Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Pada Pengujian Mikrobiologi

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran pada Pengujian Mikrobiologi: Mengapa Hasil Uji Tidak Cukup Dilihat dari Angkanya?

Dhava Labmania
07 Sep 2026
4 menit baca

Hasil pengujian laboratorium tidak selalu sesederhana angka yang tercantum pada laporan. Terutama ketika hasil pengujian berada sangat dekat dengan batas regulasi atau baku mutu, perbedaan kecil dapat memberikan konsekuensi besar terhadap keputusan pass/fail suatu produk atau sampel.

Bayangkan sebuah laboratorium melakukan pengujian mikrobiologi terhadap suatu produk. Hasil pengujian menunjukkan 49 CFU/mL, sementara batas yang ditetapkan adalah 50 CFU/mL.

Secara sederhana, hasil tersebut terlihat masih memenuhi persyaratan.

Namun, bagaimana jika metode pengujian memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar ±2 CFU/mL?

Hasil tersebut tidak lagi cukup dipandang sebagai angka 49 CFU/mL semata. Ketidakpastian pengukuran perlu diperhitungkan dalam memahami seberapa dekat hasil tersebut dengan batas yang ditetapkan.

Di sinilah estimasi ketidakpastian pengukuran pada pengujian mikrobiologi menjadi penting.

Apa Itu Ketidakpastian Pengukuran?

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Pada Pengujian Mikrobiologi

Ketidakpastian pengukuran (measurement uncertainty) adalah parameter yang berkaitan dengan hasil pengukuran yang menggambarkan dispersi nilai yang dapat dikaitkan dengan besaran yang diukur.

Sederhananya, hasil pengujian laboratorium bukanlah angka yang memiliki kepastian mutlak.

Berbagai faktor dapat memengaruhi hasil, mulai dari karakteristik sampel, preparasi sampel, metode pengujian, peralatan, kondisi lingkungan, hingga variasi yang terjadi selama proses pengukuran.

Karena itu, dalam konteks tertentu, laboratorium perlu mengetahui dan mengevaluasi seberapa besar ketidakpastian yang melekat pada hasil pengujiannya.

Hal ini menjadi semakin penting ketika hasil pengujian berada di sekitar batas spesifikasi atau baku mutu.

Ketika Hasil Uji di Bawah Baku Mutu Belum Tentu Sederhana

Mari gunakan contoh sederhana.

Misalnya sebuah laboratorium melakukan pengujian mikrobiologi dan mendapatkan hasil:

Hasil pengujian: 49 CFU/mL
Batas yang digunakan: 50 CFU/mL

Jika hanya melihat hasil pengujian, 49 CFU/mL memang masih berada di bawah angka 50 CFU/mL.

Namun, misalnya metode tersebut memiliki ketidakpastian pengukuran ±2 CFU/mL.

Secara ilustratif:

49 ± 2 CFU/mL

Rentang tersebut menjadi 47–51 CFU/mL.

Artinya, terdapat bagian dari rentang hasil yang berkaitan dengan ketidakpastian pengukuran yang berada di atas batas 50 CFU/mL.

49 CFU/mL memang berada di bawah batas 50 CFU/mL. Tetapi karena hasil pengukuran memiliki ketidakpastian, keputusan kesesuaian tidak seharusnya dibuat hanya dengan membandingkan angka 49 dan 50 tanpa mempertimbangkan konteks ketidakpastian dan aturan keputusan yang digunakan.

Inilah salah satu alasan mengapa hasil pengujian yang mendekati batas regulasi membutuhkan perhatian lebih.

Mengapa Ketidakpastian Pengukuran Penting bagi Laboratorium?

Bagi laboratorium, tujuan pengujian bukan sekadar menghasilkan angka.

Hasil pengujian nantinya dapat digunakan oleh customer, produsen, regulator, atau pihak lain sebagai dasar untuk mengambil keputusan.

