laboratorium tidak hanya dipengaruhi oleh metode pengujian dan kompetensi analis, tetapi juga oleh kualitas sampel yang dikumpulkan di lapangan.
Sampel yang tidak representatif, terkontaminasi, atau tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan hasil pengujian tidak menggambarkan kondisi badan air yang sebenarnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan SNI 8995:2021 tentang Metode Pengambilan Contoh Uji Air untuk Pengujian Fisika dan Kimia. Standar ini mencakup pengambilan sampel dari badan air permukaan, seperti sungai, danau, rawa, serta akuifer untuk pengujian parameter fisika dan kimia.
Bagi analis laboratorium dan petugas sampling, memahami standar ini menjadi langkah penting untuk memastikan kegiatan sampling direncanakan, dilaksanakan, dan didokumentasikan secara sistematis.

Apa Itu SNI 8995:2021?
SNI 8995:2021 merupakan Standar Nasional Indonesia yang mengatur metode pengambilan contoh uji air untuk pengujian fisika dan kimia. Standar ini ditetapkan pada 23 November 2021 dan tercatat berstatus berlaku dalam katalog resmi BSN.
Ruang lingkupnya meliputi pengambilan sampel dari:
- Badan air permukaan: sungai, anak sungai, danau, rawa, serta lahan basah lainnya.
- Akuifer: sumber air tanah yang menjadi sasaran pengambilan sampel sesuai tujuan pengujian.
Standar ini membahas berbagai aspek kegiatan sampling, mulai dari perencanaan, pemilihan teknik dan peralatan, pelaksanaan pengambilan sampel, pengukuran lapangan, penanganan sampel, hingga dokumentasi kegiatan.
Tahapan Pengambilan Sampel Air Sesuai SNI 8995:2021
1. Melakukan perencanaan sampling
Sebelum turun ke lapangan, petugas perlu menyusun rencana pengambilan sampel berdasarkan tujuan kegiatan dan informasi mengenai lokasi yang akan diperiksa.
Perencanaan mencakup penentuan badan air, lokasi dan jumlah titik sampling, parameter yang akan diuji, metode pengujian laboratorium, teknik pengambilan sampel, volume yang dibutuhkan, waktu dan frekuensi sampling, serta peralatan yang diperlukan.
Perencanaan yang baik membantu memastikan sampel yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan analisis dan mengurangi risiko ketidaksesuaian selama pelaksanaan sampling.
2. Menyiapkan peralatan dan wadah sampel
Peralatan pengambilan sampel harus sesuai dengan tujuan, lokasi, dan karakteristik sampel. Berdasarkan prinsip persyaratan peralatan dalam SNI 8995:2021, alat yang digunakan tidak boleh memengaruhi sifat sampel, harus mudah dibersihkan, memiliki kapasitas yang sesuai, tidak mudah bocor atau pecah, serta memungkinkan pemindahan sampel secara aman.
Selain alat sampling dan wadah sampel, petugas dapat memerlukan peralatan pengukuran lapangan, alat dokumentasi, alat tulis tahan air, kotak pendingin, dan perlengkapan keselamatan kerja.
Jenis wadah, volume, serta perlakuan terhadap sampel harus ditentukan berdasarkan parameter yang akan dianalisis dan metode pengujiannya.
3. Menentukan teknik pengambilan sampel
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan pengujian dan kondisi badan air. Dua teknik yang dibahas dalam standar ini adalah:
Grab sampling (sampel sesaat)
Sampel diambil pada satu waktu dan lokasi tertentu. Teknik ini dapat digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi air pada saat pengambilan sampel.
Composite sampling (sampel gabungan)
Sampel merupakan gabungan beberapa sampel yang dikumpulkan berdasarkan rancangan pengambilan tertentu. Teknik ini dapat digunakan ketika tujuan pengujian membutuhkan gambaran yang lebih mewakili variasi kondisi air.
Teknik sampling tidak boleh dipilih hanya berdasarkan kemudahan pelaksanaan. Petugas harus mempertimbangkan tujuan pengujian, karakteristik badan air, serta persyaratan metode analisis yang digunakan.
4. Melaksanakan pengambilan sampel air
Pelaksanaan sampling dilakukan sesuai dokumen perencanaan dan karakteristik sumber air.
Secara umum, tahapan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Memastikan lokasi dan titik pengambilan sampel sesuai rencana.
- Memeriksa kondisi peralatan sebelum digunakan.
- Membilas alat pengambil sampel menggunakan air yang akan diambil sekurang-kurangnya tiga kali, sesuai prosedur umum dalam SNI 8995:2021.
- Mengambil sampel menggunakan teknik dan peralatan yang sesuai dengan kondisi badan air.
- Memindahkan sampel ke wadah yang telah disiapkan.
- Melakukan pengukuran lapangan dan perlakuan awal sesuai kebutuhan parameter.
