitian maupun keandalan teknis hasil pengujian.

Ingin Memahami dan Menerapkan GLP Secara Profesional?
Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti Workshop 2 Hari Good Laboratory Practice (GLP) for Pharmaceutical Industry yang diselenggarakan oleh LabMania Indonesia, lembaga pelatihan pertama bersertifikat KAN untuk SNI ISO 29993:2017. Workshop ini akan dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026 , pukul 08.00–16.00 WIB, di LabMania Learning Center, Summarecon Bekasi, dalam format hybrid (tatap muka & online).
Segera daftarkan diri Anda dan tingkatkan kompetensi laboratorium sesuai standar GLP internasional melalui link Bit.ly/GLPlabmania2026.






Tulis Komentar