Dalam industri, misalnya, hasil pengujian mikrobiologi dapat berkaitan dengan keputusan mengenai:

  • penerimaan atau penolakan bahan baku;
  • quality control produk;
  • release produk;
  • evaluasi proses produksi;
  • pemenuhan persyaratan regulasi;
  • investigasi terhadap hasil yang tidak sesuai.

Ketika hasil berada jauh di bawah batas, ketidakpastian mungkin tidak menjadi isu yang terlalu terlihat dalam pengambilan keputusan.

Tetapi ketika hasil berada sangat dekat dengan batas, situasinya menjadi berbeda.

Perbedaan beberapa satuan saja dapat membuat hasil berada pada area yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Karena itu, personel laboratorium perlu memahami bukan hanya “berapa hasil pengujiannya?”, tetapi juga “seberapa besar ketidakpastian dari hasil tersebut dan bagaimana hasil tersebut seharusnya digunakan untuk mengambil keputusan?”

Apa Hubungan Ketidakpastian Pengukuran dengan Keputusan Kesesuaian?

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah decision rule atau aturan keputusan.

Ketika laboratorium menyatakan apakah suatu hasil memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan, keputusan tersebut perlu memiliki dasar yang jelas.

Terutama ketika hasil berada dekat dengan batas spesifikasi, pendekatan yang digunakan untuk mempertimbangkan ketidakpastian dapat memengaruhi keputusan kesesuaian.

Dengan kata lain, laboratorium tidak cukup hanya memiliki:

Hasil pengujian → 49 CFU/mL

Tetapi perlu memahami konteks yang lebih lengkap:

Hasil pengujian + ketidakpastian pengukuran + kriteria/batas yang berlaku + decision rule → dasar pengambilan keputusan

Pendekatan inilah yang membantu laboratorium menghasilkan keputusan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Apa yang Perlu Dipahami Personel Laboratorium?

Dalam penerapannya, estimasi ketidakpastian pengukuran bukan hanya persoalan memasukkan angka ke dalam suatu rumus.

Personel laboratorium perlu memahami:

  1. Sumber-sumber ketidakpastian dalam proses pengujian.
  2. Bagaimana mengidentifikasi dan mengevaluasi komponen ketidakpastian.
  3. Bagaimana melakukan estimasi ketidakpastian sesuai karakteristik metode pengujian.
  4. Bagaimana menyatakan hasil dan ketidakpastian pengukuran.
  5. Bagaimana memahami hubungan antara ketidakpastian dan batas spesifikasi atau regulasi.
  6. Bagaimana ketidakpastian dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan kesesuaian.

Pemahaman tersebut menjadi semakin relevan bagi analis, personel mutu, manajer laboratorium, maupun personel yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pengujian mikrobiologi.

Jangan Hanya Melihat Angka pada Laporan Hasil Pengujian

Hasil pengujian laboratorium adalah salah satu dasar penting dalam pengambilan keputusan.

Namun, ketika hasil berada dekat dengan batas yang ditetapkan, satu angka saja belum tentu memberikan gambaran yang lengkap mengenai kondisi pengukuran.

Pemahaman mengenai estimasi ketidakpastian pengukuran pada pengujian mikrobiologi membantu personel laboratorium melihat hasil pengujian secara lebih komprehensif dan memahami faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum suatu keputusan dibuat.

Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan hanya hasil pengujian yang berupa angka, tetapi hasil yang dapat dipahami dan digunakan secara tepat untuk mendukung pengambilan keputusan.

Ingin Memahami Estimasi Ketidakpastian Pengukuran pada Pengujian Mikrobiologi Lebih Mendalam?

Ikuti Pelatihan Kolaborasi BSN – Estimasi Ketidakpastian Pengukuran pada Pengujian Mikrobiologi untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep dan penerapan ketidakpastian pengukuran dalam kegiatan pengujian mikrobiologi.

Tulis Komentar