- Memberikan identitas pada wadah sampel dan melakukan penyimpanan serta pengamanan sampel.
Langkah pembilasan tersebut merupakan bagian dari prosedur umum pengambilan sampel. Namun, perlakuan khusus dapat diperlukan untuk parameter tertentu. Oleh karena itu, petugas harus mengikuti ketentuan yang relevan dalam standar dan metode pengujian, bukan menerapkan satu prosedur secara seragam untuk semua parameter.
5. Melakukan pengukuran parameter di lapangan
Beberapa parameter air dapat berubah selama penyimpanan atau transportasi sehingga perlu diukur sesegera mungkin di lapangan.
SNI 8995:2021 membahas pengukuran parameter lapangan, termasuk:
- pH: menggambarkan tingkat keasaman atau kebasaan air.
- Temperatur: menunjukkan kondisi suhu air saat pengukuran.
- Dissolved Oxygen (DO): menunjukkan konsentrasi oksigen terlarut dalam air.
Pengukuran parameter tersebut perlu dilakukan menggunakan peralatan dan metode yang sesuai. Hasilnya dicatat sebagai bagian dari rekaman data lapangan.
6. Melakukan pengawetan dan penyimpanan sampel
Setelah pengambilan sampel, tahap penanganan dan penyimpanan harus disesuaikan dengan karakteristik parameter yang akan diuji.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Menggunakan wadah yang sesuai dengan parameter pengujian.
- Melakukan perlakuan awal atau pengawetan apabila dipersyaratkan oleh metode analisis.
- Menjaga kondisi penyimpanan sesuai ketentuan parameter dan metode yang digunakan.
- Menghindari kontaminasi selama pemindahan dan penyimpanan sampel.
- Mengirimkan sampel ke laboratorium dengan memperhatikan batas waktu penyimpanan yang berlaku.
Kotak pendingin merupakan salah satu peralatan pendukung yang dibahas dalam standar. Namun, kebutuhan pendinginan, bahan pengawet, serta kondisi penyimpanan tidak boleh disamaratakan untuk seluruh parameter. Petugas perlu merujuk pada ketentuan yang berlaku untuk masing-masing parameter.
7. Melakukan pelabelan dan dokumentasi
Setiap wadah sampel perlu memiliki identitas yang jelas agar tidak tertukar selama transportasi dan pengujian.
Informasi yang relevan dalam dokumentasi sampling antara lain identitas sampel, lokasi dan titik pengambilan, tanggal dan waktu sampling, parameter yang akan diuji, kondisi lapangan, hasil pengukuran langsung, serta informasi penanganan sampel.
Seluruh kegiatan sampling perlu dicatat dalam formulir rekaman data lapangan sesuai prosedur yang berlaku.
Dokumentasi yang lengkap membantu laboratorium menelusuri asal sampel, mengevaluasi kondisi pengambilan, dan memastikan keterkaitan antara sampel yang diterima dengan hasil pengujiannya.
Lihat Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Skema Petugas Pengambilan Contoh Uji Air
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Sampling Air
Beberapa kesalahan yang berpotensi memengaruhi kualitas sampel antara lain:
- Tidak menyusun rencana sampling. Titik atau teknik sampling yang tidak sesuai dapat menghasilkan sampel yang tidak representatif.
- Menggunakan peralatan yang tidak sesuai. Material alat yang berinteraksi dengan sampel dapat memengaruhi hasil pengujian.
- Mengabaikan potensi kontaminasi. Peralatan yang tidak bersih atau penanganan yang kurang tepat dapat mengubah karakteristik sampel.
- Menunda pengukuran parameter lapangan. Parameter yang mudah berubah dapat memberikan hasil berbeda dari kondisi saat sampel diambil.
- Tidak memperhatikan persyaratan pengawetan dan penyimpanan. Penanganan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan parameter yang diuji.
- Tidak melengkapi rekaman sampling. Informasi yang tidak lengkap dapat menyulitkan penelusuran dan evaluasi hasil pengujian.
Kesalahan tersebut dapat diminimalkan melalui penerapan prosedur sampling yang konsisten, penggunaan peralatan yang sesuai, dan pelatihan personel secara berkala.
Kesimpulan
Pengambilan sampel air merupakan bagian penting dalam proses pengujian kualitas air. Penerapan SNI 8995:2021 membantu petugas sampling melaksanakan kegiatan secara terencana, mulai dari penentuan titik pengambilan, pemilihan teknik dan peralatan, pelaksanaan sampling, pengukuran lapangan, penanganan sampel, hingga dokumentasi.
Bagi analis laboratorium, pemahaman terhadap proses sampling juga diperlukan untuk mengevaluasi kesesuaian sampel sebelum pengujian dilakukan.
Dengan demikian, keandalan hasil pengujian tidak hanya bergantung pada metode analisis di laboratorium, tetapi juga pada ketepatan pengambilan dan penanganan sampel sejak dari lapangan.




Tulis Komentar